BEI Pelajari Pinjaman US$ 1,9 Miliar BUMI
Kamis, 24/09/2009 13:42 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempelajari perjanjian utang PT Bumi Resources (BUMI) dengan China Investment Corporation (CIC) senilai US$ 1,9 miliar. Dalam 2 hari ke depan BEI mengharapkan sudah ada hasilnya sehingga bisa ditindaklanjuti.
Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito disela acara halal bihalal di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Kamis(24/9/2009).
Eddy mengatakan, BEI telah membentuk tim untuk mempelajari struktur utang BUMI.
"Kami sedang mempelajari keterbukaan publik, serta membandingkan dengan pemberitaan yang ada di media hari ini," ujar Eddy.
Hasil analisis yang dilakukan tim BEI akan memutuskan apakah mereka akan melakukan pembicaraan dengan BUMI atau tidak.
"Kami akan putuskan dari hasil itu, apakah perlu ada diskusi lanjutan," tambah Eddy.
Eddy mengatakan, peninjauan tersebut bukan bertujuan untuk menghambat pertumbuhan kinerja BUMI beserta aksi korporasinya. Namun tindakan ini perlu dilakukan mengingat BUMI merupakan salah satu emiten yang paling disorot publik.
Hingga saat ini, posisi BUMI sebagai emiten dengan nilai transaksi tertinggi belum terkalahkan. Padahal dulu ada beberapa emiten yang berebut posisi tersebut seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Menanggapi hal tersebut, Eddy menginginkan agar emiten-emiten lain juga ikut berkembang sehingga dapat bersaing dengan BUMI.
"Kita inginnya mendorong munculnya emiten-emiten baru yang bisa bersaing dengan BUMI,"katanya.
BUMI telah menandatangani perjanjian investasi berupa pinjaman senilai US$ 1,9 miliar dari CIC, perusahaan milik pemerintah China.
Pinjaman sebesar US$ 1,9 miliar tersebut terdiri atas 3 struktur. Pertama, pinjaman sebesar US$ 600 juta dengan tenor 4 tahun. Kedua pinjaman sebesar US$ 600 juta dengan tenor 5 tahun dan sisanya US$ 700 juta akan dikembalikan dalam 6 tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk restrukturisasi utang-utang perseroan dan pendanaan belanja modal (capital expenditure /capex).
Pinjaman tersebut dikenakan kupon bunga sebesar 12% per tahun dengan total Internal Rate of Return (IRR) sebesar 19%.
Dalam transaksi ini, PT Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai arranger dan penasihat keuangan serta Jones Day bertindak sebagai penasihat hukum BUMI. Deutsche Bank dan China International Capital Corporation (CICC) bertindak sebagai penasihat keuangan serta Davis Polk & Wardwell sebagai penasihat hukum CIC.
(dro/dro)
Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito disela acara halal bihalal di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Kamis(24/9/2009).
Eddy mengatakan, BEI telah membentuk tim untuk mempelajari struktur utang BUMI.
"Kami sedang mempelajari keterbukaan publik, serta membandingkan dengan pemberitaan yang ada di media hari ini," ujar Eddy.
Hasil analisis yang dilakukan tim BEI akan memutuskan apakah mereka akan melakukan pembicaraan dengan BUMI atau tidak.
"Kami akan putuskan dari hasil itu, apakah perlu ada diskusi lanjutan," tambah Eddy.
Eddy mengatakan, peninjauan tersebut bukan bertujuan untuk menghambat pertumbuhan kinerja BUMI beserta aksi korporasinya. Namun tindakan ini perlu dilakukan mengingat BUMI merupakan salah satu emiten yang paling disorot publik.
Hingga saat ini, posisi BUMI sebagai emiten dengan nilai transaksi tertinggi belum terkalahkan. Padahal dulu ada beberapa emiten yang berebut posisi tersebut seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Menanggapi hal tersebut, Eddy menginginkan agar emiten-emiten lain juga ikut berkembang sehingga dapat bersaing dengan BUMI.
"Kita inginnya mendorong munculnya emiten-emiten baru yang bisa bersaing dengan BUMI,"katanya.
BUMI telah menandatangani perjanjian investasi berupa pinjaman senilai US$ 1,9 miliar dari CIC, perusahaan milik pemerintah China.
Pinjaman sebesar US$ 1,9 miliar tersebut terdiri atas 3 struktur. Pertama, pinjaman sebesar US$ 600 juta dengan tenor 4 tahun. Kedua pinjaman sebesar US$ 600 juta dengan tenor 5 tahun dan sisanya US$ 700 juta akan dikembalikan dalam 6 tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk restrukturisasi utang-utang perseroan dan pendanaan belanja modal (capital expenditure /capex).
Pinjaman tersebut dikenakan kupon bunga sebesar 12% per tahun dengan total Internal Rate of Return (IRR) sebesar 19%.
Dalam transaksi ini, PT Samuel Sekuritas Indonesia bertindak sebagai arranger dan penasihat keuangan serta Jones Day bertindak sebagai penasihat hukum BUMI. Deutsche Bank dan China International Capital Corporation (CICC) bertindak sebagai penasihat keuangan serta Davis Polk & Wardwell sebagai penasihat hukum CIC.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
