Nasabah: Bakrie Life Penipu
Kamis, 24/09/2009 14:06 WIB
(foto: Bakrie Life)
Jakarta - Nasabah-nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) hingga saat ini belum mendapatkan kepastian pengembalian dana mereka dari pihak manajemen. Padahal, manajemen telah berjanji akan mengadakan pertemuan dengan para nasabah, namun hingga saat ini belum dilakukan.
"Manajemen Bakrie Life penipu, kita dijanjikan pihak manajemen setelah lebaran akan diadakan pertemuan khusus yang membahas dana kita, namun sampai saat ini kita belum mendapatkan kabar," ujar seorang nasabah yang tidak ingin disebutkan namanya ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (24/09/2009).
Ia menjelaskan, sampai dengan pertemuan terakhir kurang lebih tiga minggu lalu, para nasabah memang belum mendapatkan kepastian kapan dana mereka akan dibayarkan.
"Belum ada kesepakatan tentang mekanisme kepastian pengembalian dana kita, karena mereka meminta dibayarkan satu persen perbulan. Itu konyol dan tidak mungkin karena memakan waktu yang cukup lama," ucapnya.
Nasabah asal Jakarta ini menuturkan akan siap kembali melakukan orasi dengan berdemo bersama nasabah-nasabah lainnya di kantor pusat Bakrie Life dan di kantor Bapepam-LK selaku regulator yang mengawasi perasuransian dalam waktu dekat.
"Sampai kita mendapatkan kejelasan, maka kita akan terus melakukan tindakan-tindakan tersebut (demo)," katanya.
Namun upaya penyelesaian masalah melalui jalur hukum belum dilakukan oleh para nasabah.
"Kita sudah tidak punya dana untuk menyewa pengacara, itu nanti saja dilakukannya namun yang jelas bagaimana kita mendesak mereka (manajemen) untuk segera mengembalikan dana kita. Dan tidak lupa kepada pihak regulator yang mendukung kita," tuturnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bakrie Life diketahui tidak bisa membayar dana nasabah yang jatuh tempo hampir senilai Rp 400 miliar.
Manajemen memang mengakui dapat melunasi dana nasabah dengan mekanisme pembayaran sebesar 1 persen perbulan dana para nasabah. Namun hal tersebut tidak disepakati oleh para nasabah karena memang jangka waktu yang sangat lama.
Kasus tersebut telah berlangsung sejak tahun 2008 dan hingga kini masih belum menemukan jalan keluar.
(dru/dro)
"Manajemen Bakrie Life penipu, kita dijanjikan pihak manajemen setelah lebaran akan diadakan pertemuan khusus yang membahas dana kita, namun sampai saat ini kita belum mendapatkan kabar," ujar seorang nasabah yang tidak ingin disebutkan namanya ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Kamis (24/09/2009).
Ia menjelaskan, sampai dengan pertemuan terakhir kurang lebih tiga minggu lalu, para nasabah memang belum mendapatkan kepastian kapan dana mereka akan dibayarkan.
"Belum ada kesepakatan tentang mekanisme kepastian pengembalian dana kita, karena mereka meminta dibayarkan satu persen perbulan. Itu konyol dan tidak mungkin karena memakan waktu yang cukup lama," ucapnya.
Nasabah asal Jakarta ini menuturkan akan siap kembali melakukan orasi dengan berdemo bersama nasabah-nasabah lainnya di kantor pusat Bakrie Life dan di kantor Bapepam-LK selaku regulator yang mengawasi perasuransian dalam waktu dekat.
"Sampai kita mendapatkan kejelasan, maka kita akan terus melakukan tindakan-tindakan tersebut (demo)," katanya.
Namun upaya penyelesaian masalah melalui jalur hukum belum dilakukan oleh para nasabah.
"Kita sudah tidak punya dana untuk menyewa pengacara, itu nanti saja dilakukannya namun yang jelas bagaimana kita mendesak mereka (manajemen) untuk segera mengembalikan dana kita. Dan tidak lupa kepada pihak regulator yang mendukung kita," tuturnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bakrie Life diketahui tidak bisa membayar dana nasabah yang jatuh tempo hampir senilai Rp 400 miliar.
Manajemen memang mengakui dapat melunasi dana nasabah dengan mekanisme pembayaran sebesar 1 persen perbulan dana para nasabah. Namun hal tersebut tidak disepakati oleh para nasabah karena memang jangka waktu yang sangat lama.
Kasus tersebut telah berlangsung sejak tahun 2008 dan hingga kini masih belum menemukan jalan keluar.
(dru/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
