BI Diimbau Jangan Terlalu Agresif Turunkan BI Rate
Kamis, 24/09/2009 18:17 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Bank Indonesia (BI) diimbau jangan terlalu agresif dalam menurunkan tingkat suku bunga acuannya (BI Rate). Selisih antara level BI Rate dengan proyeksi inflasi harus dijaga guna mencegah perubahan-perubahan yang terlalu cepat.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Schroder Invesment Management Indonesia Michael Tjoajadi di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta Kamis (24/9/2009).
Menurut Michael, pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat memang peluang bagus bagi BI menurunkan tingkat BI Rate. Proyeksi terkini menyebutkan, inflasi tahun 2009 bakal berkisar di level 5%. Hal membuat BI konfidens menurunkan BI Rate hingga saat ini bertengger di level 6,5%.
Namun ia mengingatkan, BI tetap harus memperhitungkan proyeksi inflasi pada tahun 2010. Sebagai catatan, level BI Rate tidak boleh berada di bawah angka inflasi. Sementara, proyeksi terkini membuka kemungkinan inflasi tahun 2010 bakal meningkat dari perkiraan tahun 2009.
"BI janganlah terlalu agresif menurunkan BI rate, karena tahun depan barang komoditas akan naik, barang jadipun akan naik. Jika sudah begitu, inflasi akan mengikuti. Apalagi harga komoditi seperti minyak mentah dan CPO diperkirakan bakal naik dan akan mendorong kenaikan harga barang jadi. Ini akan mendorong inflasi meningkat," jelasnya.
Nah, menurut Michael, kalau BI terlalu agresif menurunkan BI Rate dan menyisakan selisih yang tipis dengan level inflasi, bisa-bisa BI harus kembali menaikkan level BI Rate jika ternyata terbukti angka inflasi akan meningkat di 2010.
"Jika selisih antara suku bunga inflasi dan BI Rate menipis, akan menekan BI Rate itu sendiri. Sebaiknya BI jangan terlalu agresif menurunkan suku bunganya. Jika tahun depan inflasi naik, maka BI tidak harus menaikkan buru2 BI rate-nya. karena masih ada jarak (spread) yang cukup," jelas Michael.
(dro/dro)
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Schroder Invesment Management Indonesia Michael Tjoajadi di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta Kamis (24/9/2009).
Menurut Michael, pemulihan ekonomi Indonesia secara cepat memang peluang bagus bagi BI menurunkan tingkat BI Rate. Proyeksi terkini menyebutkan, inflasi tahun 2009 bakal berkisar di level 5%. Hal membuat BI konfidens menurunkan BI Rate hingga saat ini bertengger di level 6,5%.
Namun ia mengingatkan, BI tetap harus memperhitungkan proyeksi inflasi pada tahun 2010. Sebagai catatan, level BI Rate tidak boleh berada di bawah angka inflasi. Sementara, proyeksi terkini membuka kemungkinan inflasi tahun 2010 bakal meningkat dari perkiraan tahun 2009.
"BI janganlah terlalu agresif menurunkan BI rate, karena tahun depan barang komoditas akan naik, barang jadipun akan naik. Jika sudah begitu, inflasi akan mengikuti. Apalagi harga komoditi seperti minyak mentah dan CPO diperkirakan bakal naik dan akan mendorong kenaikan harga barang jadi. Ini akan mendorong inflasi meningkat," jelasnya.
Nah, menurut Michael, kalau BI terlalu agresif menurunkan BI Rate dan menyisakan selisih yang tipis dengan level inflasi, bisa-bisa BI harus kembali menaikkan level BI Rate jika ternyata terbukti angka inflasi akan meningkat di 2010.
"Jika selisih antara suku bunga inflasi dan BI Rate menipis, akan menekan BI Rate itu sendiri. Sebaiknya BI jangan terlalu agresif menurunkan suku bunganya. Jika tahun depan inflasi naik, maka BI tidak harus menaikkan buru2 BI rate-nya. karena masih ada jarak (spread) yang cukup," jelas Michael.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
