Kasus Bailout Century
Kualitas Pengawasan BI Diragukan
Jumat, 25/09/2009 12:38 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Besarannya dana yang disuntikkan kepada Bank Century yang nilainya mencapai Rp 6,7 triliun menimbulkan pertanyaan seputar kualitas pengawasan dari Bank Indonesia (BI) kepada perbankan.
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution mengatakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Mantan Gubernur BI Boediono saat pemanggilan oleh BPK mengatakan perlunya perbaikan kualitas pemeriksaan bank oleh BI.
"Mereka (Sri Mulyani dan Boediono) sudah concern bahwa kualitas pemeriksaan bank kita harus diperbaiki. Mereka juga concern soal keterlambatan data. Menkeu terutama bilang apakah data yang diberikan akurat dan on time," kata Anwar saat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (25/9/2009).
Anwar mengatakan, BPK juga menyelidiki bagaimana sebenarnya proses penanganan bank bermasalah yang dilakukan oleh BI. "Apakah LPS punya akses informasi atau dia tergantung sepenuhnya pada BI. Atau BI merupakan satu-satunya monopoli dalam hal sumber informasi. Kalau sumber informasi monopoli, bahaya. Ini yang kita cek," tuturnya.
BPK juga akan memeriksa apakah data-data yang dikeluarkan BI sebagai pengawas perbankan akurat. "Itu yang kita cek sebagai bagian dari tugas auditor," tegasnya.
Ditegaskan Anwar, Bank Century sejak lahir sudah bermasalah, bahkan dikatakannya sudah cacat sejak lahir yaitu sejak 2004.
"Tapi kenapa dia bisa terus melanggar aturan. "Kenapa ada uang yang ditilep US$18 juta. Apakah betul bank ini amblas karena krisis gobal apa kelakuannya sendiri, jangan dicampuradukan," tandasnya.
Dilanjutkan Anwar dirinya tak habis pikir untuk menangani bank kecil seperti Century diperlukan dana yang sangat besar yaitu Rp 6,7 triliun.
"Apa yang terjadi pada bank ini sebetulnya. Apa ada prosedur dalam penanganan bank bermasalah ini. Sekarang kan baru bank kecil tapi sudah negeluarin ongkos begtu besar. Bagaimana kalau nanti bank besar. Kita ke G20 mau reformasi global, tapi Century saja belum beres, malulah kita," paparnya.
(dnl/dnl)
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution mengatakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Mantan Gubernur BI Boediono saat pemanggilan oleh BPK mengatakan perlunya perbaikan kualitas pemeriksaan bank oleh BI.
"Mereka (Sri Mulyani dan Boediono) sudah concern bahwa kualitas pemeriksaan bank kita harus diperbaiki. Mereka juga concern soal keterlambatan data. Menkeu terutama bilang apakah data yang diberikan akurat dan on time," kata Anwar saat ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (25/9/2009).
Anwar mengatakan, BPK juga menyelidiki bagaimana sebenarnya proses penanganan bank bermasalah yang dilakukan oleh BI. "Apakah LPS punya akses informasi atau dia tergantung sepenuhnya pada BI. Atau BI merupakan satu-satunya monopoli dalam hal sumber informasi. Kalau sumber informasi monopoli, bahaya. Ini yang kita cek," tuturnya.
BPK juga akan memeriksa apakah data-data yang dikeluarkan BI sebagai pengawas perbankan akurat. "Itu yang kita cek sebagai bagian dari tugas auditor," tegasnya.
Ditegaskan Anwar, Bank Century sejak lahir sudah bermasalah, bahkan dikatakannya sudah cacat sejak lahir yaitu sejak 2004.
"Tapi kenapa dia bisa terus melanggar aturan. "Kenapa ada uang yang ditilep US$18 juta. Apakah betul bank ini amblas karena krisis gobal apa kelakuannya sendiri, jangan dicampuradukan," tandasnya.
Dilanjutkan Anwar dirinya tak habis pikir untuk menangani bank kecil seperti Century diperlukan dana yang sangat besar yaitu Rp 6,7 triliun.
"Apa yang terjadi pada bank ini sebetulnya. Apa ada prosedur dalam penanganan bank bermasalah ini. Sekarang kan baru bank kecil tapi sudah negeluarin ongkos begtu besar. Bagaimana kalau nanti bank besar. Kita ke G20 mau reformasi global, tapi Century saja belum beres, malulah kita," paparnya.
(dnl/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
