Biaya Ganti Nama Bank Century Telan Rp 1,8 Miliar
Jumat, 25/09/2009 12:52 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Bank Century (Century) yang akan segera mengubah namanya pada awal Oktober 2009 nanti menjadi Bank Mutiara, dan rencana tersebut menelan dana sebesar Rp 1,8 miliar.
Demikian dikatakan oleh Direktur Bank Century, Benny Purnomo ketika ditemui di Kawasan Plasa Senayan, Jakarta, Jumat (25/09/2009).
"Proses penggantian nama ini (rebranding ) menghabiskan dana hanya Rp 1,8 miliar. Itu tidak memakan dana besar," ujar Benny.
Ia mengatakan, proses rebranding tersebut dilakukan manajemen baru yang memang sudah direncanakan dalam Business Plan setelah di ambil alih oleh LPS pada bulan November 2008 lalu.
"Ini sudah menjadi rencana kita, dan pada bulan Oktober nanti akan direalisasikan," jelasnya.
Ia menjelaskan ada tiga fase tahapan setelah penyelamatan Bank Century oleh pemerintah. "Ada tiga fase, yakni survival pada bulan Februari 2009 dan sudah kita lakukan, kemudian building the foundation dan focussing business di tahun depan," jelasnya.
Dikatakannya, proses rebranding ini merupakan bagian dari fase kedua yaitu Building The Foundation yang akan dilakukan sampai dengan bulan Desember 2009.
Saat ini, lanjut Benny, Bank Century sudah tumbuh dengan baik, bulan Agustus 2009, total aset Bank Century dari Desember 2008 Rp 5,5 triliun menjadi Rp 6,9 triliun.
"Untuk kredit memang agak turun dari dari Rp 4,7 triliun pada Desember 2008 menjadi Rp 4,4 triliun pada Agustus 2009. Itu karena ada pelunasan kredit macet sebelum pengambilan. Dan ada restrukturisasi, namun membuat neraca kami hasilnya bagus," tuturnya.
Selain itu untuk dana pihak ketiga (DPK) sangat tumbuh menggembirakan. Benny mengatakan, dana masyarakat dari Desember 2008 Rp 5,1 triliun menjadi Rp 5,9 triliun pada Agustus 2009.
Sampai dengan Agustus juga, Benny menjelaskan, kredit baru juga dilepas Rp 700 miliar. "Karena bank normal itu dinilai dari kenaikan DPK dan pengucuran kredit baru," jelasnya.
Mengenai dana nasabah yang turun pada bulan September 2009 kemarin, Benny menjelaskan hal tersebut merupakan hal biasa menjelang lebaran.
"Sampai dengan bulan September 2009, DPK tercatat sebesar Rp 460 miliar. Kemarin itu memang terjadi penurunan sebesar Rp 450 miliar karena penarikan nasabah untuk Tunjangan Hari Raya (THR), dan banyak nasabah-nasabah bayar utang ini bukan karena isu di koran. Murni operasional," jelasnya.
Selain itu, Benny menjelaskan, dana suntikan LPS, sebesar Rp 6,7 triliun tidak habis digunakan begitu saja. "Sekitar Rp 2 triliun masih ada di SUN," katanya.
(dru/dnl)
Demikian dikatakan oleh Direktur Bank Century, Benny Purnomo ketika ditemui di Kawasan Plasa Senayan, Jakarta, Jumat (25/09/2009).
"Proses penggantian nama ini (rebranding ) menghabiskan dana hanya Rp 1,8 miliar. Itu tidak memakan dana besar," ujar Benny.
Ia mengatakan, proses rebranding tersebut dilakukan manajemen baru yang memang sudah direncanakan dalam Business Plan setelah di ambil alih oleh LPS pada bulan November 2008 lalu.
"Ini sudah menjadi rencana kita, dan pada bulan Oktober nanti akan direalisasikan," jelasnya.
Ia menjelaskan ada tiga fase tahapan setelah penyelamatan Bank Century oleh pemerintah. "Ada tiga fase, yakni survival pada bulan Februari 2009 dan sudah kita lakukan, kemudian building the foundation dan focussing business di tahun depan," jelasnya.
Dikatakannya, proses rebranding ini merupakan bagian dari fase kedua yaitu Building The Foundation yang akan dilakukan sampai dengan bulan Desember 2009.
Saat ini, lanjut Benny, Bank Century sudah tumbuh dengan baik, bulan Agustus 2009, total aset Bank Century dari Desember 2008 Rp 5,5 triliun menjadi Rp 6,9 triliun.
"Untuk kredit memang agak turun dari dari Rp 4,7 triliun pada Desember 2008 menjadi Rp 4,4 triliun pada Agustus 2009. Itu karena ada pelunasan kredit macet sebelum pengambilan. Dan ada restrukturisasi, namun membuat neraca kami hasilnya bagus," tuturnya.
Selain itu untuk dana pihak ketiga (DPK) sangat tumbuh menggembirakan. Benny mengatakan, dana masyarakat dari Desember 2008 Rp 5,1 triliun menjadi Rp 5,9 triliun pada Agustus 2009.
Sampai dengan Agustus juga, Benny menjelaskan, kredit baru juga dilepas Rp 700 miliar. "Karena bank normal itu dinilai dari kenaikan DPK dan pengucuran kredit baru," jelasnya.
Mengenai dana nasabah yang turun pada bulan September 2009 kemarin, Benny menjelaskan hal tersebut merupakan hal biasa menjelang lebaran.
"Sampai dengan bulan September 2009, DPK tercatat sebesar Rp 460 miliar. Kemarin itu memang terjadi penurunan sebesar Rp 450 miliar karena penarikan nasabah untuk Tunjangan Hari Raya (THR), dan banyak nasabah-nasabah bayar utang ini bukan karena isu di koran. Murni operasional," jelasnya.
Selain itu, Benny menjelaskan, dana suntikan LPS, sebesar Rp 6,7 triliun tidak habis digunakan begitu saja. "Sekitar Rp 2 triliun masih ada di SUN," katanya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:30 WIB
Wah! Uang Perjalanan Dinas Dipakai PNS Untuk Tambahan THR
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
