detikfinance

Subsidi Pupuk Susut, HPP Beras Wajib Naik

Suhendra - detikfinance
Senin, 28/09/2009 13:55 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Susutnya anggaran subsidi pupuk pada tahun 2010 menjadi hanya Rp 11,3 triliun dari tahun ini berkisar Rp 17 triliun,harus diimbangi dengan kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk beras/gabah petani minimal 10%. Jika tidak maka para petani akan semakin tertekan terlebih ancaman El Nino pada tahun depan.

Demikian disampaikan oleh anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perum Bulog Kaman Nainggolan dalam acara halal bihalal di kantor Bulog, Senin (28/9/2009).

"HPP itu sudah seharusnya naik 10% minimal, itu belum dimakan inflasi," katanya.

Pada tahun ini, HPP Gabah Kering Panen (GKP) mencapai Rp 2.400 per kg,  Gabah Kering Giling (GKG)  Rp 3.000 per kg dan  beras Rp 4.600 per kg. Diharapkan dengan adanya kenaikan minimal 10% ditambah tingkat inflasi, maka tekanan terhadap petani pada tahun depan akibat naiknya ongkos produksi karena harga pupuk naik akibat susutnya subsidi pupuk dapat dikurangi.

"Kita harapkan dengan demikian petani bisa mencapai tingkat keuntungan usaha petani yang wajar kita ambil dari 30% (margin) per hektarnya," ucapnya.

Ia menegaskan subsidi pupuk harus tetap ada, jika  pun ada pengurangan maka hal itu harus dikompensasi oleh upaya peningkatan infrastruktur pertanian di pedesaan seperti jalan, irigasi dan lain-lain.

"Makanya HPP harus disesuaikan secara proporsional dengan kenaikan harga pupuk," serunya.

Dengan demikian margin petani  tidak melorot tajam atau paling tidak, bisa stabil dari margin 30% yang diharapkan, karena umumnya para petani di Indonesia memiliki lahan yang sedikit, margin 30% cukup mengimbangi pendapatan riil petani.

Biasanya HPP beras/gabah baru akan dikeluarkan oleh pemerintah setiap awal tahun dengan mempertimbangkan inflasi, bahkan lebih jauh lagi harus dipertimbangkan pula kenaikan harga pupuk.



(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.