Subsidi Raskin 2010, Menggantung di Dua Bulan Terakhir
Senin, 28/09/2009 16:44 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Keterbatasan anggaran subsidi beras miskin (raskin) tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 11,655 triliun diperkirakan hanya akan mencukupi penyaluran raskin hingga bulan Oktober. Untuk itu Komisi IV DPR dan Perum Bulog sepakat untuk melakukan pendekatan APBN-P 2010 untuk menutupi kekurangan anggaran raskin hingga Rp 1,7 triliun.
Hasil kesimpulan rapat dengar pendapat Komisi IV dan Perum Bulog berhasil mementahkan kembali ketetapan panitia anggaran mengenai rancangan anggaran raskin 2010. Rapat memutuskan pemberian raskin tetap diberikan 12 bulan dengan sasaran 17,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan alokasi 15 kg per bulan (sebelumnya panggar menetapkan 13 kg saja).
Selain itu juga disepakati Harga Pembelian Pemerintah (HPB) Rp 5913,5 per kg, dengan nilai subsidi senilai Rp 4313,5 per kg dan harga jual yang tetap pada angka Rp 1600 per Kg.
"Kekurangan subsidi akan dialokasikan pada APBN-P 2010," demikian hasil kesimpulan rapat kata anggota DPR-RI Komisi IV Bomer Pasaribu, Senin (28/9/2009).
Peluang masih menggantungnya pemberian raskin di dua bulan terakhir 2010 masih sangat mungkin, karena sangat tergantung realisasi APBN-P 2010. Sedangkan jika tidak ada APBN-P, raskin 2010 kemungkinan hanya menggantung 10 bulan saja alias menyisakan 2 bulan dari target durasi 12 bulan.
"Jadi jangan ada anggapan tidak adanya anggaran di APBN-P 2010," katanya.
Sementara itu Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan, bahwa pihaknya mendukung keinginan komisi IV yang menghendaki upaya menambal kekurangan subsidi raskin sebesar Rp 1,7 triliun dipecahkan dengan adanya APBN-P 2010. Meskipun kata dia, besaran defisit tersebut berpotensi membengkak jika harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras dan gabah pada 2010 naik menyusul besaran inflasi dan kenaikan harga pupuk.
"Di DPR baru nanti perjuangan kita adalah membuka peluang APBN-P 2010, sesuai dengan suara komisi IV DPR," kata Mustafa.
Komisi IV DPR-RI juga menyetujui tambahan stok cadangan beras pemerintah minimal 500.000 ton senilai Rp 2,925 triliun sebagai antisipasi ancaman El Nino di tahun 2010.
(hen/ang)
Hasil kesimpulan rapat dengar pendapat Komisi IV dan Perum Bulog berhasil mementahkan kembali ketetapan panitia anggaran mengenai rancangan anggaran raskin 2010. Rapat memutuskan pemberian raskin tetap diberikan 12 bulan dengan sasaran 17,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan alokasi 15 kg per bulan (sebelumnya panggar menetapkan 13 kg saja).
Selain itu juga disepakati Harga Pembelian Pemerintah (HPB) Rp 5913,5 per kg, dengan nilai subsidi senilai Rp 4313,5 per kg dan harga jual yang tetap pada angka Rp 1600 per Kg.
"Kekurangan subsidi akan dialokasikan pada APBN-P 2010," demikian hasil kesimpulan rapat kata anggota DPR-RI Komisi IV Bomer Pasaribu, Senin (28/9/2009).
Peluang masih menggantungnya pemberian raskin di dua bulan terakhir 2010 masih sangat mungkin, karena sangat tergantung realisasi APBN-P 2010. Sedangkan jika tidak ada APBN-P, raskin 2010 kemungkinan hanya menggantung 10 bulan saja alias menyisakan 2 bulan dari target durasi 12 bulan.
"Jadi jangan ada anggapan tidak adanya anggaran di APBN-P 2010," katanya.
Sementara itu Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan, bahwa pihaknya mendukung keinginan komisi IV yang menghendaki upaya menambal kekurangan subsidi raskin sebesar Rp 1,7 triliun dipecahkan dengan adanya APBN-P 2010. Meskipun kata dia, besaran defisit tersebut berpotensi membengkak jika harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras dan gabah pada 2010 naik menyusul besaran inflasi dan kenaikan harga pupuk.
"Di DPR baru nanti perjuangan kita adalah membuka peluang APBN-P 2010, sesuai dengan suara komisi IV DPR," kata Mustafa.
Komisi IV DPR-RI juga menyetujui tambahan stok cadangan beras pemerintah minimal 500.000 ton senilai Rp 2,925 triliun sebagai antisipasi ancaman El Nino di tahun 2010.
(hen/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
