Tempatkan Rp 2 Triliun di SUN, Century Langgar Aturan
Senin, 28/09/2009 17:31 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Tindakan yang dilakukan oleh manajemen Bank Century untuk menginvestasikan sisa dana bailout Rp 2 triliun pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) dianggap melanggar aturan, seharusnya dana tersebut kembali ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2009).
"Sebenarnya kelebihan dana rekap harus dikembalikan, jika tidak itu merupakan pelanggaran," kata Dradjad.
Menurut Dradjad jika memang LPS sendiri selaku pemegang saham yang menaruh dana itu lewat Century di SUN ataupun SBI itu tidak masalah. "Namun jika digunakan untuk mencari untung, manajemen Century tidak boleh, karena itu duit negara," tegasnya.
Selain itu, Dradjad menyampaikan DPR mengindikasikan ketidakpuasan terhadap hasil laporan audit sementara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penyelamatan Bank Century.
"Jika memang laporan BPK tidak memaparkan tentang aliran dana bailout oleh LPS kepada manajemen Century yang mencapai Rp 6,7 triliun maka ada indikasi nanti di Badan Musyawarah (Bamus) akan mengambil sebuah sikap tidak puas," ujarnya.
Dikatakan Dradjad, jika DPR tidak puas terhadap hasil laporan interim tersebut maka pihaknya bisa meminta BPK untuk kembali melakukan pemeriksaan hingga DPR puas.
"Intinya kita ingin mengetahui aliran dana tersebut, itu saja. Dipakai untuk apa dan apakah ada indikasi penyimpangan," jelasnya.
Sebenarnya, lanjut Dradjad, tidak ada masalah jika BPK memeriksa aliran dana tersebut. "Ini bukan kerahasiaan bank, karena memang bukan data para deposannya dan rekening deposannya yang kita minta. Hanya sebatas aliran dana saja," ujar Dradjad.
Ia menambahkan, pemeriksaan kali ini memang terlalu fokus di BI saja dan jika memang tidak puas DPR akan meminta verifikasi aset lagi.
(dru/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2009).
"Sebenarnya kelebihan dana rekap harus dikembalikan, jika tidak itu merupakan pelanggaran," kata Dradjad.
Menurut Dradjad jika memang LPS sendiri selaku pemegang saham yang menaruh dana itu lewat Century di SUN ataupun SBI itu tidak masalah. "Namun jika digunakan untuk mencari untung, manajemen Century tidak boleh, karena itu duit negara," tegasnya.
Selain itu, Dradjad menyampaikan DPR mengindikasikan ketidakpuasan terhadap hasil laporan audit sementara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penyelamatan Bank Century.
"Jika memang laporan BPK tidak memaparkan tentang aliran dana bailout oleh LPS kepada manajemen Century yang mencapai Rp 6,7 triliun maka ada indikasi nanti di Badan Musyawarah (Bamus) akan mengambil sebuah sikap tidak puas," ujarnya.
Dikatakan Dradjad, jika DPR tidak puas terhadap hasil laporan interim tersebut maka pihaknya bisa meminta BPK untuk kembali melakukan pemeriksaan hingga DPR puas.
"Intinya kita ingin mengetahui aliran dana tersebut, itu saja. Dipakai untuk apa dan apakah ada indikasi penyimpangan," jelasnya.
Sebenarnya, lanjut Dradjad, tidak ada masalah jika BPK memeriksa aliran dana tersebut. "Ini bukan kerahasiaan bank, karena memang bukan data para deposannya dan rekening deposannya yang kita minta. Hanya sebatas aliran dana saja," ujar Dradjad.
Ia menambahkan, pemeriksaan kali ini memang terlalu fokus di BI saja dan jika memang tidak puas DPR akan meminta verifikasi aset lagi.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
