Sri Mulyani Pasrah Tunggu Audit BPK Soal Century
Selasa, 29/09/2009 13:17 WIB
Foto: Depkeu
Jakarta - Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani mengaku pasrah menunggu hasil audit investigatif yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap bailout Bank Century yang memakan dana Rp 6,7 triliun.
"Kinerja saya yang lihat kalian dan orang lain, ini melalui proses saja. Bahwa kejadian yang terjadi November 2008 (bailout Century) lalu sudah dijelaskan ketika mereka (BPK) minta penjelasan. Kita sudah memberikan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (29/9/2009).
Sri Mulyani mengatakan dirinya belum mengetahui bagaimana hasil pemeriksaan sementara BPK terhadap Bank Century yang sudah diberikan kepada DPR. "Saya belum baca, saya kan belum menerima atau tidak akan menerima," ujarnya.
Selama ini kasus bailout Bank Century mencuat, DPR mempertanyakan kebijakan penyelamatan Century yang menelan biaya hingga Rp 6,7 triliun tersebut. Pemerintah banyak dikritik terhadap proses penyelamatan tersebut sehingga DPR meminta BPK melakukan audit investigatif.
"Kita menjalankan sesuai kewenangan perundang-undangan yang ada. Kalau kita tidak sama-sama melihat laporannya, menganalisanya, dan melihat aspek apa saja apa yang jadi pertimbangannya saya tidak dapat komentar," tuturnya.
"Ya biarkanlah BPK menyelesaikan dulu. Kan seperti yang saya katakan kemarin kalau ada apapun bahan tentunya disampaikan dengan baik-baik saja. Melalui laporan yang baik-baik. Kalau disampai-sampaikan menurut saya tidak sesuai dengan etika," tandasnya.
(dnl/qom)
"Kinerja saya yang lihat kalian dan orang lain, ini melalui proses saja. Bahwa kejadian yang terjadi November 2008 (bailout Century) lalu sudah dijelaskan ketika mereka (BPK) minta penjelasan. Kita sudah memberikan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (29/9/2009).
Sri Mulyani mengatakan dirinya belum mengetahui bagaimana hasil pemeriksaan sementara BPK terhadap Bank Century yang sudah diberikan kepada DPR. "Saya belum baca, saya kan belum menerima atau tidak akan menerima," ujarnya.
Selama ini kasus bailout Bank Century mencuat, DPR mempertanyakan kebijakan penyelamatan Century yang menelan biaya hingga Rp 6,7 triliun tersebut. Pemerintah banyak dikritik terhadap proses penyelamatan tersebut sehingga DPR meminta BPK melakukan audit investigatif.
"Kita menjalankan sesuai kewenangan perundang-undangan yang ada. Kalau kita tidak sama-sama melihat laporannya, menganalisanya, dan melihat aspek apa saja apa yang jadi pertimbangannya saya tidak dapat komentar," tuturnya.
"Ya biarkanlah BPK menyelesaikan dulu. Kan seperti yang saya katakan kemarin kalau ada apapun bahan tentunya disampaikan dengan baik-baik saja. Melalui laporan yang baik-baik. Kalau disampai-sampaikan menurut saya tidak sesuai dengan etika," tandasnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
