Geodipa Jadi BUMN di Akhir 2009
Selasa, 29/09/2009 13:59 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - PT Geodipa Energi, anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina (persero) yang bergerak dibidang panas bumi ditargetkan akan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang panas bumi pada akhir tahun ini.
"Geodipa diminta pemerintah untuk menjadi BUMN di bidang panas bumi. Diharapkan akhir tahun ini," ujar Praktimia Semiawan usai acara penandatangan kredit sebesar US$ 103 juta dengan BNI di Gedung Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (29/9/2009).
Ia menyatakan, tujuan Geo Dipa Energi dijadikan BUMN yaitu supaya memfokuskan diri pada pengembangan panas bumi di Indonesia, termasuk juga masalah pendanaan aksi korporasinya.
"Masalah terpentingkan pendanaan. Sebenarnya yang mau danain banyak, namun saking banyaknya sulit terkoordinir. Jika Geo Dipa jadi BUMN maka itu bisa lebih tertampung," jelasnya.
Praktimia menjelaskan, jika Geo Dipa dijadikan BUMN maka pemerintah harus mengambil alih 55 persen saham baik dari Pertamina maupun PLN. Saat ini, Pertamina memiliki 67 persen saham Geo Dipa Energi, sementara sisanya dimiliki PLN dengan equity (modal) Rp 1,4 triliun dan total aset sekitar Rp 1,6 triliun.
"Itu ada mekanisme dan aturannya, yang mengurusnya kantor BUMN," tandasnya.
PT Geodipa Energi merupakan perusahaan yang dimiliki oleh PLN dan Pertamina yang berdiri sejak 2002 bergerak dalam bidang usaha Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. Saat ini, perseroan mengelola proyek PLTP di Dieng dan Patuha. Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djali, energi panas bumi menjadi industri strategis yang mendatangkan sumber pendanaan besar. Namun dibalik keunggulan industri ini di masa datang, terdapat masalah pada pembukaan lahan yang sulit dilakukan.
Hal ini menjadi kendala yang cukup serius bagi peningkatan industri panas bumi. Ini terkait dengan banyaknya lahan yang terpantau sebagai sumber panas bumi, terletak di kawasan konservasi.
"Ada kendala, khususnya banyak lahan yang potensial menghasilkan panas bumi terletak di hutan lindung," kata Sofyan.
Selain lahan berada di hutang lindung, ada pula kawasan yang berpotensi menghasilkan panas bumi, terletak di pemukiman penduduk. Ini yang terjadi pada proyek PLTPB Unit I Dieng.
Menurut Sofyan, kendala lahan dapat teratasi jika Geodipa Energy berubah menjadi BUMN. "Mudah-mudahan jika Geodipa sudah menjadi BUMN, maka masalah ini dapat teratasi," katanya.
(epi/ang)
"Geodipa diminta pemerintah untuk menjadi BUMN di bidang panas bumi. Diharapkan akhir tahun ini," ujar Praktimia Semiawan usai acara penandatangan kredit sebesar US$ 103 juta dengan BNI di Gedung Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (29/9/2009).
Ia menyatakan, tujuan Geo Dipa Energi dijadikan BUMN yaitu supaya memfokuskan diri pada pengembangan panas bumi di Indonesia, termasuk juga masalah pendanaan aksi korporasinya.
"Masalah terpentingkan pendanaan. Sebenarnya yang mau danain banyak, namun saking banyaknya sulit terkoordinir. Jika Geo Dipa jadi BUMN maka itu bisa lebih tertampung," jelasnya.
Praktimia menjelaskan, jika Geo Dipa dijadikan BUMN maka pemerintah harus mengambil alih 55 persen saham baik dari Pertamina maupun PLN. Saat ini, Pertamina memiliki 67 persen saham Geo Dipa Energi, sementara sisanya dimiliki PLN dengan equity (modal) Rp 1,4 triliun dan total aset sekitar Rp 1,6 triliun.
"Itu ada mekanisme dan aturannya, yang mengurusnya kantor BUMN," tandasnya.
PT Geodipa Energi merupakan perusahaan yang dimiliki oleh PLN dan Pertamina yang berdiri sejak 2002 bergerak dalam bidang usaha Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. Saat ini, perseroan mengelola proyek PLTP di Dieng dan Patuha. Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djali, energi panas bumi menjadi industri strategis yang mendatangkan sumber pendanaan besar. Namun dibalik keunggulan industri ini di masa datang, terdapat masalah pada pembukaan lahan yang sulit dilakukan.
Hal ini menjadi kendala yang cukup serius bagi peningkatan industri panas bumi. Ini terkait dengan banyaknya lahan yang terpantau sebagai sumber panas bumi, terletak di kawasan konservasi.
"Ada kendala, khususnya banyak lahan yang potensial menghasilkan panas bumi terletak di hutan lindung," kata Sofyan.
Selain lahan berada di hutang lindung, ada pula kawasan yang berpotensi menghasilkan panas bumi, terletak di pemukiman penduduk. Ini yang terjadi pada proyek PLTPB Unit I Dieng.
Menurut Sofyan, kendala lahan dapat teratasi jika Geodipa Energy berubah menjadi BUMN. "Mudah-mudahan jika Geodipa sudah menjadi BUMN, maka masalah ini dapat teratasi," katanya.
(epi/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
