BEI Kaji Cabut Suspensi AGRO
Selasa, 29/09/2009 17:05 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengkaji kemungkinan membuka suspensi saham PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO). BEI masih mempelajari struktur rights issue AGRO sebesar Rp 104,1 miliar.
"Nanti kalau mereka memberi gambaran jelas mengenai arah perkembangan bisnis dan struktur pemegang sahamnya kita bisa evaluasi dan pertimbangkan untuk membuka suspensi," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (29/9/2009).
AGRO disuspensi sejak merger Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) akhir 2007 silam. Suspensi dilakukan karena penawaran umum AGRO tidak dilakukan pada publik.
Ketika itu, emiten yang tercatat di BES wajar tidak melakukan penawaran umum kepada publik melainkan kepada pemegang saham tertentu saja. AGRO merupakan bekas emiten yang tercatat BES.
Saat BEJ dan BES merger, mekanisme seperti itu tidak diperkenankan. Itulah sebabnya, AGRO bersama sejumlah saham lainnya yang hanya menawarkan saham perdananya kepada investor tertentu terkena suspensi.
AGRO berencana melaksanakan rights issue setelah melangsungkan RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 Oktober 2009. Persweroan menargetkan dana sebesar Rp 104,1 miliar melalui aksi ini.
Setiap pemegang saham yang memiliki sedikitnya 160 saham yang tercatat pada tanggal 11 November 2009 mempunyai 69 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 Saham Biasa Atas Nama yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.
Setiap pelaksanaan 2 HMETD dalam rangka membeli 2 saham yang ditawarkan dalam right issue tersebut maka akan memperoleh 1 Waran Seri I secara cuma-cuma, di mana 1 waran dapat digunakan untuk membeli Saham Biasa Atas Nama bernominal Rp 100 dengan harga pelaksanaan RP 130. Periode pelaksanaan waran mulai tanggal 13 Mei 2010 hingga 13 Mei 2011.
Dengan demikian, perseroan akan menerbitkan Waran Seri I sebanyak 520,3 juta Waran dengan total nilai yang akan diperoleh sebesar Rp 67,6 miliar.
Dengan pelaksanaan penawaran umum terbatas ini, jika pemegang saham perseroan tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru maka porsi kepemilikan sahamnya akan terdilusi sampai maksimum sebesar 30,25 persen.
(dro/dnl)
"Nanti kalau mereka memberi gambaran jelas mengenai arah perkembangan bisnis dan struktur pemegang sahamnya kita bisa evaluasi dan pertimbangkan untuk membuka suspensi," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (29/9/2009).
AGRO disuspensi sejak merger Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) akhir 2007 silam. Suspensi dilakukan karena penawaran umum AGRO tidak dilakukan pada publik.
Ketika itu, emiten yang tercatat di BES wajar tidak melakukan penawaran umum kepada publik melainkan kepada pemegang saham tertentu saja. AGRO merupakan bekas emiten yang tercatat BES.
Saat BEJ dan BES merger, mekanisme seperti itu tidak diperkenankan. Itulah sebabnya, AGRO bersama sejumlah saham lainnya yang hanya menawarkan saham perdananya kepada investor tertentu terkena suspensi.
AGRO berencana melaksanakan rights issue setelah melangsungkan RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 Oktober 2009. Persweroan menargetkan dana sebesar Rp 104,1 miliar melalui aksi ini.
Setiap pemegang saham yang memiliki sedikitnya 160 saham yang tercatat pada tanggal 11 November 2009 mempunyai 69 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 Saham Biasa Atas Nama yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.
Setiap pelaksanaan 2 HMETD dalam rangka membeli 2 saham yang ditawarkan dalam right issue tersebut maka akan memperoleh 1 Waran Seri I secara cuma-cuma, di mana 1 waran dapat digunakan untuk membeli Saham Biasa Atas Nama bernominal Rp 100 dengan harga pelaksanaan RP 130. Periode pelaksanaan waran mulai tanggal 13 Mei 2010 hingga 13 Mei 2011.
Dengan demikian, perseroan akan menerbitkan Waran Seri I sebanyak 520,3 juta Waran dengan total nilai yang akan diperoleh sebesar Rp 67,6 miliar.
Dengan pelaksanaan penawaran umum terbatas ini, jika pemegang saham perseroan tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru maka porsi kepemilikan sahamnya akan terdilusi sampai maksimum sebesar 30,25 persen.
(dro/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
