ASEAN Siapkan Tameng Non-Tarif Produk Tekstil
Selasa, 29/09/2009 19:15 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Negara-negara ASEAN melalui federasi tekstil ASEAN (AFTEC) sepakat menyiapkan instrumen non tarif sebagai tameng terhadap serbuan produk tekstil (TPT) dari China yang merupakan potensi ancaman dari perdagangan bebas China-ASEAN.
Instrumen non tarif ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi industri TPT di negara-negara ASEAN, tidak kecuali industri TPT Indonesia yang sejak awal menghendaki penundaan penerapan perdagangan bebas China-ASEAN yang rencananya akan berlaku 2010.
"Prosedurnya harus ASEAN yang ngomong, kalau Indonesia sendiri nggak bisa. Ini kan kesepakatan regional dengan negara China," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno saat ditemui di kantor Departemen Perindustrian, Selasa (29/9/2009).
Dikatakannya langkah pembentukan tameng non tarif secara anggota ASEAN sangat penting, mengingat perjanjian perdagangan bebas kedua wilayah merupakan kesepakatan regional dengan China. Sehingga secara prosedur peninjauan kembali harus dilakukan oleh negara-negara ASEAN.
Rencananya pada tanggal 28 Oktober 2009 AFTEC akan mengadakan pertemuan di Cebu, Filipina, untuk membahas mengenai instrumen-instrumen non tarif yang bisa dilakukan dalam menghadang produk-produk TPT asal China yang terkenal sangat kompetitif. "Masalah bentuk non tarifnya kita masih belum tahu," ucapnya.
Benny menambahkan tameng ini sangat penting khususnya dalam melindungi produk industri hilir tekstil seperti garmen (pakaian jadi), kaus kaki, pakaian dalam, sapu tangan dan lain-lain yang ada di dalam negeri.
"Produk-produk tersebut banyak dihasilkan oleh industri-industri kecil yang rentan serbuan produk impor," katanya.
Seperti diketahui perdagangan bebas China-ASEAN akan berlaku efektif pada 2010 khususnya untuk kategori produk yang masuk dalam golongan normal track tahap satu seperti TPT dan produk-produk lainnya yang tarif bea masuknya mulai turun 0%.
(hen/dnl)
Instrumen non tarif ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi industri TPT di negara-negara ASEAN, tidak kecuali industri TPT Indonesia yang sejak awal menghendaki penundaan penerapan perdagangan bebas China-ASEAN yang rencananya akan berlaku 2010.
"Prosedurnya harus ASEAN yang ngomong, kalau Indonesia sendiri nggak bisa. Ini kan kesepakatan regional dengan negara China," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno saat ditemui di kantor Departemen Perindustrian, Selasa (29/9/2009).
Dikatakannya langkah pembentukan tameng non tarif secara anggota ASEAN sangat penting, mengingat perjanjian perdagangan bebas kedua wilayah merupakan kesepakatan regional dengan China. Sehingga secara prosedur peninjauan kembali harus dilakukan oleh negara-negara ASEAN.
Rencananya pada tanggal 28 Oktober 2009 AFTEC akan mengadakan pertemuan di Cebu, Filipina, untuk membahas mengenai instrumen-instrumen non tarif yang bisa dilakukan dalam menghadang produk-produk TPT asal China yang terkenal sangat kompetitif. "Masalah bentuk non tarifnya kita masih belum tahu," ucapnya.
Benny menambahkan tameng ini sangat penting khususnya dalam melindungi produk industri hilir tekstil seperti garmen (pakaian jadi), kaus kaki, pakaian dalam, sapu tangan dan lain-lain yang ada di dalam negeri.
"Produk-produk tersebut banyak dihasilkan oleh industri-industri kecil yang rentan serbuan produk impor," katanya.
Seperti diketahui perdagangan bebas China-ASEAN akan berlaku efektif pada 2010 khususnya untuk kategori produk yang masuk dalam golongan normal track tahap satu seperti TPT dan produk-produk lainnya yang tarif bea masuknya mulai turun 0%.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
