Audit Bank Century
Oknum Pengawasan BI Lakukan Pelanggaran
Selasa, 29/09/2009 20:45 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Hasil laporan sementara audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Century mengindikasikan adanya oknum di tingkat pengawasan Bank Indonesia (BI) yang melakukan pelanggaran dalam proses bailout atau penyelamatan Bank Century.
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI Harry Azhar Azis di sela rapat intern Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9/2009).
"Ada indikasi salah satu anggota abuse of power atau melakukan penyalahgunaan wewenang ada indikasi semua di tingkat pengawasan di BI. Dana Rp 6,7 triliun ada dampak yang paling strong tentang kesengajaan. Tanggal per tanggal dilaporkan dan ada landasannya," tuturnya. "Jadi ada angka tertentu dari FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) itu yang ternyata yang keluar dan itu penggunaannya mencurigakan," jelasnya.
Harry mengatakan, dari hasil laporan sementara BPK terlihat adanya kelemahan mendasar dalam pengawasan BI sehingga terjadi aksi bailout atau penyelamatan Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menelan dana Rp 6,7 triliun.
"Ada indikasi semacam kelemahan pengawasan di BI yang kita perkirakan ada kemungkinan moral hazard dan kita minta BPK dalam final report -nya memeriksa siapa-siapa yang terlibat," jelasnya.
Dikatakan Harry ada beberapa hal tidak wajar yang dilakukan Bank Century dan lepas dari pengawasan BI antara lain adalah pelanggaran aturan kecukupan modal (CAR) perbankan. "Pokoknya kita meminta supaya kemungkinannya mereka yang terlibat diawasi kok masih diberi keleluasaan melanggar aturan-aturan, jadi supaya ada investigasi lebih dalam," katanya.
Selain itu, Harry juga mengatakan dalam laporan awal ini, BPK belum menegaskan aliran dana deposan Bank Century pasca penyelamatan yang dilakukan oleh LPS. "Tapi ada indikasi aliran yang dianggap menggunakan dana pembiayaan darurat," katanya.
(dru/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi XI Harry Azhar Azis di sela rapat intern Komisi XI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9/2009).
"Ada indikasi salah satu anggota abuse of power atau melakukan penyalahgunaan wewenang ada indikasi semua di tingkat pengawasan di BI. Dana Rp 6,7 triliun ada dampak yang paling strong tentang kesengajaan. Tanggal per tanggal dilaporkan dan ada landasannya," tuturnya. "Jadi ada angka tertentu dari FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) itu yang ternyata yang keluar dan itu penggunaannya mencurigakan," jelasnya.
Harry mengatakan, dari hasil laporan sementara BPK terlihat adanya kelemahan mendasar dalam pengawasan BI sehingga terjadi aksi bailout atau penyelamatan Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menelan dana Rp 6,7 triliun.
"Ada indikasi semacam kelemahan pengawasan di BI yang kita perkirakan ada kemungkinan moral hazard dan kita minta BPK dalam final report -nya memeriksa siapa-siapa yang terlibat," jelasnya.
Dikatakan Harry ada beberapa hal tidak wajar yang dilakukan Bank Century dan lepas dari pengawasan BI antara lain adalah pelanggaran aturan kecukupan modal (CAR) perbankan. "Pokoknya kita meminta supaya kemungkinannya mereka yang terlibat diawasi kok masih diberi keleluasaan melanggar aturan-aturan, jadi supaya ada investigasi lebih dalam," katanya.
Selain itu, Harry juga mengatakan dalam laporan awal ini, BPK belum menegaskan aliran dana deposan Bank Century pasca penyelamatan yang dilakukan oleh LPS. "Tapi ada indikasi aliran yang dianggap menggunakan dana pembiayaan darurat," katanya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
