Menneg BUMN Minta PLN Audit Gardu Cawang
Rabu, 30/09/2009 13:46 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan audit investigasi terhadap peralatan di Gardu Induk Cawang menyusul terjadinya kebakaran di tempat tersebut.
Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, alat yang diduga menjadi pemicu kebakaran berada di tempat yang tertutup dan tidak banyak campur tangan manusia dalam pengoperasiannya.
"Pada laporan awal disebutkan itu masalah teknis. Tapi kita juga meminta agar dilakukan audit menyeluruh, agar kejadian sama tidak terulang dan kasus itu diketahui secara pasti apa penyebabnya," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/9/2009).
Menurutnya, yang menjadi dugaan awal terjadi kebakaran di tempat tersebut ada dua, yaitu human error atau alatnya tidak terawat dengan baik.
"Untuk sementara itu masalah teknis yang bisa terjadi dimana saja, tapi itu masih awal, saya minta dilakukan audit secara menyeluruh," ungkapnya.
Jika memang ada human error , pihaknya sudah siap untuk memberikan sangsi terhadap karyawan yang bersangkutan. Namun ia belum bisa memastikan tindakan disiplin seperti apa yang bakal diberikan.
"Tapi kalau ternyata masalah teknis, itu menjadi pelajaran agar tidak terjadi pada masa mendatang," jelasnya.
(ang/dnl)
Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, alat yang diduga menjadi pemicu kebakaran berada di tempat yang tertutup dan tidak banyak campur tangan manusia dalam pengoperasiannya.
"Pada laporan awal disebutkan itu masalah teknis. Tapi kita juga meminta agar dilakukan audit menyeluruh, agar kejadian sama tidak terulang dan kasus itu diketahui secara pasti apa penyebabnya," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/9/2009).
Menurutnya, yang menjadi dugaan awal terjadi kebakaran di tempat tersebut ada dua, yaitu human error atau alatnya tidak terawat dengan baik.
"Untuk sementara itu masalah teknis yang bisa terjadi dimana saja, tapi itu masih awal, saya minta dilakukan audit secara menyeluruh," ungkapnya.
Jika memang ada human error , pihaknya sudah siap untuk memberikan sangsi terhadap karyawan yang bersangkutan. Namun ia belum bisa memastikan tindakan disiplin seperti apa yang bakal diberikan.
"Tapi kalau ternyata masalah teknis, itu menjadi pelajaran agar tidak terjadi pada masa mendatang," jelasnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Sesi I
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
