Kelalaian BI Jadi Biang Kerok Bailout Century
Rabu, 30/09/2009 15:04 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kelalaian pengawasan perbankan oleh Bank Indonesia (BI) ditengarai sebagai penyebab kejatuhan Bank Century yang mengakibatkan pemerintah lewat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyuntikkan dana hingga Rp 6,7 triliun.
Demikian disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dan Politik Ray Rangkuti kepada detikFinance ketika ditemui dalam Diskusi Politik, Ekonomi terkait skandal Bank Century di Gedung Walhi, Jakarta, Rabu (30/09/2009).
"Awal mula kasus Bank Century sepenuhnya tanggung jawab BI. Maka sudah diprediksikan sebelumnya bahwa hasil laporan audit BPK akan mengarah kepada BI," tuturnya.
Hasil laporan interim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus bailout Bank Century yang telah dievaluasi DPR melalui Komisi XI lebih mengarah terhadap penyalahgunaan wewenang dan kelalaian pengawasan BI.
Ray menegaskan oknum-oknum BI tersebut tidak akan mengarah kepada Gubernur Bank Indonesia terdahulu dimana dipegang jabatannya oleh Boediono, karena Boediono pasti akan diselamatkan demi kepentingan politik.
"Lebih kepada staf dan oknum-oknum dibidang pengawasan, Pak Boediono pasti akan diselamatkan. Penyidikan akan dipotong hanya sampai pada bidang pengawasan," ungkapnya.
Karena, lanjut Ray, Boediono akan menjadi Wakil Presiden RI yang nantinya pasti akan diselamatkan oleh Presiden SBY agar tidak menimbulkan polemik baru di masyarakat.
(dru/dnl)
Demikian disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dan Politik Ray Rangkuti kepada detikFinance ketika ditemui dalam Diskusi Politik, Ekonomi terkait skandal Bank Century di Gedung Walhi, Jakarta, Rabu (30/09/2009).
"Awal mula kasus Bank Century sepenuhnya tanggung jawab BI. Maka sudah diprediksikan sebelumnya bahwa hasil laporan audit BPK akan mengarah kepada BI," tuturnya.
Hasil laporan interim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kasus bailout Bank Century yang telah dievaluasi DPR melalui Komisi XI lebih mengarah terhadap penyalahgunaan wewenang dan kelalaian pengawasan BI.
Ray menegaskan oknum-oknum BI tersebut tidak akan mengarah kepada Gubernur Bank Indonesia terdahulu dimana dipegang jabatannya oleh Boediono, karena Boediono pasti akan diselamatkan demi kepentingan politik.
"Lebih kepada staf dan oknum-oknum dibidang pengawasan, Pak Boediono pasti akan diselamatkan. Penyidikan akan dipotong hanya sampai pada bidang pengawasan," ungkapnya.
Karena, lanjut Ray, Boediono akan menjadi Wakil Presiden RI yang nantinya pasti akan diselamatkan oleh Presiden SBY agar tidak menimbulkan polemik baru di masyarakat.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 12:35 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:40 WIB
Kalimantan Minta Tambah Jatah BBM, Ini Tanggapan Pengusaha SPBU
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
