detikfinance

Indonesia Incaran Investasi Pertanian Global

Ramdhania El Hida - detikfinance
Jumat, 02/10/2009 16:40 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Indonesia menjadi negara incaran investasi di bidang pertanian untuk mencapai ketahanan pangan global. Hal ini merupakan hasil pembicaraan dalam pertemuan "Promoting Responsible International Investment in Agriculture " di New York pada 23 September 2009.

Menurut Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi yang merupakan perwakilan dari Indonesia, Indonesia menjadi incaran investasi karena Indonesia memiliki lahan yang cukup luas ditambah dengan tersedianya cadangan air.

"Investasi di bidang pertanian itu adalah investasi yang istilahnya mengikuti lahan dan air, Indonesia ada lahan dan air maka investasi bisa dilakukan," jelas Bayu.

Bayu menjelaskan Indonesia masih memiliki 3 tempat yang bisa dibuka untuk lahan pertanian baru yaitu Papua seluas 500 ribu ha, NTB 10 ribu ha, Sulawesi 10 ribu sampai 50 ribu hektar. Di Kalimantan juga ada lahan tetapi memiliki masalah lingkungan.

Bayu menambahkan, selain faktor lahan dan air, faktor lain yang menjadikan Indonesia target utama investasi di bidang pertanian adalah Indonesia berhasil menjaga stabilitas pangan pada 2008 padahal internasional sedang bergejolak. Indonesia juga telah mencapai tahap akhir pembuatan Perpres No.5 mengenai peraturan pertanian secara luas.

Investasi di bidang pertanian ini sangat penting menyikapi krisis harga pangan tahun 2008. Krisis pangan pada waktu itu penyebabnya adalah berkurangnya investasi di bidang pangan dalam 10 tahun terakhir.

Hal ini karena ada isu sensitif yang berkembang dalam dunia investasi pertanian seperti lahan, keberlanjutan, dan persaingan dengan petani kecil. Selain itu, tantangan lain adalah tren investasi secara umum sedang turun. Di dunia, investasi US$ 1,2 triliun menurun US$ 1,7 triliun pada 2008.

Investasi yang akan diberikan sekitar US$ 83 miliar atau sekitar Rp 850 triliun. Menurut Bayu, angka tersebut sangat kecil karena Indonesia untuk mengembalikan infrastruktur pertanian membutuhkan Rp 100 triliun atau US$ 10 miliar. Jadi, tentu jumlah investasi tersebut lebih besar.

Menurut Bayu, ada sekitar 80 fasilitas investasi yang ada di berbagai lembaga  yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha pertanian.

Salah satunya apa yang disebut King Abdullah Inisiative on Agriculture Investment yang menyediakan dana sebesar US$ 3 miliar untuk promosi.

Dunia akan menjadikan investasi di bidang pertanian sebagai prioritas investasi ke depan.
Pada Tokyo Seminar on Indonesia, pertemuan 5 tahunan pada 28-29 September 2009, Bayu menjelaskan Jepang khususnya beberapa perusahaan swasta tertarik untuk mempromosikan Merauke sebagai lumbung pangan baru di Asia dan JICA sudah buat program untuk ketahanan pangan khusus kedelai dan akan dilanjutkan ke pakan ternak.

"Sudah memulai, investasi untuk infrastruktur US$ 250 juta merupakan peluang yang mungkin ditindaklanjuti.Tentu masih proses dalam pelaksanaannya," ujar Bayu.



(nia/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.