Harga Baja Naik 30%
Selasa, 06/10/2009 13:54 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - PT Krakatau Steel menyatakan harga baja menjelang akhir tahun cenderung membaik. Hal ini terlihat dari harga baja yang naik sekitar 30-35 persen sejak awal tahun 2009.
Menurut Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Hakim, meski cenderung naik, namun harga baja saat ini masih belum stabil. Ketidakstabilan itu dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang masih sulit diprediksi pergerakannya.
"Belum lagi kurs dolar yang selalu berubah ditambah minyak mentah juga," katanya di kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (6/10/2009).
Meski begitu, ia menolak menyebutkan posisi harga baja saat ini. Menurutnya, harga jual baja perusahaan tidak bisa dipublikasikan karena akan menguntungkan kompetitor.
"Kenaikannya sudah 30 persen, detailnya tidak bisa saya sebutkan," ungkapnya.
Demi menyambut harga baja yang membaik, perusahaan plat merah itu langsung mengoptimalkan pabriknya agar beroperasi penuh.
"November nanti pabrik kita akan full capacity ," katanya. Hingga September 2009, jumlah baja yang sudah dikirim oleh perseroan mencapai 180 ribu ton per bulan.Pada bulan Oktober, Krakatau Stell sudah menerapkan full capacity dalam
"Jumlah tersebut (180 ribu ton) merupakan baja finished product yang dikirim kepada konsumen," kata Irfan.
Produksi baja yang telah dikirim tersebut hanya produk yang dihasilkan Krakatau Steel, belum termasuk anak-anak usahanya. Dengan diberlakukannya kapasitas penuh pada pabriknya, ia mengharapkan penjualan baja Krakatau bakal lebih tinggi dari tahun sebelumnya. "Kita harapkan lebih tinggi dari tahun lalu," ujarnya.
IPO Latinusa Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang menegaskan, anak usahanya yang bernama PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) bisa melangsungkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di akhir November 2009.
Latinusa bakal melepas kepemilikan sahamnya sekitar 20-30 persen, dibantu oleh PT Bahana Securities sebagai penjamin emisi dalam aksi korporasi tersebut.
"Mengenai detailnya tanyakan langsung ke Bahana saja," katanya.
(ang/dnl)
Menurut Direktur Pemasaran Krakatau Steel Irvan Hakim, meski cenderung naik, namun harga baja saat ini masih belum stabil. Ketidakstabilan itu dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang masih sulit diprediksi pergerakannya.
"Belum lagi kurs dolar yang selalu berubah ditambah minyak mentah juga," katanya di kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (6/10/2009).
Meski begitu, ia menolak menyebutkan posisi harga baja saat ini. Menurutnya, harga jual baja perusahaan tidak bisa dipublikasikan karena akan menguntungkan kompetitor.
"Kenaikannya sudah 30 persen, detailnya tidak bisa saya sebutkan," ungkapnya.
Demi menyambut harga baja yang membaik, perusahaan plat merah itu langsung mengoptimalkan pabriknya agar beroperasi penuh.
"November nanti pabrik kita akan full capacity ," katanya. Hingga September 2009, jumlah baja yang sudah dikirim oleh perseroan mencapai 180 ribu ton per bulan.Pada bulan Oktober, Krakatau Stell sudah menerapkan full capacity dalam
"Jumlah tersebut (180 ribu ton) merupakan baja finished product yang dikirim kepada konsumen," kata Irfan.
Produksi baja yang telah dikirim tersebut hanya produk yang dihasilkan Krakatau Steel, belum termasuk anak-anak usahanya. Dengan diberlakukannya kapasitas penuh pada pabriknya, ia mengharapkan penjualan baja Krakatau bakal lebih tinggi dari tahun sebelumnya. "Kita harapkan lebih tinggi dari tahun lalu," ujarnya.
IPO Latinusa Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang menegaskan, anak usahanya yang bernama PT Pelat Timah Nusantara (Latinusa) bisa melangsungkan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di akhir November 2009.
Latinusa bakal melepas kepemilikan sahamnya sekitar 20-30 persen, dibantu oleh PT Bahana Securities sebagai penjamin emisi dalam aksi korporasi tersebut.
"Mengenai detailnya tanyakan langsung ke Bahana saja," katanya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Sesi I
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
