Asing Tunggu Hasil Munas Golkar, Saham BUMI Ambles
Rabu, 07/10/2009 11:35 WIB
Jakarta - Kejatuhan tajam saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan sesi I hari ini disertai aksi penjualan investor asing secara masif. Investor asing menunggu hasil akhir Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.
"Salah satu yang menjadi perhatian investor asing tentu hasil munas Golkar yang sekarang sedang berlangsung," ujar PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Rabu (7/10/2009).
Sebagaimana diketahui, pengusaha sekaligus politikus Aburizal Bakrie saat ini sedang bersaing dengan raja media Surya Paloh dan mantan pangeran zaman Orde Baru Hutomo Mandala Putra untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Hasil akhir dari munas ini belum dapat dipastikan. Aburizal Bakrie yang tampaknya mendapatkan saingan keras dalam perebutan kursi panas tersebut, diduga membuat pelaku pasar bereaksi terhadap keputusan investasinya di saham BUMI.
"Kita melihat ini sentimen sesaat. Namun asing biasanya memang sangat memperhatikan aspek politik dari saham-saham grup Bakrie terutama BUMI. Sepertinya pelaku pasar, baik asing maupun domestik sedang menanti hasil munas Golkar," jelas Alfatih.
Padahal, lanjut Alfatih, secara kinerja fundamental tidak ada masalah signifikan pada saham BUMI, sehingga aksi penjualan masif yang menjatuhkan saham BUMI secara tajam hari ini, menurutnya bukan didorong oleh faktor kinerja.
"Secara fundamental, BUMI tidak ada masalah. Pertumbuhannya sangat baik, meskipun saat ini ada wacana seputar utang BUMI dengan CIC (China Investments Corporation). Tapi saya kira itu bukan sebab utama sentimen negatif BUMI," ujarnya.
Alfatih juga melihat masalah gagal bayar PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sedikit banyak juga memberikan sentimen negatif pada seluruh saham-saham grup Bakrie.
"Tentunya masalah Bakrie Life juga berpengaruh. Investor akan melihat bagaimana grup Bakrie melakukan penyelesaian atas masalah ini. Ini akan berpengaruh terhadap sentimen seluruh saham grup Bakrie," ujarnya.
Saham BUMI hari ini jatuh tajam, sempat menembus level Rp 2.900, jatuh Rp 175 (5,69%) dari penutupan kemarin Rp 3.075. Motor utama kejatuhan saham BUMI adalah penjualan masif oleh broker-broker berbendera asing.
PT Kim Eng Securities (ZP) tercatat melakukan penjualan paling banyak sebesar 51,326 juta saham. PT Macquarie Capital Securities Indonesia (RX) menjual BUMI sebanyak 43,555 juta saham. PT CLSA Indonesia (KZ) juga ikutan menjual sebanyak 28,185 juta saham.
Total penjualan ketiga broker berbendera asing tersebut sebanyak 123,066 juta saham BUMI. Penjualan masif itu membuat nilai transaksi BUMI membengkak tajam mencapai Rp 1,145 triliun hingga berita ini ditulis.
Dari nilai tersebut, nilai penjualan asing atas saham BUMI mencapai Rp 225,448 miliar dengan nilai jual bersih asing (foreign net selling) mencapai Rp 171,179 miliar.
Penjualan asing pada saham BUMI sangat besar, hampir separuh dari total nilai penjualan asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini yang mencapai Rp 619,182 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka naik cukup besar, kini bertengger di teritori negatif di level 2.524 terseret oleh besarnya aksi penjualan saham BUMI.
(dro/qom)
"Salah satu yang menjadi perhatian investor asing tentu hasil munas Golkar yang sekarang sedang berlangsung," ujar PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Rabu (7/10/2009).
Sebagaimana diketahui, pengusaha sekaligus politikus Aburizal Bakrie saat ini sedang bersaing dengan raja media Surya Paloh dan mantan pangeran zaman Orde Baru Hutomo Mandala Putra untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Hasil akhir dari munas ini belum dapat dipastikan. Aburizal Bakrie yang tampaknya mendapatkan saingan keras dalam perebutan kursi panas tersebut, diduga membuat pelaku pasar bereaksi terhadap keputusan investasinya di saham BUMI.
"Kita melihat ini sentimen sesaat. Namun asing biasanya memang sangat memperhatikan aspek politik dari saham-saham grup Bakrie terutama BUMI. Sepertinya pelaku pasar, baik asing maupun domestik sedang menanti hasil munas Golkar," jelas Alfatih.
Padahal, lanjut Alfatih, secara kinerja fundamental tidak ada masalah signifikan pada saham BUMI, sehingga aksi penjualan masif yang menjatuhkan saham BUMI secara tajam hari ini, menurutnya bukan didorong oleh faktor kinerja.
"Secara fundamental, BUMI tidak ada masalah. Pertumbuhannya sangat baik, meskipun saat ini ada wacana seputar utang BUMI dengan CIC (China Investments Corporation). Tapi saya kira itu bukan sebab utama sentimen negatif BUMI," ujarnya.
Alfatih juga melihat masalah gagal bayar PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) sedikit banyak juga memberikan sentimen negatif pada seluruh saham-saham grup Bakrie.
"Tentunya masalah Bakrie Life juga berpengaruh. Investor akan melihat bagaimana grup Bakrie melakukan penyelesaian atas masalah ini. Ini akan berpengaruh terhadap sentimen seluruh saham grup Bakrie," ujarnya.
Saham BUMI hari ini jatuh tajam, sempat menembus level Rp 2.900, jatuh Rp 175 (5,69%) dari penutupan kemarin Rp 3.075. Motor utama kejatuhan saham BUMI adalah penjualan masif oleh broker-broker berbendera asing.
PT Kim Eng Securities (ZP) tercatat melakukan penjualan paling banyak sebesar 51,326 juta saham. PT Macquarie Capital Securities Indonesia (RX) menjual BUMI sebanyak 43,555 juta saham. PT CLSA Indonesia (KZ) juga ikutan menjual sebanyak 28,185 juta saham.
Total penjualan ketiga broker berbendera asing tersebut sebanyak 123,066 juta saham BUMI. Penjualan masif itu membuat nilai transaksi BUMI membengkak tajam mencapai Rp 1,145 triliun hingga berita ini ditulis.
Dari nilai tersebut, nilai penjualan asing atas saham BUMI mencapai Rp 225,448 miliar dengan nilai jual bersih asing (foreign net selling) mencapai Rp 171,179 miliar.
Penjualan asing pada saham BUMI sangat besar, hampir separuh dari total nilai penjualan asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini yang mencapai Rp 619,182 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dibuka naik cukup besar, kini bertengger di teritori negatif di level 2.524 terseret oleh besarnya aksi penjualan saham BUMI.
(dro/qom)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 12:35 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
