Bakrie Beli Balik BUMI, Ancora Untung Rp 664,05 Miliar
Jumat, 09/10/2009 10:54 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Ancora Capital Management menjual kembali 4,19% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada harga Rp 1.700 per saham kepada pihak yang kabarnya terafiliasi dengan grup Bakrie. Melalui transaksi ini, Ancora menerima keuntungan sebesar Rp 664,05 Miliar.
Broker berbendera asing PT CLSA Indonesia (KZ) telah melakukan transaksi tutup sendiri (crossing) 1.628.295 lot atau 814.147.500 saham BUMI. Transaksi pemindahtanganan ini dilakukan antara dua investor asing pada harga Rp 1.700. Total nilai transaksi ini mencapai Rp 1,384 triliun.
Harga transaksi yang cukup rendah mengundang spekulasi. Sebab, penjual 4,19% saham BUMI itu sebenarnya bisa melakukan penjualan pada harga pasar atau mendekati harga pasar di kisaran Rp 2.700-2.800.
Diskon yang diberikan pihak penjual mencapai 40,8%. Kabarnya, pihak penjual yang dimaksud adalah Ancora yang memang memiliki 4,19% saham BUMI, sedangkan pihak pembeli kabarnya adalah pihak yang terafiliasi dengan grup Bakrie.
"Saya tidak tahu," ujar Direktur Utama BNBR, Nalinkant Amrathal Rathod saat dikonfirmasi detikFinance, Jumat (9/10/2009).
Namun menurut analis PT BNI Securities Norico Gaman, sangat masuk akal transaksi crossing tersebut dilakukan antara Ancora dengan salah seorang keluarga Bakrie dalam rangka pembelian kembali saham BUMI yang dipegang Ancora.
"Memang belum ada konfirmasi. Tapi dengan diskon sebesar itu, sangat mungkin ini merupakan transaksi pembelian balik saham BUMI yang dipegang Ancora sebagaimana disepakati tahun lalu," ujar Norico.
Pada Juli 2008, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), induk BUMI, menggadaikan 581.440.678 (2,99%) saham BUMI kepada JP Morgan senilai US$ 150 juta. Hingga 17 November 2008, BNBR telah mencicil sebesar US$ 78 juta, sehingga tersisa US$ 72 juta.
Akhir November 2008, Ancora mengambil alih seluruh sisa utang BNBR ke JP Morgan lantaran BNBR tidak mampu melunasi utang tersebut. Sebelum diambil alih, BNBR sempat menambah jaminan saham BUMI ke JP Morgan, sehingga aset saham BUMI yang kini dipegang Ancora sebanyak 814.147.712 (4,19%) saham BUMI.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari manajemen BNBR maupun Ancora, namun kesamaan jumlah saham yang diambil alih Ancora dengan jumlah saham yang dipindahtangankan kemarin cukup masuk akal jika keduanya berkaitan.
Ancora membeli 814,147 juta saham BUMI dari JP Morgan seharga US$ 72 juta atau dengan asumsi kurs US$ 1 = Rp 10.000 sebesar Rp 720 miliar atau sekitar Rp 884,36 per saham.
Nilai transaksi crossing kemarin mencapai Rp 1,384 triliun pada harga Rp 1.700 per saham, artinya Ancora memperoleh keuntungan sebesar Rp 664,05 miliar melalui penjualan kembali saham BUMI yang dimilikinya.
(dro/qom)
Broker berbendera asing PT CLSA Indonesia (KZ) telah melakukan transaksi tutup sendiri (crossing) 1.628.295 lot atau 814.147.500 saham BUMI. Transaksi pemindahtanganan ini dilakukan antara dua investor asing pada harga Rp 1.700. Total nilai transaksi ini mencapai Rp 1,384 triliun.
Harga transaksi yang cukup rendah mengundang spekulasi. Sebab, penjual 4,19% saham BUMI itu sebenarnya bisa melakukan penjualan pada harga pasar atau mendekati harga pasar di kisaran Rp 2.700-2.800.
Diskon yang diberikan pihak penjual mencapai 40,8%. Kabarnya, pihak penjual yang dimaksud adalah Ancora yang memang memiliki 4,19% saham BUMI, sedangkan pihak pembeli kabarnya adalah pihak yang terafiliasi dengan grup Bakrie.
"Saya tidak tahu," ujar Direktur Utama BNBR, Nalinkant Amrathal Rathod saat dikonfirmasi detikFinance, Jumat (9/10/2009).
Namun menurut analis PT BNI Securities Norico Gaman, sangat masuk akal transaksi crossing tersebut dilakukan antara Ancora dengan salah seorang keluarga Bakrie dalam rangka pembelian kembali saham BUMI yang dipegang Ancora.
"Memang belum ada konfirmasi. Tapi dengan diskon sebesar itu, sangat mungkin ini merupakan transaksi pembelian balik saham BUMI yang dipegang Ancora sebagaimana disepakati tahun lalu," ujar Norico.
Pada Juli 2008, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), induk BUMI, menggadaikan 581.440.678 (2,99%) saham BUMI kepada JP Morgan senilai US$ 150 juta. Hingga 17 November 2008, BNBR telah mencicil sebesar US$ 78 juta, sehingga tersisa US$ 72 juta.
Akhir November 2008, Ancora mengambil alih seluruh sisa utang BNBR ke JP Morgan lantaran BNBR tidak mampu melunasi utang tersebut. Sebelum diambil alih, BNBR sempat menambah jaminan saham BUMI ke JP Morgan, sehingga aset saham BUMI yang kini dipegang Ancora sebanyak 814.147.712 (4,19%) saham BUMI.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari manajemen BNBR maupun Ancora, namun kesamaan jumlah saham yang diambil alih Ancora dengan jumlah saham yang dipindahtangankan kemarin cukup masuk akal jika keduanya berkaitan.
Ancora membeli 814,147 juta saham BUMI dari JP Morgan seharga US$ 72 juta atau dengan asumsi kurs US$ 1 = Rp 10.000 sebesar Rp 720 miliar atau sekitar Rp 884,36 per saham.
Nilai transaksi crossing kemarin mencapai Rp 1,384 triliun pada harga Rp 1.700 per saham, artinya Ancora memperoleh keuntungan sebesar Rp 664,05 miliar melalui penjualan kembali saham BUMI yang dimilikinya.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 12:35 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
