Sri Mulyani: Pelemahan Dolar Picu Banjirnya Produk Impor
Jumat, 09/10/2009 13:01 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pelemahan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang terjadi saat ini bisa memicu benjirnya produk-produk impor di Indonesia dan ini akan memukul para pelaku industri di Indonesia.
Demikian disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
"Kalau dolar melemah berarti impor relatif murah. Ini akan menjadi tantangan industri dalam negeri. Karena kita sebenarnya mendesain dalam menjaga ekonomi nasional, yaitu dengan suatu kebijakan dimana demand faktor domestik kita harus diperkuat," tegasnya.
Banjir produk impor menurut Sri Mulyani bisa menghambat pertumbuhan investasi di Indonesia, karena nilai barang impor yang lebih murah tersebut.
"Ini tantangan bagi kita untuk perbaiki cost of investasi menjadi rendah, apakah dalam bentuk inflasi atau suku bunga bisa terjaga lebih rendah, yang membuat beban dunia usaha menurun. Atau dalam bentuk infrastruktur yang efisien sehingga biaya air, listrik, telekomunikasi, dan biaya dalam bentuk penerbangan menjadi kompetitif dan rendah," tuturnya.
Sri Mulyani menegaskan pelemahan dolar ini tidak selalu menimbulkan dampak positif, namun akan memunculkan tekanan-tekanan terhadap persaingan produk impor dengan produk lokal.
"Kebijakan ini yang harus menjadi fokus kebijakan pemerintah sekarang dan nanti, kita lihat perubahan konstelasi global ini memberikan dampak yang sifatnya langsung kepada kebijakan," tandasnya.
(dnl/qom)
Demikian disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
"Kalau dolar melemah berarti impor relatif murah. Ini akan menjadi tantangan industri dalam negeri. Karena kita sebenarnya mendesain dalam menjaga ekonomi nasional, yaitu dengan suatu kebijakan dimana demand faktor domestik kita harus diperkuat," tegasnya.
Banjir produk impor menurut Sri Mulyani bisa menghambat pertumbuhan investasi di Indonesia, karena nilai barang impor yang lebih murah tersebut.
"Ini tantangan bagi kita untuk perbaiki cost of investasi menjadi rendah, apakah dalam bentuk inflasi atau suku bunga bisa terjaga lebih rendah, yang membuat beban dunia usaha menurun. Atau dalam bentuk infrastruktur yang efisien sehingga biaya air, listrik, telekomunikasi, dan biaya dalam bentuk penerbangan menjadi kompetitif dan rendah," tuturnya.
Sri Mulyani menegaskan pelemahan dolar ini tidak selalu menimbulkan dampak positif, namun akan memunculkan tekanan-tekanan terhadap persaingan produk impor dengan produk lokal.
"Kebijakan ini yang harus menjadi fokus kebijakan pemerintah sekarang dan nanti, kita lihat perubahan konstelasi global ini memberikan dampak yang sifatnya langsung kepada kebijakan," tandasnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
