Pendapatan Negara Turun Rp 127,063 Triliun
Jumat, 09/10/2009 14:37 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pendapatan dan hibah negara pada sampai bulan September 2009 hanya mencapai Rp 563,558 triliun (64,7% dari APBN), turun Rp 127,063 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2008 yang sebesar Rp 690,621 triliun (77,17% dari APBN).
Demikian data yang disampaikan oleh Dirjen Perbendaharaan Herry Purnomo ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
"Penerimaan dalam negeri Rp 563,127 triliun atau 64,73%, sementara tahun lalu mencapai Rp 689,720 triliun atau 77,32%," ujarnya.
Penerimaan perpajakan juga tercatat mengalami penurunan menjadi Rp 432,53 triliun (66,34% dari APBN) turun dari tahun lalu yang sebesar Rp 480,783 triliun (78,92% dari APBN).
Penerimaan perpajakan turun semua, yang terdiri dari:
(dnl/qom)
Demikian data yang disampaikan oleh Dirjen Perbendaharaan Herry Purnomo ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
"Penerimaan dalam negeri Rp 563,127 triliun atau 64,73%, sementara tahun lalu mencapai Rp 689,720 triliun atau 77,32%," ujarnya.
Penerimaan perpajakan juga tercatat mengalami penurunan menjadi Rp 432,53 triliun (66,34% dari APBN) turun dari tahun lalu yang sebesar Rp 480,783 triliun (78,92% dari APBN).
Penerimaan perpajakan turun semua, yang terdiri dari:
- Pajak dalam negeri Rp 419,034 triliun atau 66,31% dari target APBN 2009, dibanding tahun lalu Rp 451,379 triliun atau 77,79%.
- PPh Rp 229,967 triliun atau 67,6%, dibanding tahun lalu Rp 243,471 triliun atau 79,82%. PPh Migas 38,498 triliun atau 78,51% tahun, dibanding tahun lalu Rp 55,671 triliun atau 103,77%.
- Non migas Rp 191,469 triliun atau 65,76% tahun, dibanding tahun lalu Rp 187,8 triliun atau 74,71%.
- PPN Rp 127,975 triliun atau 63,02%, dibanding tahun lalu Rp 148,404 triliun atau 75,92%.
- PBB Rp 14,168 triliun atau 59,37%, dibanding tahun lalu Rp 15,077 triliun atau 59,67%.
- BPHTB Rp 3,52 triliiun atau 50,44%, dibanding tahun lalu 3,724 triliun atau 68,58%.
- Cukai Rp 41,165 triliun atau 75,47%, dibanding tahun lalu 38,499 triliun atau 84,21%.
- Pajak lainnya Rp 2,236 triliun atau 68,83%, dibanding tahun lalu Rp 2,203 triliun atau 65,69%.
- Pajak perdagangan internasional Rp 13,495 triliun atau 67,4%, dibanding tahun lalu Rp 29,403 triliun atau 101,46%
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
