Kementerian BUMN: Dividen dan Pajak Tidak Bisa Disandingkan
Jumat, 09/10/2009 15:03 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menanggapi pernyataan Ekonom Faisal Basri soal dividen BUMN lebih kecil dibandingkan 4 cukai rokok swasta tidak tepat. Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu, dua hal yang berbeda tidak bisa dibandingkan secara langsung.
"Itu pernyataan yang agak aneh keluar dari pakar ekonomi. Pajak dan dividen kan tidak bisa dibandingkan, sama seperti bandingkan kambing dan kerbau," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
Menurutnya, dividen hanya bagian dari setoran perusahaan pelat merah kepada negara. Padahal jika dilihat secara total, setoran BUMN juga meliputi berbagai macam pajak yang dalam setahun bisa mencapai Rp 200 triliun. "Kalau ditambah dividen kan jadi Rp 230 triliun," ujarnya.
Ia menampik kalau pemerintah tidak menerima kritik dari pihak lain. Menurutnya, kritik tersebut akan diterima jika memang porsi dan pembandingnya tepat. "Jangan sampai bikin orang bingung dengan pembanding yang tidak sama," ungkapnya.
Ia menambahkan, selama ini pemerintah tidak memiliki badan usaha yang bergerak di sektor usaha rokok. Menurut Said, jika ada BUMN rokok, pasti setoran ke negara akan lebih besar ditambah dengan dividen dari perusahaan yang bersangkutan.
"Coba kalau ada BUMN rokok, cukainya juga pasti lebih tinggi dari perusahaan swasta. Tidak bakal ada pita cukai palsu," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, yang paling penting dari setoran BUMN adalah pajak, bukan dividen. Menurutnya, 30 persen dari pendapatan BUMN sudah masuk ke dalam pajak. "Kalau bisa dividen enggak diambil sehingga BUMN berkembang menjadi instrumen kebijakan publik," ucapnya.
Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan kontribusi dividen BUMN masih kecil dibandingkan pembayaran cukai 4 perusahaan rokok swasta.
(ang/dnl)
"Itu pernyataan yang agak aneh keluar dari pakar ekonomi. Pajak dan dividen kan tidak bisa dibandingkan, sama seperti bandingkan kambing dan kerbau," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/10/2009).
Menurutnya, dividen hanya bagian dari setoran perusahaan pelat merah kepada negara. Padahal jika dilihat secara total, setoran BUMN juga meliputi berbagai macam pajak yang dalam setahun bisa mencapai Rp 200 triliun. "Kalau ditambah dividen kan jadi Rp 230 triliun," ujarnya.
Ia menampik kalau pemerintah tidak menerima kritik dari pihak lain. Menurutnya, kritik tersebut akan diterima jika memang porsi dan pembandingnya tepat. "Jangan sampai bikin orang bingung dengan pembanding yang tidak sama," ungkapnya.
Ia menambahkan, selama ini pemerintah tidak memiliki badan usaha yang bergerak di sektor usaha rokok. Menurut Said, jika ada BUMN rokok, pasti setoran ke negara akan lebih besar ditambah dengan dividen dari perusahaan yang bersangkutan.
"Coba kalau ada BUMN rokok, cukainya juga pasti lebih tinggi dari perusahaan swasta. Tidak bakal ada pita cukai palsu," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengatakan, yang paling penting dari setoran BUMN adalah pajak, bukan dividen. Menurutnya, 30 persen dari pendapatan BUMN sudah masuk ke dalam pajak. "Kalau bisa dividen enggak diambil sehingga BUMN berkembang menjadi instrumen kebijakan publik," ucapnya.
Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan kontribusi dividen BUMN masih kecil dibandingkan pembayaran cukai 4 perusahaan rokok swasta.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
