Gempa Padang
7.000 Pekerja Terancam Kehilangan Pekerjaan
Senin, 12/10/2009 16:53 WIB
Foto: dok.detikcom
Jakarta - Gempa bumi yang melanda Sumatera Barat mengakibatkan sekitar 7.000 orang pekerja terancamkehilangan pekerjaannya, lalu sedikitnya 46 perusahaan tidak dapat beroperasi, 27 perusahaan rusak berat, 62 rusak sedang dan 113 perusahaan rusak ringan.
Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno dalam siaran pers yang diterima detikFinance , Senin (12/10/2009).
"Akibat gempa bumi memang banyak perusahaan yang tidak bisa melanjutkan bisnisnya. Namun demikian, PHK bukanlah solusi terbaik. Dengan difasilitasi oleh Pemerintah, pihak pengusaha dan pekerja harus duduk bersama sehingga agar tidak terjadi PHK massal," kata Erman.
Selain berupaya menghindarkan PHK, Menakertrans mengatakan telah mempersiapkan beberapa program bantuan untuk menyerap tenaga kerja "Untuk jangka pendek upaya menanggulangi pengangguran yang sudah disiapkan diantaranya adalah alih profesi padat karya. Selain itu ada juga subsidi program bantuan pelatihan untuk membuka lapangan pekerjaan," jelasnya.
Dalam rangka pemulihan pasca bencana gempa di Sumatera Barat Menakertans mengirimkan Tim Relawan Depnakertrans serta menyerahkan paket bantuan Depnakertrans yang terdiri dari bantuan uang sejumlah Rp 228.777.000 dari sumbangan sukarela pegawai Depnakertrans, genset 5 buah, bantuan beras 10 ton serta bantuan obat-obatan senilai 100 juta rupiah dan subsidi program pelatihan
Menakertrans mengatakan para relawan yang dikirimkan mempunyai keahlian khusus dalam bidang kejuruan bangunan dan listrik. Pengirirman para instruktur bertujuan untuk memberikan pelatihan dan asistensi secara langsung kepada masyarakat yang akan membangun kembali rumahnya.
"Dalam suasana bencana seperti ini, susah mencari tukang. Jadi program pelatihan kerja ini diadakan untuk mendidik masyarakat, agar mereka bisa membangun rumahnya sendiri. Nantinya, ada sekitar 5.000 orang yang akan dilatih sebagai tukang bangunan, tukang batu, tukang kayu dan teknisi instalasi listrik," kata Menakertrans.
Bagi masyarakat korban gempa yang berminat, Menakertrans menawarkan relokasi dengan mengikuti program transmigrasi di Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Riau.
(dnl/qom)
Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno dalam siaran pers yang diterima detikFinance , Senin (12/10/2009).
"Akibat gempa bumi memang banyak perusahaan yang tidak bisa melanjutkan bisnisnya. Namun demikian, PHK bukanlah solusi terbaik. Dengan difasilitasi oleh Pemerintah, pihak pengusaha dan pekerja harus duduk bersama sehingga agar tidak terjadi PHK massal," kata Erman.
Selain berupaya menghindarkan PHK, Menakertrans mengatakan telah mempersiapkan beberapa program bantuan untuk menyerap tenaga kerja "Untuk jangka pendek upaya menanggulangi pengangguran yang sudah disiapkan diantaranya adalah alih profesi padat karya. Selain itu ada juga subsidi program bantuan pelatihan untuk membuka lapangan pekerjaan," jelasnya.
Dalam rangka pemulihan pasca bencana gempa di Sumatera Barat Menakertans mengirimkan Tim Relawan Depnakertrans serta menyerahkan paket bantuan Depnakertrans yang terdiri dari bantuan uang sejumlah Rp 228.777.000 dari sumbangan sukarela pegawai Depnakertrans, genset 5 buah, bantuan beras 10 ton serta bantuan obat-obatan senilai 100 juta rupiah dan subsidi program pelatihan
Menakertrans mengatakan para relawan yang dikirimkan mempunyai keahlian khusus dalam bidang kejuruan bangunan dan listrik. Pengirirman para instruktur bertujuan untuk memberikan pelatihan dan asistensi secara langsung kepada masyarakat yang akan membangun kembali rumahnya.
"Dalam suasana bencana seperti ini, susah mencari tukang. Jadi program pelatihan kerja ini diadakan untuk mendidik masyarakat, agar mereka bisa membangun rumahnya sendiri. Nantinya, ada sekitar 5.000 orang yang akan dilatih sebagai tukang bangunan, tukang batu, tukang kayu dan teknisi instalasi listrik," kata Menakertrans.
Bagi masyarakat korban gempa yang berminat, Menakertrans menawarkan relokasi dengan mengikuti program transmigrasi di Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Riau.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
