PT Kereta Api Cari Pinjaman Rp 3,5 Triliun
Senin, 12/10/2009 17:10 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PTKA) berniat mencari pinjaman sebesar Rp 2,8-3,5 triliun untuk menambah kapasitas angkut batubara milik PT Tambang Batubara Bukit
Asam Tbk (PTBA) sebesar 20 juta ton di tahun 2014.
Menurut Direktur Utama PTKA Ignasius Jonan, dana sebanyak itu akan digunakan untuk membeli tambahan gerbong sehingga kapasitas angkut BUMN tambang itu bisa
meningkat dari tahun ke tahun.
"Total dana yang diperlukan sekitar Rp 4-5 triliun, 70 persen kita cari dari pinjaman pihak ketiga dan sisanya dari kas internal," ujarnya usai melakukan penandatanganan kerjasama dengan PTBA di Gedung Jakarta Railway Centre, Jalan Juanda, Jakarta, Senin (12/10/2009).
Ia mengatakan, hingga saat ini sudah banyak pihak yang menawarkan pinjaman tersebut, termasuk perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Meski begitu, pihaknya belum juga memberikan komitmen terhadap pihak mana yang akan dijajaki. "Sudah banyak yang menawari tapi belum kita kasih komitmen," katanya.
Menurut Jonan, tambahan gerbong yang dibutuhkan perseroan untuk meningkatkan kapasitas angkut PTBA sebanyak 50 lokomotif dan 1000 gerbong. Perseroan akan
memprioritaskan pembelian armada dari PT Industri Kereta Api (INKA).
Selain dari INKA, perseroan juga akan melakukan tender pembelian kereta api dari pihak lain dengan mencari harga yang paling murah. "Prioritas tetap INKA, tapi nanti kita tender juga cari harga yang paling murah," imbuhnya.
Untuk tahun depan, PTKA berencana meningkatka kapasitas angkut di tempat tersebut hingga 9,3 juta ton per tahun.
Sedangkan 2011 kapasitas naik jadi 11,5 juta ton per tahun, 2012 jadi 12,9 juta ton per tahun, 2013 menjadi 15,8 juta ton per tahun, dan 2014 menjadi 20 juta ton per tahun.
Perseroan mematok harga angkut sebesar Rp 287 per ton per kilometer untuk jasa pengangkutan batubata di Tanjung Enim-Tarahan.
(ang/dnl)
Asam Tbk (PTBA) sebesar 20 juta ton di tahun 2014.
Menurut Direktur Utama PTKA Ignasius Jonan, dana sebanyak itu akan digunakan untuk membeli tambahan gerbong sehingga kapasitas angkut BUMN tambang itu bisa
meningkat dari tahun ke tahun.
"Total dana yang diperlukan sekitar Rp 4-5 triliun, 70 persen kita cari dari pinjaman pihak ketiga dan sisanya dari kas internal," ujarnya usai melakukan penandatanganan kerjasama dengan PTBA di Gedung Jakarta Railway Centre, Jalan Juanda, Jakarta, Senin (12/10/2009).
Ia mengatakan, hingga saat ini sudah banyak pihak yang menawarkan pinjaman tersebut, termasuk perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Meski begitu, pihaknya belum juga memberikan komitmen terhadap pihak mana yang akan dijajaki. "Sudah banyak yang menawari tapi belum kita kasih komitmen," katanya.
Menurut Jonan, tambahan gerbong yang dibutuhkan perseroan untuk meningkatkan kapasitas angkut PTBA sebanyak 50 lokomotif dan 1000 gerbong. Perseroan akan
memprioritaskan pembelian armada dari PT Industri Kereta Api (INKA).
Selain dari INKA, perseroan juga akan melakukan tender pembelian kereta api dari pihak lain dengan mencari harga yang paling murah. "Prioritas tetap INKA, tapi nanti kita tender juga cari harga yang paling murah," imbuhnya.
Untuk tahun depan, PTKA berencana meningkatka kapasitas angkut di tempat tersebut hingga 9,3 juta ton per tahun.
Sedangkan 2011 kapasitas naik jadi 11,5 juta ton per tahun, 2012 jadi 12,9 juta ton per tahun, 2013 menjadi 15,8 juta ton per tahun, dan 2014 menjadi 20 juta ton per tahun.
Perseroan mematok harga angkut sebesar Rp 287 per ton per kilometer untuk jasa pengangkutan batubata di Tanjung Enim-Tarahan.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 12:35 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:42 WIB
3 Bulan Lagi Jatah BBM Subsidi di Kalimantan Habis
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
