Industri Ban Dihantui Transhipment Produk Impor
Rabu, 14/10/2009 11:15 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyatakan produk-produk ban impor berpeluang menghantam sektor industri ban dalam negeri. Hal ini ditengarai karena adanya potensi penyelundupan ekspor antar negara melalui praktek memanipulasi sertifikat asal (transhipment ).
"Dicurigai (transhipment ), kenapa saya beranggapan demikian, transhipment sudah terjadi di tekstil dan udang. tapi tidak terbuka saja," katanya di sela-sela acara panel diskusi industri ban di kantor Departemen Perindustrian, Jakarta, Rabu (14/10/2009).
Kecurigaan ini, kata Fahmi, sangat beralasan dengan meningkatnya suplai ban di China. Pasalnya di negeri tirai bambu tersebut saat ini penjualan mobil telah mencapai 1,6 juta unit. Selain itu, kondisi pasar global saat ini yang masih sangat melemah maka dipastikan terjadi perebutan pasar.
"Transhipment ini kita harus hati-hati, maka harus bekerjasama dengan dinas perindag, dan pelabuhan-pelabuhan besar di seluruh Indonesia," jelasnya.
Dikatakannya kewaspadaan terhadap praktek transhipment ini sangat penting, karena pada tahun-tahun ke depan kinerja ekspor ban Indonesia akan terus membaik.
Jika tidak segara diatasi dan diwaspadai maka potensi perbaikan ekspor itu akan tergerus oleh praktek transhipment karena produk yang diekspor bukan dari hasil produksi Indonesia melainkan ban impor yang diekspor (selundupan) lalu diekspor kembali dengan atas nama produk Indonesia.
"Kalau kondisi pasar baik, dipastikan meningkat, ekspor tahun 2009 bisa sampai US$ 1 miliar. Ekspor ban terbesar di Timur Tengah roda empat dan roda dua lebih banyak di Asia Tenggara," tambah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane di tempat yang sama.
Saat ini ada 13 produsen ban di dalam negeri dengan kapasitas 45 juta ban roda empat yang sebanyak 70% diekspor ke pasar AS, Jepang, Asia, Australia dan Eropa dan 32 juta ban roda dua.
Kinerja ekspor produk ban Indonesia setiap tahunnya terus meningkat, pada tahun 2006 ekspor ban Indonesia mencapai US$ 764,5 juta, tahun 2007 meningkat menjadi US$ 885,3 juta dan tahun 2008 melonjak mencapai US$ 1,053 miliar.
Sedangkan dari sisi impor sama-sama mengalami kenaikan pada tahn 2007 impor ban Indonesia mencapai US$ 107,9 juta dan tahun 2008 naik menjadi US$ 161,1 juta.
Saat ini pemerintah melalui departemen Perindustrian telah memberlakukan SNI wajib bagi 5 jenis komoditi ban melalui SK Menperindag No.595/MPP/Kep/9/2004. Yaitu untuk jenis ban mobil penumpang, ban truk dan bus, ban truk ringan, ban sepeda motor, dan ban dalam kendaraan bermotor.
(hen/dnl)
"Dicurigai (transhipment ), kenapa saya beranggapan demikian, transhipment sudah terjadi di tekstil dan udang. tapi tidak terbuka saja," katanya di sela-sela acara panel diskusi industri ban di kantor Departemen Perindustrian, Jakarta, Rabu (14/10/2009).
Kecurigaan ini, kata Fahmi, sangat beralasan dengan meningkatnya suplai ban di China. Pasalnya di negeri tirai bambu tersebut saat ini penjualan mobil telah mencapai 1,6 juta unit. Selain itu, kondisi pasar global saat ini yang masih sangat melemah maka dipastikan terjadi perebutan pasar.
"Transhipment ini kita harus hati-hati, maka harus bekerjasama dengan dinas perindag, dan pelabuhan-pelabuhan besar di seluruh Indonesia," jelasnya.
Dikatakannya kewaspadaan terhadap praktek transhipment ini sangat penting, karena pada tahun-tahun ke depan kinerja ekspor ban Indonesia akan terus membaik.
Jika tidak segara diatasi dan diwaspadai maka potensi perbaikan ekspor itu akan tergerus oleh praktek transhipment karena produk yang diekspor bukan dari hasil produksi Indonesia melainkan ban impor yang diekspor (selundupan) lalu diekspor kembali dengan atas nama produk Indonesia.
"Kalau kondisi pasar baik, dipastikan meningkat, ekspor tahun 2009 bisa sampai US$ 1 miliar. Ekspor ban terbesar di Timur Tengah roda empat dan roda dua lebih banyak di Asia Tenggara," tambah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane di tempat yang sama.
Saat ini ada 13 produsen ban di dalam negeri dengan kapasitas 45 juta ban roda empat yang sebanyak 70% diekspor ke pasar AS, Jepang, Asia, Australia dan Eropa dan 32 juta ban roda dua.
Kinerja ekspor produk ban Indonesia setiap tahunnya terus meningkat, pada tahun 2006 ekspor ban Indonesia mencapai US$ 764,5 juta, tahun 2007 meningkat menjadi US$ 885,3 juta dan tahun 2008 melonjak mencapai US$ 1,053 miliar.
Sedangkan dari sisi impor sama-sama mengalami kenaikan pada tahn 2007 impor ban Indonesia mencapai US$ 107,9 juta dan tahun 2008 naik menjadi US$ 161,1 juta.
Saat ini pemerintah melalui departemen Perindustrian telah memberlakukan SNI wajib bagi 5 jenis komoditi ban melalui SK Menperindag No.595/MPP/Kep/9/2004. Yaitu untuk jenis ban mobil penumpang, ban truk dan bus, ban truk ringan, ban sepeda motor, dan ban dalam kendaraan bermotor.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Tanri Abeng: Belajar Networking Setelah itu Baru Jadi Entrepreneur
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:16 WIB
Rebut Dari Harry Tanoe, SCTV 'Pegang' Liga Champion hingga 2015
-
Kamis, 24/05/2012 17:42 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
