Bunga Kredit Kok Susah Turun?
Jumat, 16/10/2009 08:57 WIB
Jakarta - Penurunan suku bunga deposito setelah kesepakatan 14 bank nampaknya belum diimbangi dengan penurunan suku bunga kredit.
Bunga kredit bank pada kuartal III-2009 secara rata-rata hanya turun 0,69 poin menjadi 15,13% dari posisi pada kuartal II-2009 yang jumlahnya adalah 15,82%.
Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan belum menurunnya suku bunga kredit dikarenakan ada permasalahan yang sifatnya tipikal.
"Hal ini terkait dengan persepsi risiko tinggi, sektor ekonomi kita memang belum membaik hal ini yang membuat NPL (Rasio Kredit Bermasalah) terus meningkat maka perbankan belum berani menurunkan suku bunga," ujar Halim ketika ditemui dalam acara acara Workshop Pengawasan Perbankan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2009).
Hal ini, lanjut Halim juga membuat permintaan terhadap kredit juga menurun. Perbankan tidak melihat bahwa dengan menurunkan suku bunga kredit maka secara tidak langsung akan menaikkan permintaan kredit.
"Namun ini tidak bisa digeneralisasikan secara industri karena beberapa waktu ini kita juga melihat beberapa bank telah menurunkan suku bunganya," ungkap Halim.
Dikatakan Halim, saat ini perbankan masih cenderung melakukan penurunan suku bunga deposito namun untuk bunga kredit perbankan masih melihat-lihat secara lebih jauh.
"Padahal saat ini kondisi perekonomian kita sudah mulai membaik dan menurut analisis BI sudah melewati masa sulit dan masuk ke masa recovery," katanya.
Terkait permintaan kredit yang juga belum maksimal Halim juga memaparkan bahwa saat ini permintaan kredit jika dipilah antara valas dan rupiah sangat tidak seimbang. Menurut Halim hal ini membuat perbankan lebih hati-hati dalam memberikan kredit dalam bentuk valas.
"Kredit dalam bentuk valas turun, per september 2009 saja minus 20 persen lebih, sementara rupiah meningkat hingga 13 persen. Indikator penurunan ini dikarenakan belum bisa dipastikan keuntungan kegiatan ekspor impor di Indonesia," jelasnya.
Padahal, sambung Halim jika kredit valas sama seperti tahun lalu permintaan kredit juga pasti akan tumbuh diangka 17 persen. "Kredit valas dipengaruhi juga oleh anjloknya kondisi global dan fluktuasi penguatan rupiah," tegasnya.
Ditempat terpisah Deputi Gubernur Senior, Darmin Nasution mengatakan bahwa bunga kredit sebenarnya sudah turun. "Walaupun satu bank dengan yang lain tidak sama," ujarnya dikantor Departemen Keuangan.
"Dan ini terbukti dari pencairan kredit yang secara year on year secara nasional sudah mencapai 11 persen," pungkasnya.
(dru/qom)
Bunga kredit bank pada kuartal III-2009 secara rata-rata hanya turun 0,69 poin menjadi 15,13% dari posisi pada kuartal II-2009 yang jumlahnya adalah 15,82%.
Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan belum menurunnya suku bunga kredit dikarenakan ada permasalahan yang sifatnya tipikal.
"Hal ini terkait dengan persepsi risiko tinggi, sektor ekonomi kita memang belum membaik hal ini yang membuat NPL (Rasio Kredit Bermasalah) terus meningkat maka perbankan belum berani menurunkan suku bunga," ujar Halim ketika ditemui dalam acara acara Workshop Pengawasan Perbankan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2009).
Hal ini, lanjut Halim juga membuat permintaan terhadap kredit juga menurun. Perbankan tidak melihat bahwa dengan menurunkan suku bunga kredit maka secara tidak langsung akan menaikkan permintaan kredit.
"Namun ini tidak bisa digeneralisasikan secara industri karena beberapa waktu ini kita juga melihat beberapa bank telah menurunkan suku bunganya," ungkap Halim.
Dikatakan Halim, saat ini perbankan masih cenderung melakukan penurunan suku bunga deposito namun untuk bunga kredit perbankan masih melihat-lihat secara lebih jauh.
"Padahal saat ini kondisi perekonomian kita sudah mulai membaik dan menurut analisis BI sudah melewati masa sulit dan masuk ke masa recovery," katanya.
Terkait permintaan kredit yang juga belum maksimal Halim juga memaparkan bahwa saat ini permintaan kredit jika dipilah antara valas dan rupiah sangat tidak seimbang. Menurut Halim hal ini membuat perbankan lebih hati-hati dalam memberikan kredit dalam bentuk valas.
"Kredit dalam bentuk valas turun, per september 2009 saja minus 20 persen lebih, sementara rupiah meningkat hingga 13 persen. Indikator penurunan ini dikarenakan belum bisa dipastikan keuntungan kegiatan ekspor impor di Indonesia," jelasnya.
Padahal, sambung Halim jika kredit valas sama seperti tahun lalu permintaan kredit juga pasti akan tumbuh diangka 17 persen. "Kredit valas dipengaruhi juga oleh anjloknya kondisi global dan fluktuasi penguatan rupiah," tegasnya.
Ditempat terpisah Deputi Gubernur Senior, Darmin Nasution mengatakan bahwa bunga kredit sebenarnya sudah turun. "Walaupun satu bank dengan yang lain tidak sama," ujarnya dikantor Departemen Keuangan.
"Dan ini terbukti dari pencairan kredit yang secara year on year secara nasional sudah mencapai 11 persen," pungkasnya.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Tanri Abeng: Belajar Networking Setelah itu Baru Jadi Entrepreneur
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:42 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:16 WIB
Rebut Dari Harry Tanoe, SCTV 'Pegang' Liga Champion hingga 2015
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
