Kerugian Gempa Sumbar Capai Rp 20 Triliun
Jumat, 16/10/2009 12:05 WIB
Foto: dok.detikcom
Jakarta - Kerugian yang dialami akibat gempa di Sumatera Barat diperkirakan mencapai Rp 20 triliun, kerugian terbesar dialami karena kerusakan berbagai sarana infrastruktur akibat gempa berkekuatan 7,6 SR.
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Padang Syarifuddin Karimi mengatakan dirinya berharap agar pemerintah memberikan kebijakan khusus kepada para pembisnis yang menjadi korban bencana. Hal ini diperlukan agar membantu mempercepat pemulihan perekonomian di Sumatera Barat.
"Kerugian gempa ini cukup besar mencapai Rp 20 triliun. Agar Sumatera Barat bisa hidup kembali,kita membutuhkan pemikiran-pemikiran," jelas Syafruddin di Kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis malam (15/10/2009).
Menurut Syarifuddin, selain membutuhkan bantuan dana, Padang juga membutuhkan bantuan pemikiran untuk mempercepat pemulihan perekonomian di Sumatera Barat.
"Kita membutuhkan kebijakan khusus kepada pembisnis yang kena bencana karena jika tidak dibuat kebijakan khusus ini maka pemulihannya akan lama," papar Syafruddin.
Dalam kesempatan tersebut ISEI memberikan sumbangan kepada ISEI cabang Sumatera Barat sebesar Rp 125 juta. Dana bantuan tersebut diserahkan Ketua ISEI Darmin Nasution kepada ISEI Cabang Padang pada acara Silaturahmi dan Syawalan ISEI di Departemen Keuangan.
Menurut Syafruddin, pihaknya belum menentukan target pemberian dana tersebut karena banyak sekali yang harus dibantu, baik dari kalangan anggota ISEI cabang Padang maupun masyarakat sekitar yang menjadi korban gempa.
Anggota ISEI cabang Padang sendiri berjumlah sekitar 500 orang. Di antara mereka ada yang menjadi korban gempa, baik korban harta maupun nyawa. Namun, masyarakat sekitar banyak juga yang menjadi korban bahkan lebih parah.
"Kami akan mendiskusikan siapa saja yang diberi bantuan, apakah anggota ISEI atau masyarakat lain," ujar Syafruddin.
Dana ini direncanakan akan diserahkan Syafruddin esok sesampainya di Padang. Syafruddin berharap agar dana ini bisa memberikan semangat kepada para korban sehingga mereka bisa memulihkan perekonomian dirinya dan negara.
"Uang ini akan kami berikan kepada yang membutuhkan dan membangkitkan semangat mereka kembali," harap Syafruddin.
(dnl/qom)
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Padang Syarifuddin Karimi mengatakan dirinya berharap agar pemerintah memberikan kebijakan khusus kepada para pembisnis yang menjadi korban bencana. Hal ini diperlukan agar membantu mempercepat pemulihan perekonomian di Sumatera Barat.
"Kerugian gempa ini cukup besar mencapai Rp 20 triliun. Agar Sumatera Barat bisa hidup kembali,kita membutuhkan pemikiran-pemikiran," jelas Syafruddin di Kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis malam (15/10/2009).
Menurut Syarifuddin, selain membutuhkan bantuan dana, Padang juga membutuhkan bantuan pemikiran untuk mempercepat pemulihan perekonomian di Sumatera Barat.
"Kita membutuhkan kebijakan khusus kepada pembisnis yang kena bencana karena jika tidak dibuat kebijakan khusus ini maka pemulihannya akan lama," papar Syafruddin.
Dalam kesempatan tersebut ISEI memberikan sumbangan kepada ISEI cabang Sumatera Barat sebesar Rp 125 juta. Dana bantuan tersebut diserahkan Ketua ISEI Darmin Nasution kepada ISEI Cabang Padang pada acara Silaturahmi dan Syawalan ISEI di Departemen Keuangan.
Menurut Syafruddin, pihaknya belum menentukan target pemberian dana tersebut karena banyak sekali yang harus dibantu, baik dari kalangan anggota ISEI cabang Padang maupun masyarakat sekitar yang menjadi korban gempa.
Anggota ISEI cabang Padang sendiri berjumlah sekitar 500 orang. Di antara mereka ada yang menjadi korban gempa, baik korban harta maupun nyawa. Namun, masyarakat sekitar banyak juga yang menjadi korban bahkan lebih parah.
"Kami akan mendiskusikan siapa saja yang diberi bantuan, apakah anggota ISEI atau masyarakat lain," ujar Syafruddin.
Dana ini direncanakan akan diserahkan Syafruddin esok sesampainya di Padang. Syafruddin berharap agar dana ini bisa memberikan semangat kepada para korban sehingga mereka bisa memulihkan perekonomian dirinya dan negara.
"Uang ini akan kami berikan kepada yang membutuhkan dan membangkitkan semangat mereka kembali," harap Syafruddin.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Tanri Abeng: Belajar Networking Setelah itu Baru Jadi Entrepreneur
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:42 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:16 WIB
Rebut Dari Harry Tanoe, SCTV 'Pegang' Liga Champion hingga 2015
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
