detikfinance

Aturan Perpanjangan Kontrak Migas Jadi PR Menteri Baru

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Jumat, 16/10/2009 14:01 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Perarturan Menteri (Permen) ESDM tentang Pedoman dan Syarat-syarat Perpanjangan Kontrak Kerjasama Migas baru akan diserahkan kepada Menteri ESDM selanjutnya. Saat ini perpanjangan kontrak enam blok migas sedang dibahas pemerintah.

"Kalau perpanjangan teknisnya tunggu menteri baru, tapi arahnya kami sinkronkan di Dirjen Migas dan juga dengan Pertamina," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/10/2009).

Purnomo menyatakan, dalam Permen tersebut nantinya Pertamina akan mendapatkan prioritas utama penawaran blok-blok migas yang sudah habis masa kontraknya.

"Kalau blok habis sebetulnya kembali ke pemerintah. Pada waktu kembali ke pemerintah biasanya kita berikan previlage (keistimewaan) ke Pertamina. Kita tanya Pertamina mau tidak," jelasnya.

Dirjen Migas, Evita  Herawati Legowo mengatakan, saat ini terdapat enam KKKS yang sudah mengajukan perpanjangan blok Migas ke pemerintah. Adapun enam KKKS yang mengajukan permohonan perpanjangan kontrak kerja sama yaitu pengelola wilayah kerja Blok A, South Sumatera Extention, Bawean, West Madura, Madura BD Field, dan Delta Mahakam.

"Kami sudah tawarkan kepada Pertamina. Bisa saya sampaikan dari enam blok itu, 3 blok kelihatannya tidak diminati Pertamina, yang 2 kemungkinan Pertamina menginginkan, tetapi yang satu lagi ini adalah apabila ada share down, Pertamina akan diminta sebagai mempunyai hak sebagai first right of refusal ," paparnya.

Evita mengaku telah mengirimkan surat kepada BP Migas mengenai hasil dari diskusi mengenai perpanjangan kontrak tersebut. Rencananya hari ini BP Migas akan menyerahkan surat tersebut kepada para KKKS yang telah menyampaikan usulan perpanjangannya. Namun perpanjangan kontrak keenam KKKS akan diputuskan oleh Menteri baru.

"Permen-nya sendiri tinggal sedikit lagi finalisasi dan kita tidak ingin menyelesaikan pada saat-saat terakhir ini. Kalau sudah ada menteri baru kita akan selesaikan permen dan putuskan secara resmi," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan membenarkan hal tersebut. Sebelumnya BUMN pelat merah tersebut dikabarkan berminat untuk masuk ke Blok Mahakam dikelola oleh Total Indonesie sebagai operator, sedangkan Blok West Madura dikelola oleh Kodeco.

"Jadi dari 6 blok itu kita tertarik dengan 2, yang satu lagi adalah apabila operator tersebut akan melakukan share down , yang mungkin ada previlage menanyakan dulu ke Pertamina," katanya.



(epi/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.