BUMI Kuasai 92,62% Saham Herald
Senin, 19/10/2009 10:03 WIB
(foto: dok BUMI)
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sudah menguasai 92,62% saham Herald Resources Ltd. Masa penawaran akan berakhir pada 20 Oktober 2009.
Berdasarkan keterbukaan informasi Australia Securities Exchange (ASX) yang dikutip detikFinance, Senin (19/10/2009), hingga 16 Oktober 2009 BUMI telah menguasai 186,993 juta saham (92,62%) perusahaan tambang berkode HER tersebut.
Sebagian besar penambahan kepemilikan tersebut berasal dari New Age World Limited yang menguasai 8,3% saham HER.
Para Direktur Independen HER yang semula merekomendasikan pemegang saham menolak tawaran BUMI, kini menyatakan sebaliknya, pemegang saham HER diminta segera menerima tawaran tersebut sebelum masa penawaran ditutup pada 20 Oktober 2009.
BUMI saat ini menguasai 84,2% saham HER melalui anak usahanya Calipso Investment Pte Ltd.
Rekomendasi manajemen HER dilakukan seiring dengan naiknya tawaran BUMI menjadi AUD 0,93 per saham dari sebelumnya AUD 0,70 per saham.
"Harga penawaran AUD 0,93 per saham merepresentasikan harga premium 133% dari harga penutupan HER pada 20 Agustus 2009," ujar Direktur Utama BUMI, Ari Saptari Hudaya.
Ari mengatakan, harga tersebut merupakan penawaran tertinggi BUMI dan tidak akan dinaikkan lagi. Ari juga mengatakan tidak akan memperpanjang masa penawaran yang akan habis pada 20 Oktober 2009.
Untuk keperluan akuisisi ini, BUMI menyiapkan dana AUD 25 juta.
(dro/qom)
Berdasarkan keterbukaan informasi Australia Securities Exchange (ASX) yang dikutip detikFinance, Senin (19/10/2009), hingga 16 Oktober 2009 BUMI telah menguasai 186,993 juta saham (92,62%) perusahaan tambang berkode HER tersebut.
Sebagian besar penambahan kepemilikan tersebut berasal dari New Age World Limited yang menguasai 8,3% saham HER.
Para Direktur Independen HER yang semula merekomendasikan pemegang saham menolak tawaran BUMI, kini menyatakan sebaliknya, pemegang saham HER diminta segera menerima tawaran tersebut sebelum masa penawaran ditutup pada 20 Oktober 2009.
BUMI saat ini menguasai 84,2% saham HER melalui anak usahanya Calipso Investment Pte Ltd.
Rekomendasi manajemen HER dilakukan seiring dengan naiknya tawaran BUMI menjadi AUD 0,93 per saham dari sebelumnya AUD 0,70 per saham.
"Harga penawaran AUD 0,93 per saham merepresentasikan harga premium 133% dari harga penutupan HER pada 20 Agustus 2009," ujar Direktur Utama BUMI, Ari Saptari Hudaya.
Ari mengatakan, harga tersebut merupakan penawaran tertinggi BUMI dan tidak akan dinaikkan lagi. Ari juga mengatakan tidak akan memperpanjang masa penawaran yang akan habis pada 20 Oktober 2009.
Untuk keperluan akuisisi ini, BUMI menyiapkan dana AUD 25 juta.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Tanri Abeng: Belajar Networking Setelah itu Baru Jadi Entrepreneur
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:34 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:42 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:16 WIB
Rebut Dari Harry Tanoe, SCTV 'Pegang' Liga Champion hingga 2015
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
