Sri Mulyani Siapkan Strategi Jaga Daya Beli
Selasa, 20/10/2009 20:03 WIB
Foto: Depkeu
Jakarta - Calon kuat Menteri Keuangan periode 2009-2014 Sri Mulyani siapkan strategi untuk menjaga pereknomian tetap kuat di tengah guncangan dari luar seperti kenaikan harga minyak dunia yang terjadi.
Menurutnya kunci untuk menjaga perekonomian adalah dengan menjaga daya beli masyarakat tetap kuat, sehingga bisa meredam gejolak yang terjadi dari luar.
"Pemerintah kan selama ini seperti yang kita lihat selama 5 tahun, harga itu apabila kita sudah bicara tentang harga energi sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal global. Jadi bagaimana kita membuat perekonomian tetap punya daya tahan," ujarnya ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (20/10/2009).
Beberapa instrumen yang bisa dipakai untuk tetap menjaga daya beli masyarakat tetap kuat adalah seperti memberikan subsidi pajak, bea cukai, maupun kepabeanan.
Dalam Undang-Undang sendiri, pemerintah sudah diamanatkan agar APBN bisa menjaga kesejahteraan rakyat.
Meskipun begitu, Sri Mulyani belum bisa berkomentar banyak mengenai kebijakan spesifik yang akan diambil pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga minyak dunia yang nyaris menyentuh level US$ 80 per barel.
"Saya tidak mengatakan suatu policy yang saya sampaikan dalam konteks prinsipil dan kebijakan sektor riil," pungkasnya.
(nia/dnl)
Menurutnya kunci untuk menjaga perekonomian adalah dengan menjaga daya beli masyarakat tetap kuat, sehingga bisa meredam gejolak yang terjadi dari luar.
"Pemerintah kan selama ini seperti yang kita lihat selama 5 tahun, harga itu apabila kita sudah bicara tentang harga energi sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal global. Jadi bagaimana kita membuat perekonomian tetap punya daya tahan," ujarnya ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (20/10/2009).
Beberapa instrumen yang bisa dipakai untuk tetap menjaga daya beli masyarakat tetap kuat adalah seperti memberikan subsidi pajak, bea cukai, maupun kepabeanan.
Dalam Undang-Undang sendiri, pemerintah sudah diamanatkan agar APBN bisa menjaga kesejahteraan rakyat.
Meskipun begitu, Sri Mulyani belum bisa berkomentar banyak mengenai kebijakan spesifik yang akan diambil pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga minyak dunia yang nyaris menyentuh level US$ 80 per barel.
"Saya tidak mengatakan suatu policy yang saya sampaikan dalam konteks prinsipil dan kebijakan sektor riil," pungkasnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Tanri Abeng: Belajar Networking Setelah itu Baru Jadi Entrepreneur
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:42 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:16 WIB
Rebut Dari Harry Tanoe, SCTV 'Pegang' Liga Champion hingga 2015
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
