Jadi Calon Menteri, Armida Dapat Telepon Tak Dikenal Minggu Malam
Rabu, 21/10/2009 14:12 WIB
Armida Alisjahbana (Foto: Anwar/detikcom)
Bandung - Guru besar FE Unpad, Armida Alisjahbana menjadi kandidat kuat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas. Armida mengaku tak mendapat firasat apapun sebelum akhirnya mendapat telpon dari nomor tak dikenal pada Minggu (18/10/2009) malam.
"Saya mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal pada minggu malam (18/10/2009), ternyata itu Mensetneg Hatta Rajasa. Pak Hatta bilang saya akan ikut membantu di pemerintahan SBY-Boediono di bidang perekonomian. Keesokan paginya saya ditelepon Pak Hatta lagi dan minta saya datang ke Puri Cikeas untuk wawancara," ungkapnya.
Saat wawancara di Puri Cikeas, Armida mengaku di dalam ruangan hanya ada dirinya bersama SBY dan Boediono. Pada kesempatan itu juga, Armida mengaku diminta menandatangani fakta integritas.
Arminda kini masih menunggu kepastian jadi tidaknya dia terpilih. Dia mengaku hal pertama yang dia lakukan jika terpilih adalah sujud syukur.
"Ya sampai saat ini masih menunggu kepastian, kita ikuti saja prosesnya, mungkin satu hingga dua hari ini," ujarnya saat ditemui wartawan di Executive Lounge Unpad, Jalan Dipatiukur, Rabu (21/10/2009).
Armida menyatakan siap jika terpilih menjadi Kepala Bappenas, seperti yang santer diberitakan selama ini. Namun kalaupun tak terpilih, Armida mengaku pasrah.
"Ya saya pasrah saja, kalau lancar ya terpilih kalau tidak ya tidak," ujarnya yang selama wawancara selalu menggenggam Blackberry miliknya.
Ketika ditanya apa yang pertama akan dilakukannnya jika terpilih? "Saya akan langsung sujud syukur dan memberitahu seluruh keluarga, untuk selanjutnya lihat saja nanti," ujarnya yang mengaku didukung penuh oleh suami dan keluarga besarnya.
Puteri dari mantan Menteri Luar Negeri sekaligus Rektor Unpad Periode 1973 – 1974 Mochtar Kusumaatmadja ini mengaku tak punya firasat dia termasuk kandidat menteri di pemerintahan SBY-Boediono.
Dalam kesempatan tersebut, Armida juga mengaku dirinya tidak akan sulit melakukan koordinasi karena Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono sudah dikenalnya cukup lama.
"Saya kenal dengan Sri Mulyani dan juga Mari Elka Pangestu (calon menteri perdagangan). Sri Mulyani adik kelas saya di Ekonomi UI dulu," ujar Armida.
Armida juga mengaku sudah mengenal Wapres Boediono, sebab mereka pernah kerjasama dalam proyek di bidang keuangan. Seluk beluk Bappenas sendiri diakuinya sudah lumayan dia kenal, sebab dia pun sudah bekerjasama dengan Bappenas. Armida merupakan tim ahli prakarsa strategis Bappenas.
"Saya belum ada komunikasi dengan kepala Bappenas sebelumnya (Paskah Suzetta-red) atau pun sebaliknya, mereka menghubungi saya. Belum lah, kan pengumumannya juga belum," ujarnya.
Armida menyatakan jika dirinya terpilih menjadi menteri PPN, maka otomatis dia akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi Unpad.
Profil Armida Alisjahbana:
Kelahiran: Bandung, 16 Agustus 1960
Pendidikan:
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Master of Arts in Economics, Northwestern University, Evanston, Illinois, USA.
Doctor of Philosophy in Economics, University of Washington, Seattle, Washington, USA.
Jabatan sebelumnya:
Juni 1996-Sekarang: Ketua Departemen Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Padjadjaran.
(ern/qom)
"Saya mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal pada minggu malam (18/10/2009), ternyata itu Mensetneg Hatta Rajasa. Pak Hatta bilang saya akan ikut membantu di pemerintahan SBY-Boediono di bidang perekonomian. Keesokan paginya saya ditelepon Pak Hatta lagi dan minta saya datang ke Puri Cikeas untuk wawancara," ungkapnya.
Saat wawancara di Puri Cikeas, Armida mengaku di dalam ruangan hanya ada dirinya bersama SBY dan Boediono. Pada kesempatan itu juga, Armida mengaku diminta menandatangani fakta integritas.
Arminda kini masih menunggu kepastian jadi tidaknya dia terpilih. Dia mengaku hal pertama yang dia lakukan jika terpilih adalah sujud syukur.
"Ya sampai saat ini masih menunggu kepastian, kita ikuti saja prosesnya, mungkin satu hingga dua hari ini," ujarnya saat ditemui wartawan di Executive Lounge Unpad, Jalan Dipatiukur, Rabu (21/10/2009).
Armida menyatakan siap jika terpilih menjadi Kepala Bappenas, seperti yang santer diberitakan selama ini. Namun kalaupun tak terpilih, Armida mengaku pasrah.
"Ya saya pasrah saja, kalau lancar ya terpilih kalau tidak ya tidak," ujarnya yang selama wawancara selalu menggenggam Blackberry miliknya.
Ketika ditanya apa yang pertama akan dilakukannnya jika terpilih? "Saya akan langsung sujud syukur dan memberitahu seluruh keluarga, untuk selanjutnya lihat saja nanti," ujarnya yang mengaku didukung penuh oleh suami dan keluarga besarnya.
Puteri dari mantan Menteri Luar Negeri sekaligus Rektor Unpad Periode 1973 – 1974 Mochtar Kusumaatmadja ini mengaku tak punya firasat dia termasuk kandidat menteri di pemerintahan SBY-Boediono.
Dalam kesempatan tersebut, Armida juga mengaku dirinya tidak akan sulit melakukan koordinasi karena Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono sudah dikenalnya cukup lama.
"Saya kenal dengan Sri Mulyani dan juga Mari Elka Pangestu (calon menteri perdagangan). Sri Mulyani adik kelas saya di Ekonomi UI dulu," ujar Armida.
Armida juga mengaku sudah mengenal Wapres Boediono, sebab mereka pernah kerjasama dalam proyek di bidang keuangan. Seluk beluk Bappenas sendiri diakuinya sudah lumayan dia kenal, sebab dia pun sudah bekerjasama dengan Bappenas. Armida merupakan tim ahli prakarsa strategis Bappenas.
"Saya belum ada komunikasi dengan kepala Bappenas sebelumnya (Paskah Suzetta-red) atau pun sebaliknya, mereka menghubungi saya. Belum lah, kan pengumumannya juga belum," ujarnya.
Armida menyatakan jika dirinya terpilih menjadi menteri PPN, maka otomatis dia akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi Unpad.
Profil Armida Alisjahbana:
Kelahiran: Bandung, 16 Agustus 1960
Pendidikan:
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Master of Arts in Economics, Northwestern University, Evanston, Illinois, USA.
Doctor of Philosophy in Economics, University of Washington, Seattle, Washington, USA.
Jabatan sebelumnya:
Juni 1996-Sekarang: Ketua Departemen Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Padjadjaran.
(ern/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 12:35 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
