Asing Lepas BUMI Rp 1,06 Triliun
Kamis, 22/10/2009 17:30 WIB
Jakarta - Investor asing terus melepaskan kepemilikannya pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Selama 3 hari terakhir, asing telah melepas BUMI sebesar Rp 1,06 triliun.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Kamis (22/10/2009), asing tercatat melepas BUMI senilai Rp 428,921 miliar pada perdagangan hari ini.
Pada perdagangan kemarin, Rabu (21/10/2009), asing tercatat melepas BUMI senilai Rp 332,903 miliar dan pada perdagangan Selasa (20/10/2009), asing melepas BUMI senilai Rp 299,062 miliar.
Aksi jual besar-besaran asing ini membuat harga saham BUMI anjlok tajam. Pada pekan kemarin, BUMI ditutup di harga Rp 3.025. Pada perdagangan hari ini, BUMI ditutup di level Rp 2.650, turun 12,39% dari penutupan pekan lalu.
Berdasarkan pengamatan detikFinance, tidak tampak dorongan beli yang memadai pada saham BUMI selama perdagangan 4 hari pekan ini. Broker lokal terus mencoba menahan kejatuhan lebih dalam, namun aksi jual asing tak mampu terbendung.
Pada perdagangan hari ini, 5 broker asing tercatat menjual saham BUMI sebanyak 503.737 lot atau 251,868 juta saham (1,29%).
Total nilai transaksi jual 5 broker asing tersebut mencapai Rp 680,543 miliar. Nilai tersebut termasuk, transaksi investor lokal yang terdaftar dalam 5 broker tersebut.
Aksi jual masif 5 broker tersebut membuat investor lokal ikutan melakukan aksi jual. Total nilai transaksi BUMI hari ini mencapai Rp 1,879 triliun atau sekitar 36,85% dari total nilai transaksi di BEI hari ini senilai Rp 5,098 triliun.
Volume transaksi BUMI hari ini sebesar 624,8 juta saham atau setara dengan 3,21% dari total saham BUMI sebanyak 19,404 miliar saham.
Aksi jual asing pada saham BUMI tampaknya mengikuti tren penjualan pada saham-saham di bursa Eropa dan Amerika Serikat. Selama kurun 2 hari terakhir, indeks bursa-bursa Eropa dan AS memang mengalami koreksi tajam yang kemudian diikuti oleh koreksi bursa-bursa regional Asia.
(dro/qom)
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Kamis (22/10/2009), asing tercatat melepas BUMI senilai Rp 428,921 miliar pada perdagangan hari ini.
Pada perdagangan kemarin, Rabu (21/10/2009), asing tercatat melepas BUMI senilai Rp 332,903 miliar dan pada perdagangan Selasa (20/10/2009), asing melepas BUMI senilai Rp 299,062 miliar.
Aksi jual besar-besaran asing ini membuat harga saham BUMI anjlok tajam. Pada pekan kemarin, BUMI ditutup di harga Rp 3.025. Pada perdagangan hari ini, BUMI ditutup di level Rp 2.650, turun 12,39% dari penutupan pekan lalu.
Berdasarkan pengamatan detikFinance, tidak tampak dorongan beli yang memadai pada saham BUMI selama perdagangan 4 hari pekan ini. Broker lokal terus mencoba menahan kejatuhan lebih dalam, namun aksi jual asing tak mampu terbendung.
Pada perdagangan hari ini, 5 broker asing tercatat menjual saham BUMI sebanyak 503.737 lot atau 251,868 juta saham (1,29%).
- PT Kim Eng Securities (ZP) menjual BUMI sebanyak 92,104 juta saham (0,47%),
- PT Deutsche Bank Securities Indonesia (DB) menjual 78,35 juta saham (0,40%),
- PT CIMB Securities (YU) menjual 36,788 juta (0,19%),
- PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) menjual 24,626 juta saham (0,12%)
- PT UBS Securities Indonesia (AK) menjual 19,999 juta saham (0,10%).
Total nilai transaksi jual 5 broker asing tersebut mencapai Rp 680,543 miliar. Nilai tersebut termasuk, transaksi investor lokal yang terdaftar dalam 5 broker tersebut.
Aksi jual masif 5 broker tersebut membuat investor lokal ikutan melakukan aksi jual. Total nilai transaksi BUMI hari ini mencapai Rp 1,879 triliun atau sekitar 36,85% dari total nilai transaksi di BEI hari ini senilai Rp 5,098 triliun.
Volume transaksi BUMI hari ini sebesar 624,8 juta saham atau setara dengan 3,21% dari total saham BUMI sebanyak 19,404 miliar saham.
Aksi jual asing pada saham BUMI tampaknya mengikuti tren penjualan pada saham-saham di bursa Eropa dan Amerika Serikat. Selama kurun 2 hari terakhir, indeks bursa-bursa Eropa dan AS memang mengalami koreksi tajam yang kemudian diikuti oleh koreksi bursa-bursa regional Asia.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 12:35 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
