BI: Penurunan BI Rate Sulit Berlanjut
Kamis, 22/10/2009 20:20 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan penurunan tingkat BI Rate dari level 6,5% saat ini akan sulit berlanjut karena proyeksi inflasi 2010 yang akan naik dan juga kenaikan harga minyak dunia yang terus terjadi.
Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Lapangan, Banteng, Jakarta, Kamis (22/10/2009).
"Kami melihat inflasi bukan dari bulan ke bulan, inflasi meskipun turun kami melihat ada tekanan inflasi di 2010, yaitu kalau sekarang 6,5% itu bisa dikatakan room (ruang penurunan BI Rate) semakin terbatas. Belum lagi harga minyak naik," ujarnya.
Meskipun begitu, Hartadi mengatakan tingkat inflasi pada bulan Oktober ini akan rendah, jika pada September month on month (mom) mencapai 1%, maka pada Oktober ini akan turun menjadi 0,25%.
"Untuk yoy di bawah 3%, itu bagus berarti efek dari lebaran sudah hilang. Bisa naik sedikit pada Desember tapi harapan kami tidak setinggi waktu lebaran. Biasanya kenaikan itu tahun baru dan natal," tuturnya.
Sementara itu mengenai penguatan rupiah yang terjadi, Hartadi mengatakan penguatan rupiah yang terjadi pada saat ini masih wajar karena sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia.
"Kami melihat kecepatannya kalau level itu ditentukan fundamentalnya, kalau memang fundamental memungkinkan dia menguat, dia akan menguat terus, tapi yang penting jangan menguat terlalu cepat. Penguatan yang sekarang makin oke," tutupnya.
(dnl/dnl)
Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Lapangan, Banteng, Jakarta, Kamis (22/10/2009).
"Kami melihat inflasi bukan dari bulan ke bulan, inflasi meskipun turun kami melihat ada tekanan inflasi di 2010, yaitu kalau sekarang 6,5% itu bisa dikatakan room (ruang penurunan BI Rate) semakin terbatas. Belum lagi harga minyak naik," ujarnya.
Meskipun begitu, Hartadi mengatakan tingkat inflasi pada bulan Oktober ini akan rendah, jika pada September month on month (mom) mencapai 1%, maka pada Oktober ini akan turun menjadi 0,25%.
"Untuk yoy di bawah 3%, itu bagus berarti efek dari lebaran sudah hilang. Bisa naik sedikit pada Desember tapi harapan kami tidak setinggi waktu lebaran. Biasanya kenaikan itu tahun baru dan natal," tuturnya.
Sementara itu mengenai penguatan rupiah yang terjadi, Hartadi mengatakan penguatan rupiah yang terjadi pada saat ini masih wajar karena sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia.
"Kami melihat kecepatannya kalau level itu ditentukan fundamentalnya, kalau memang fundamental memungkinkan dia menguat, dia akan menguat terus, tapi yang penting jangan menguat terlalu cepat. Penguatan yang sekarang makin oke," tutupnya.
(dnl/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 12:35 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 12:30 WIB
Cara Mudah Dapat Visa Permanen Australia, Siapkan Rp 44 Miliar
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Ini Penyebab Jebolnya BBM Subsidi di Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Agus Marto: 40% Anggaran Perjalanan Dinas Dikorupsi PNS
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
