Mantapnya Bisnis Pengaman Kebocoran Gas
Senin, 26/10/2009 08:10 WIB
Jakarta - Jutaan rumah tangga di Indonesia kini telah menggunakan elpiji untuk keperluan rumah tangganya. Sebuah peluang usaha pun bisa digali dari konsumsi masyarakat tersebut. Salah satunya adalah bisnis pengaman tabung elpiji yang ternyata cukup menggiurkan.
Betapa tidak menggiurkan, hampir seluruh masyarakat menengah ke atas kini telah menggunakan elpiji untuk yang ukuran 12 kg. Belum lagi, sebanyak 40 juta rumah tangga yang masuk dalam program konversi energi dari kompor ke elpiji 3 kg.
Adalah M. Sairin, pria asal Tegal ini memiliki ide membuat pengaman tabung elpiji agar tidak bocor. Kisah suksesnya menciptakan alat sederhana penekan regulator terhadap valve sungguh brilian.
Ia mengaku terinspirasi dari sering bermunculannya kasus kebocoran tabung yang berujung maut di seluruh Indonesia, telah membawanya menjadi calon produsen pengaman tabung pertama di Indonesia.
"Pada awalnya saya sering mendengar banyak tabung meledak. Saya punya solusi karena kurang tekan jadi bocor. Awalnya pakai karet, lalu tidak bocor, lalu saya punya ide membuat pengaman dari plat besi," kata Sairin saat dihubungi detikFinance, Rabu (20/10/2009).
Ide membuat alat pengaman ini kata dia merupakan murni idenya sendiri. Saat ini ia sedang memproses tahap paten yang di fasilitasi oleh Departemen Perindustrian dan Departemen Hukum dan Ham.
Ia mengaku produksi perdananya baru ia lakukan pada bulan Agustus 2009 lalu, saat ini sebanyak 3000-an pengaman tabung telah ludes terjual. Sayangnya kata dia, saat ini produk pengaman tabung ini belum banyak tersebar ke pasar secara umum.
"Pakai alat saya ini dijamin nggak bocor," katanya.
Melalui bengkelnya di Tegal, saat ini ia mulai kebanjiran pesanan dari beberapa wilayah di Indonesia. Kedepannya ia berharap pihak Pertamina selaku pelaksana program konversi bisa mengajaknya untuk sebagai rekanan. Dimana alat pengaman tabungnya bisa menjadi paket pemberian tabung dan kompor program konversi.
"Saya ingin kalau Pertamina sebagai bapak angkat, alat saya masuk dalam pembagian tabung dan kompor, jadi ada sehingga hak patennya terbantu," jelasnya.
Tawaran Kemitraan Distribusi Pengaman Tabung Elpji
Sairin menambahkan, saat ini pemasaran produknya masih terbatas di wilayah Jakarta dan Semarang melalui penjualan sendiri maupun beberapa rekanannya. Ia mengajak untuk bermitra dengan dirinya untuk sebagai agen penjualan atau pengecer.
Sistem kerjasamanya, para distributor minimal membeli sebanyak 50 unit pengaman tabung dengan harga Rp 17.000 per unit. Distributor diberikan kebabasan menjual dengan batas harga hingga Rp 65.000 per unit.
"Saya mengajak untuk gabung, pembelian minimal 50 unit. Saya jual harga Rp 17.000, dijualnya ada yang Rp 65.000, Rp 50.000," imbuhnya.
Saat ini ia telah memiliki 10 orang karyawan dengan kapasitas produksi per harinya mencapai 1000 unit dengan memanfaatkan bengkel bubut besar milik kakaknya.
"Awalnya modal saya hanya Rp 10 juta, dengan margin Rp 2000 unit itu sudah lumayan. Tetapi bagi distributor atau pengecer bisa ambil kentungan bisa ratusan persen dari modal," imbuhnya.
Ia menyarankan bagi para distributornya, untuk melakukan penjualan ke rumah-rumah, menjualan ke pengecer atau agen elpiji dan beberapa ajang pameran.
Sementara itu Subari salah seorang distributor skala kecil di Jakarta mengatakan ia belum lama menjual produk pengaman tabung. Namun dengan margin yang lumayan besar, bisnis ini cukup menjanjikan.
Setidaknya dalam satu hari dalam setiap ajang pameran atau mall, alat pengaman tabungnya laris terjual hingga 60 unit per hari. Ia mengaku dengan bermodal Rp 17.000, setidaknya ia bisa menjual hingga Rp 65.000 per unit.
"Saya sering jual di pameran, respon masyarakat sangat bagus. Biasanya saya jual sampai batas maksimal Rp 65.000 karena kalau pameran saya harus bayar sewa tempat yang mahal," jelas Subari.
Muhamad Sairin
Alamat:
JL. Kabunan Asri Blok A No 3 Kecamatan Dukuh Waru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
(hen/qom)
Betapa tidak menggiurkan, hampir seluruh masyarakat menengah ke atas kini telah menggunakan elpiji untuk yang ukuran 12 kg. Belum lagi, sebanyak 40 juta rumah tangga yang masuk dalam program konversi energi dari kompor ke elpiji 3 kg.
Adalah M. Sairin, pria asal Tegal ini memiliki ide membuat pengaman tabung elpiji agar tidak bocor. Kisah suksesnya menciptakan alat sederhana penekan regulator terhadap valve sungguh brilian.
Ia mengaku terinspirasi dari sering bermunculannya kasus kebocoran tabung yang berujung maut di seluruh Indonesia, telah membawanya menjadi calon produsen pengaman tabung pertama di Indonesia.
"Pada awalnya saya sering mendengar banyak tabung meledak. Saya punya solusi karena kurang tekan jadi bocor. Awalnya pakai karet, lalu tidak bocor, lalu saya punya ide membuat pengaman dari plat besi," kata Sairin saat dihubungi detikFinance, Rabu (20/10/2009).
Ide membuat alat pengaman ini kata dia merupakan murni idenya sendiri. Saat ini ia sedang memproses tahap paten yang di fasilitasi oleh Departemen Perindustrian dan Departemen Hukum dan Ham.
Ia mengaku produksi perdananya baru ia lakukan pada bulan Agustus 2009 lalu, saat ini sebanyak 3000-an pengaman tabung telah ludes terjual. Sayangnya kata dia, saat ini produk pengaman tabung ini belum banyak tersebar ke pasar secara umum.
"Pakai alat saya ini dijamin nggak bocor," katanya.
Melalui bengkelnya di Tegal, saat ini ia mulai kebanjiran pesanan dari beberapa wilayah di Indonesia. Kedepannya ia berharap pihak Pertamina selaku pelaksana program konversi bisa mengajaknya untuk sebagai rekanan. Dimana alat pengaman tabungnya bisa menjadi paket pemberian tabung dan kompor program konversi.
"Saya ingin kalau Pertamina sebagai bapak angkat, alat saya masuk dalam pembagian tabung dan kompor, jadi ada sehingga hak patennya terbantu," jelasnya.
Tawaran Kemitraan Distribusi Pengaman Tabung Elpji
Sairin menambahkan, saat ini pemasaran produknya masih terbatas di wilayah Jakarta dan Semarang melalui penjualan sendiri maupun beberapa rekanannya. Ia mengajak untuk bermitra dengan dirinya untuk sebagai agen penjualan atau pengecer.
Sistem kerjasamanya, para distributor minimal membeli sebanyak 50 unit pengaman tabung dengan harga Rp 17.000 per unit. Distributor diberikan kebabasan menjual dengan batas harga hingga Rp 65.000 per unit.
"Saya mengajak untuk gabung, pembelian minimal 50 unit. Saya jual harga Rp 17.000, dijualnya ada yang Rp 65.000, Rp 50.000," imbuhnya.
Saat ini ia telah memiliki 10 orang karyawan dengan kapasitas produksi per harinya mencapai 1000 unit dengan memanfaatkan bengkel bubut besar milik kakaknya.
"Awalnya modal saya hanya Rp 10 juta, dengan margin Rp 2000 unit itu sudah lumayan. Tetapi bagi distributor atau pengecer bisa ambil kentungan bisa ratusan persen dari modal," imbuhnya.
Ia menyarankan bagi para distributornya, untuk melakukan penjualan ke rumah-rumah, menjualan ke pengecer atau agen elpiji dan beberapa ajang pameran.
Sementara itu Subari salah seorang distributor skala kecil di Jakarta mengatakan ia belum lama menjual produk pengaman tabung. Namun dengan margin yang lumayan besar, bisnis ini cukup menjanjikan.
Setidaknya dalam satu hari dalam setiap ajang pameran atau mall, alat pengaman tabungnya laris terjual hingga 60 unit per hari. Ia mengaku dengan bermodal Rp 17.000, setidaknya ia bisa menjual hingga Rp 65.000 per unit.
"Saya sering jual di pameran, respon masyarakat sangat bagus. Biasanya saya jual sampai batas maksimal Rp 65.000 karena kalau pameran saya harus bayar sewa tempat yang mahal," jelas Subari.
Muhamad Sairin
Alamat:
JL. Kabunan Asri Blok A No 3 Kecamatan Dukuh Waru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Tanri Abeng: Belajar Networking Setelah itu Baru Jadi Entrepreneur
-
Kamis, 24/05/2012 17:47 WIB
SBY Minta Hemat Listrik, PNS Jangan Main 'Game' Saat Lembur
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 17:42 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
Kamis, 24/05/2012 17:16 WIB
Rebut Dari Harry Tanoe, SCTV 'Pegang' Liga Champion hingga 2015
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
