Kupon Obligasi Pupuk Kaltim Pakai Acuan FR0051
Kamis, 29/10/2009 16:21 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Pupuk Kalimantan Timur menawarkan kupon dan imbal hasil atas obligasi dan sukuk sebesar Rp 1,3 triliun dengan mengacu pada imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) seri FR0051 + 90 s/d 190 bps.
"Penetapan kupon ini mengacu pada yield surat utang negara (SUN) dengan seri FR0051 atas volume transaksi yang sering dilakukan ketimbang dari seri lainnya," kata Direktur Utama Pupuk Kaltim, Hidayat Nyakman dalam konferensi pers atas Due Diligence Meeting & Public Expose perseroan di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
Penggunaan dana hasil Obligasi Pupuk Kaltim II, sebesar 80% akan digunakan untuk modal kerja. Sedangkan 20% sisanya, perseroan akan menggunakannya untuk pembiayaan pembangunan pabrik pupuk NPK Fused Bleding. Pembangunan pabrik berlokasi di kompleks yang sama dengan pabrik yang sudah ada, diatas lahan milik perseroan. Proses pembangunan pabrik ini tengah berjalan.
"Untuk dana dari hasil penawaran umum sukuk Ijarah Pupuk Kaltim I tahun 2009 akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja yakni jasa angkutan, sewa gudang," tambah Hidayat.
Obligasi yang ditawarkan berjangka waktu 5 tahun. Pupuk Kaltim memiliki opsi beli (call option) selama 1 kali pada ulang tahun ke-3 sejak tanggal emisi sesuai dengan perjanjian perwaliamanatan obligasi dan sukuk ijarah.
Dari hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Obligasi konvensional dan Sukuk Ijarah ini berada di posisi idAA- dengan outlook stabil dan idAA- syariah dengan outlook stabil. Sebagai penjamin emisi atas 2 instrumen obligasi ini, perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas.
Menurut Hidayat, sebenarnya penerbitan obligasi ini bukan merupakan kali pertama. Sebelumnya, perseroan telah melakukan emisi obligasi tahun 2002 dan telah jatuh tempo 2007.
"Penerbitan obligasi umumnya untuk biaya operasional dan pengembangan usaha, karena itu dibutuhkan peningkatan strategi peningkatan biaya modal," tuturnya.
Bertindak sebagai wali amanat dalam penerbitan obligasi dan sukuk Ijarah ini adalah PT CIMB Niaga. Per 31 Mei 2009, Pupuk Kaltim berhasil mencetak laba bersih Rp 250,503 juta.
(dro/dro)
"Penetapan kupon ini mengacu pada yield surat utang negara (SUN) dengan seri FR0051 atas volume transaksi yang sering dilakukan ketimbang dari seri lainnya," kata Direktur Utama Pupuk Kaltim, Hidayat Nyakman dalam konferensi pers atas Due Diligence Meeting & Public Expose perseroan di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
Penggunaan dana hasil Obligasi Pupuk Kaltim II, sebesar 80% akan digunakan untuk modal kerja. Sedangkan 20% sisanya, perseroan akan menggunakannya untuk pembiayaan pembangunan pabrik pupuk NPK Fused Bleding. Pembangunan pabrik berlokasi di kompleks yang sama dengan pabrik yang sudah ada, diatas lahan milik perseroan. Proses pembangunan pabrik ini tengah berjalan.
"Untuk dana dari hasil penawaran umum sukuk Ijarah Pupuk Kaltim I tahun 2009 akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja yakni jasa angkutan, sewa gudang," tambah Hidayat.
Obligasi yang ditawarkan berjangka waktu 5 tahun. Pupuk Kaltim memiliki opsi beli (call option) selama 1 kali pada ulang tahun ke-3 sejak tanggal emisi sesuai dengan perjanjian perwaliamanatan obligasi dan sukuk ijarah.
Dari hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Obligasi konvensional dan Sukuk Ijarah ini berada di posisi idAA- dengan outlook stabil dan idAA- syariah dengan outlook stabil. Sebagai penjamin emisi atas 2 instrumen obligasi ini, perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas.
Menurut Hidayat, sebenarnya penerbitan obligasi ini bukan merupakan kali pertama. Sebelumnya, perseroan telah melakukan emisi obligasi tahun 2002 dan telah jatuh tempo 2007.
"Penerbitan obligasi umumnya untuk biaya operasional dan pengembangan usaha, karena itu dibutuhkan peningkatan strategi peningkatan biaya modal," tuturnya.
Bertindak sebagai wali amanat dalam penerbitan obligasi dan sukuk Ijarah ini adalah PT CIMB Niaga. Per 31 Mei 2009, Pupuk Kaltim berhasil mencetak laba bersih Rp 250,503 juta.
(dro/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
Duh, KPK dan Polisi Kurang Merespon Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
