Pertamina EP Optimistis Target Produksi 2009 Tercapai
Kamis, 29/10/2009 17:17 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Pertamina EP optimistis target produksi minyak tahun 2009 tetap tercapai meskipun produksi gas dan kodensat dari Lapangan Glagah Kambuna, Sumatera Utara berhenti sejak 24 September lalu.
Menurut Dirut Pertamina EP Salis Aprilian, posisi produksi Pertamina EP dari Januari sampai Oktober 2009 sudah mencapai 125.800 barel per hari.
"Kami optimis sampai akhir tahun melebihi target 125.500 barel per hari," kata Salis di sela National Summit di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (29/10/2009)
Salis menyatakan, angka produksi Pertamina EP hingga akhir tahun akan jauh lebih besar jika kegiatan operasi lapangan Glagah Kambuna tidak berhenti. "Kalau tidak terhenti, maka produksi Glagah Kambuna merupakan bonus," jelasnya.
Untuk diketahui, pada 24 September lalu telah terjadi gangguan pada dua turbin PLTGU Belawan. Gangguan pada turbin tersebut, kabarnya disebabkan ketidaksesuaian spesifikasi gas dari TAC Glagah Kambuna dengan PLTGU Belawan.
Berdasarkan informasi yang diterima detikFinance, PLN sebenarnya telah berhasil memperbaiki turbin tersebut dan PLTGU Belawan sudah beroperasi sejak awal Oktober lalu. Namun BUMN listrik tersebut memutuskan menghentikan pasokan listrik dari lapangan tersebut untuk sementara. Penghentian itu dilakukan untuk menghindarkan rusaknya kembali PLTGU tersebut.
Hal ini akhirnya telah menyebabkan produksi gas dan kondensat TAC Salamander Glagah Kambuna terhenti sejak tanggal 24 September hingga hari ini. Adapun produksi dari lapangan tersebut sekitar 30 mmscfd gas dan 3.500 bopd minyak.
Sebelumnya Direktur Utama PT Pertamina EP, Salis Aprilian menyatakan pihaknya akan mencari pembeli sementara untuk menampung gas dari TAC Glagah Kambuna.
Kepala BP Migas R Priyono akan membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab kerusakan turbin di PLTGU Belawan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Priyono menilai tim tersebut harus bentuk sebab hingga saat ini baik produsen maupun konsumen masih saling mengklaim mengenai penyebab kerusakan yang terjadi pada turbin gas pembangkit PLTGU Belawan milik PLN.
PLN masih meyakini kerusakan itu terjadi karena ketidaksesuaian spesifikasi gas yang diproduksi lapangan itu atau adanya perubahan spesikasi gas saat gas itu disalurkan melalui infrastruktur distribusinya ke PLTGU. Sementara produsen membantah hal itu.
(epi/dnl)
Menurut Dirut Pertamina EP Salis Aprilian, posisi produksi Pertamina EP dari Januari sampai Oktober 2009 sudah mencapai 125.800 barel per hari.
"Kami optimis sampai akhir tahun melebihi target 125.500 barel per hari," kata Salis di sela National Summit di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (29/10/2009)
Salis menyatakan, angka produksi Pertamina EP hingga akhir tahun akan jauh lebih besar jika kegiatan operasi lapangan Glagah Kambuna tidak berhenti. "Kalau tidak terhenti, maka produksi Glagah Kambuna merupakan bonus," jelasnya.
Untuk diketahui, pada 24 September lalu telah terjadi gangguan pada dua turbin PLTGU Belawan. Gangguan pada turbin tersebut, kabarnya disebabkan ketidaksesuaian spesifikasi gas dari TAC Glagah Kambuna dengan PLTGU Belawan.
Berdasarkan informasi yang diterima detikFinance, PLN sebenarnya telah berhasil memperbaiki turbin tersebut dan PLTGU Belawan sudah beroperasi sejak awal Oktober lalu. Namun BUMN listrik tersebut memutuskan menghentikan pasokan listrik dari lapangan tersebut untuk sementara. Penghentian itu dilakukan untuk menghindarkan rusaknya kembali PLTGU tersebut.
Hal ini akhirnya telah menyebabkan produksi gas dan kondensat TAC Salamander Glagah Kambuna terhenti sejak tanggal 24 September hingga hari ini. Adapun produksi dari lapangan tersebut sekitar 30 mmscfd gas dan 3.500 bopd minyak.
Sebelumnya Direktur Utama PT Pertamina EP, Salis Aprilian menyatakan pihaknya akan mencari pembeli sementara untuk menampung gas dari TAC Glagah Kambuna.
Kepala BP Migas R Priyono akan membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab kerusakan turbin di PLTGU Belawan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Priyono menilai tim tersebut harus bentuk sebab hingga saat ini baik produsen maupun konsumen masih saling mengklaim mengenai penyebab kerusakan yang terjadi pada turbin gas pembangkit PLTGU Belawan milik PLN.
PLN masih meyakini kerusakan itu terjadi karena ketidaksesuaian spesifikasi gas yang diproduksi lapangan itu atau adanya perubahan spesikasi gas saat gas itu disalurkan melalui infrastruktur distribusinya ke PLTGU. Sementara produsen membantah hal itu.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
Duh, KPK dan Polisi Kurang Merespon Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
