Pertamina Reschedule Rencana Matikan Kilang Dumai
Kamis, 29/10/2009 18:48 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) berencana menjadwal ulang rencana untuk mematikan Hydro Cracker Unit (HCU) di Kilang Dumai yang awalnya akan di shutdown pada 27 Oktober kemarin.
"Maintenance di Kilang Dumai dijadwal ulang menjadi akhir tahun," ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan usai menghadiri National Summit 2009 di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Pengolahan Pertamina, Rukmi Hardihartini. Ia menyatakan shutdown unit HCU di Kilang Dumai tersebut tidak jadi dilaksanakan pada 27 Oktober 2009.
"Mundur, tidak jadi 27 Oktober. Masih dihitung lagi, nanti kalau sudah pasti akan saya kabari," kata Rukmi dalam pesan singkatnya kepada detikFinance .
Sebelumnya Pertamina mengatakan Unit Hydrocraker (HCU) di Kilang Dumai akan dimatikan (shut down ) selama dua minggu sejak 27 Oktober mendatang.
Pengoperasian kilang Dumai seluas 360 hektare ini dilakukan oleh Presiden Soeharto pada 8 September 1971. Selanjutnya pada tahun itu dibangun dua Unit Proses, yaitu Naptha Rerun Unit dan Hydrocarbon Platforming Unit. Dua unit ini selesai dan dioperasikan tahun 1973.
Kilang UP II Dumai memiliki 14 unit proses produksi pengolahan dan dua unit penunjang proses produksi. Kilang minyak UP II Dumai terdiri atas kilang lama (Existing Plant ) dan kilang baru (New Plant ).
(epi/dnl)
"Maintenance di Kilang Dumai dijadwal ulang menjadi akhir tahun," ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan usai menghadiri National Summit 2009 di Hotel Ritz Carlton, kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Pengolahan Pertamina, Rukmi Hardihartini. Ia menyatakan shutdown unit HCU di Kilang Dumai tersebut tidak jadi dilaksanakan pada 27 Oktober 2009.
"Mundur, tidak jadi 27 Oktober. Masih dihitung lagi, nanti kalau sudah pasti akan saya kabari," kata Rukmi dalam pesan singkatnya kepada detikFinance .
Sebelumnya Pertamina mengatakan Unit Hydrocraker (HCU) di Kilang Dumai akan dimatikan (shut down ) selama dua minggu sejak 27 Oktober mendatang.
Pengoperasian kilang Dumai seluas 360 hektare ini dilakukan oleh Presiden Soeharto pada 8 September 1971. Selanjutnya pada tahun itu dibangun dua Unit Proses, yaitu Naptha Rerun Unit dan Hydrocarbon Platforming Unit. Dua unit ini selesai dan dioperasikan tahun 1973.
Kilang UP II Dumai memiliki 14 unit proses produksi pengolahan dan dua unit penunjang proses produksi. Kilang minyak UP II Dumai terdiri atas kilang lama (Existing Plant ) dan kilang baru (New Plant ).
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespon Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
