detikfinance

Pengguna Pertamax Pindah, Konsumsi Premium Capai 17.162.976 KL

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Kamis, 29/10/2009 20:24 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Perbedaan harga (disparitas) antara Pertamax dengan Premium cukup jauh menyebabkan banyaknya pengguna Pertamax yang beralih menggunakan Premium. Hal ini membuat realisasi konsumsi Premium hingga bulan Oktober diperkirakan mencapai 17.162.976 KL atau 88,27% dari kuota BBM dalam APBN-P 2009.

Menurut Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, kenaikan konsumen premium diperkirakan cukup signifikan akibat mobil bertambah 430 ribu unit sedang motor mencapai 4,6 juta. "Kegiatan Pemilu juga menyedot BBM subsidi," ujar Tubagus dalam pesan singkatnya, Kamis (29/10/2009).

Kenaikan konsumsi BBM tersebut, lanjut Tubagus, disebabkan banyaknya pengguna Pertamax (BBM non subsidi) yang beralih kembali menggunakan premium. "Adanya penurunan konsumsi pertamax karena disparitas harga BBM bersubsidi dengan non subsidi cukup besar," ungkapnya.

Untuk konsumsi kerosin (minyak tanah) diprediksikan mencapai  3.967.590 Kiloliter atau 68,35% dari kuota BBM bersubsidi tahun ini. Sementara konsumsi solar sekitar 30.851.746 KL atau 83,71% dari kuota BBM bersubsidi dalam APBN-P 2009.

Adapun kuota BBM bersubsidi untuk tahun 2009 yaitu premium sebesar 19.444.354 kiloliter, kerosin  sekitar 5.804.911 kiloliter dan solar sebesar 11.605.183 kiloliter.



(epi/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.