BPH Migas Usulkan Subsidi Minyak Tanah Dialihkan ke Premium
Jumat, 30/10/2009 14:23 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - BPH Migas mengusulkan pengalihan alokasi subsidi minyak tanah ke premium untuk mengantisipasi kemungkinan berlebihnya konsumsi premium tahun ini.
"Kami akan usulkan hal itu kepada Departemen ESDM dan Departemen Keuangan," ujar anggota komite BPH Migas Adi Subagyo saat dihubungi, Jumat (30/10/2009).
Adi memperkirakan konsumsi Premium bersubsidi hingga akhir tahun 2009 akan mencapai 20,854 juta kiloliter atau berlebih 1,410 juta kiloliter (7,25 persen)
dibandingkan kuota APBN Perubahan 2009 sebesar 19,444 juta kiloliter.
Sementara untuk konsumsi minyak tanah sampai akhir tahun diperkirakan hanya mencapai 4,943 juta kiloliter atau 14,85 persen di bawah kuota APBN-P 2009 sebesar 5,805 juta kiloliter. Penurunan konsumsi minyak tanah tersebut sebagai dampak dari keberhasilan program konversi.
"Jika ingin alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan dalam APBN-P 2009 sebesar Rp 54,3 triliun tidak berlebih, maka alokasi subsidi untuk minyak tanah dialihkan ke premium," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono menyatakan Kenaikan konsumsi premium diperkirakan cukup signifikan akibat mobil bertambah 430 ribu unit sedang motor mencapai 4,6 juta.
Kenaikan konsumsi jenis BBM tersebut, lanjut Tubagus, juga disebabkan dengan banyaknya pengguna Pertamax (BBM non subsidi) yang beralih kembali menggunakan Premium. Adanya penurunan konsumsi Pertamax karena disparitas harga BBM bersubsidi dengan non subsidi cukup besar.
"Kegiatan Pemilu juga menyedot BBM subsidi," ujar Tubagus dalam pesan singkatnya.
Adapun realisasi konsumsi Premium hingga bulan Oktober diperkirakan mencapai 17.162.976 KL atau 88,27% dari kuota BBM dalam APBN-P 2009.
Untuk konsumsi kerosin (minyak tanah) diprediksikan mencapai 3.967.590 Kiloliter atau 68,35% dari kuota BBM bersubsidi tahun ini. Sementara konsumsi solar sekitar 30.851.746 KL atau 83,71% dari kuota BBM bersubsidi dalam APBN-P 2009.
Adapun kuota BBM bersubsidi untuk tahun 2009 yaitu premium sebesar 19.444.354 kiloliter, kerosin sekitar 5.804.911 kiloliter dan solar sebesar 11.605.183 kiloliter.
(epi/dnl)
"Kami akan usulkan hal itu kepada Departemen ESDM dan Departemen Keuangan," ujar anggota komite BPH Migas Adi Subagyo saat dihubungi, Jumat (30/10/2009).
Adi memperkirakan konsumsi Premium bersubsidi hingga akhir tahun 2009 akan mencapai 20,854 juta kiloliter atau berlebih 1,410 juta kiloliter (7,25 persen)
dibandingkan kuota APBN Perubahan 2009 sebesar 19,444 juta kiloliter.
Sementara untuk konsumsi minyak tanah sampai akhir tahun diperkirakan hanya mencapai 4,943 juta kiloliter atau 14,85 persen di bawah kuota APBN-P 2009 sebesar 5,805 juta kiloliter. Penurunan konsumsi minyak tanah tersebut sebagai dampak dari keberhasilan program konversi.
"Jika ingin alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan dalam APBN-P 2009 sebesar Rp 54,3 triliun tidak berlebih, maka alokasi subsidi untuk minyak tanah dialihkan ke premium," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono menyatakan Kenaikan konsumsi premium diperkirakan cukup signifikan akibat mobil bertambah 430 ribu unit sedang motor mencapai 4,6 juta.
Kenaikan konsumsi jenis BBM tersebut, lanjut Tubagus, juga disebabkan dengan banyaknya pengguna Pertamax (BBM non subsidi) yang beralih kembali menggunakan Premium. Adanya penurunan konsumsi Pertamax karena disparitas harga BBM bersubsidi dengan non subsidi cukup besar.
"Kegiatan Pemilu juga menyedot BBM subsidi," ujar Tubagus dalam pesan singkatnya.
Adapun realisasi konsumsi Premium hingga bulan Oktober diperkirakan mencapai 17.162.976 KL atau 88,27% dari kuota BBM dalam APBN-P 2009.
Untuk konsumsi kerosin (minyak tanah) diprediksikan mencapai 3.967.590 Kiloliter atau 68,35% dari kuota BBM bersubsidi tahun ini. Sementara konsumsi solar sekitar 30.851.746 KL atau 83,71% dari kuota BBM bersubsidi dalam APBN-P 2009.
Adapun kuota BBM bersubsidi untuk tahun 2009 yaitu premium sebesar 19.444.354 kiloliter, kerosin sekitar 5.804.911 kiloliter dan solar sebesar 11.605.183 kiloliter.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespon Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
