HIPMI: Kesepakatan 14 Bank Turunkan Suku Bunga Mirip Kartel
Minggu, 01/11/2009 12:35 WIB
(foto: dok detikFinance)
Sukabumi - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menuding kesepakatan antara Bank Indonesia dengan 14 bank besar, baik bank pemerintah maupun swasta, untuk menurunkan bunga bank dinilai seperti kartel.
Menurut Ketua II Dewan Pengurus Pusat HIPMI Silmy Karim, pihaknya menyambut baik rencana penurunan kembali suku bunga tetapi Silmy kurang setuju dengan cara Bank Indonesia menurunkan bunga bank melalui cara kesepakatan.
"Tapi yang saya tidak setuju adalah caranya. Ini melawan kaidah yang benar, karena ini seperti kartel," ujar Silmy usai menjadi pembicara dalam diskusi bersama FORKEM di Sukabumi, Sabtu (31/10/2009).
Silmy melanjutkan, cara kesepakatan tersebut berpotensi menguntungkan beberapa pihak. Kalau 14 bank ini mau menurunkan memang bagus tetapi ketika ke-14 bank ini beresepakat menaikkan suku bunga maka akan berdampak tidak baik untuk masyarakat. Selain itu, Silmy menyarankan, kalau bisa pemerintah mengatur net profit margin dan penurunan suku bunga tersebut seharusnya dilakukan oleh pemerintah. Namun, hal itu bukan berarti pemerintah melakukan intervensi kepada bank-bank.
"Tapi bagaimana caranya agar pemerintah dan DPR bisa sama-sama mengatur bagaimana caranya lah otoritas moneter agar SBI dan landing ini ada pengaturannya," papar Silmy.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa langkah tersebut akan berdampak positif pada iklim investasi sekaligus tingkat konsumsi masyarakat.
"Orang kan selama ini menganalogikan turun bunga itu, hanya berpengaruh pada pengusaha, tidak, pngaruhnya lebih besar ke konsumen. Dengan rendahnya suku bunga, konsumen kan lebih berani belanja," jelas Silmy.
Untuk bunga kredit yang ideal menurut Silmy, berada dikisaran 10-9%. "Sktr 10-9%. Sekarang kalau kita ukur ke bawah, misal 9%, net profit margin bank di Indonesia 4% juga sudah oke. Kurangin kan, 9 kurangi 4 jadi 5, kurang lebih bunga deposito segitu," imbuh Silmy.
(nia/dro)
Menurut Ketua II Dewan Pengurus Pusat HIPMI Silmy Karim, pihaknya menyambut baik rencana penurunan kembali suku bunga tetapi Silmy kurang setuju dengan cara Bank Indonesia menurunkan bunga bank melalui cara kesepakatan.
"Tapi yang saya tidak setuju adalah caranya. Ini melawan kaidah yang benar, karena ini seperti kartel," ujar Silmy usai menjadi pembicara dalam diskusi bersama FORKEM di Sukabumi, Sabtu (31/10/2009).
Silmy melanjutkan, cara kesepakatan tersebut berpotensi menguntungkan beberapa pihak. Kalau 14 bank ini mau menurunkan memang bagus tetapi ketika ke-14 bank ini beresepakat menaikkan suku bunga maka akan berdampak tidak baik untuk masyarakat. Selain itu, Silmy menyarankan, kalau bisa pemerintah mengatur net profit margin dan penurunan suku bunga tersebut seharusnya dilakukan oleh pemerintah. Namun, hal itu bukan berarti pemerintah melakukan intervensi kepada bank-bank.
"Tapi bagaimana caranya agar pemerintah dan DPR bisa sama-sama mengatur bagaimana caranya lah otoritas moneter agar SBI dan landing ini ada pengaturannya," papar Silmy.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa langkah tersebut akan berdampak positif pada iklim investasi sekaligus tingkat konsumsi masyarakat.
"Orang kan selama ini menganalogikan turun bunga itu, hanya berpengaruh pada pengusaha, tidak, pngaruhnya lebih besar ke konsumen. Dengan rendahnya suku bunga, konsumen kan lebih berani belanja," jelas Silmy.
Untuk bunga kredit yang ideal menurut Silmy, berada dikisaran 10-9%. "Sktr 10-9%. Sekarang kalau kita ukur ke bawah, misal 9%, net profit margin bank di Indonesia 4% juga sudah oke. Kurangin kan, 9 kurangi 4 jadi 5, kurang lebih bunga deposito segitu," imbuh Silmy.
(nia/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespon Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
