Gaji Menteri Naik Bukan Soal Anggaran, Tapi Kepantasan
Minggu, 01/11/2009 14:25 WIB
(foto: dok detikFinance)
Sukabumi - Polemik kenaikan gaji menteri itu dinilai bukan masalah mampu atau tidaknya pemerintah mengalokasikan anggarannya dalam APBN. Pokok masalah utamanya lebih kepada pantas atau tidaknya kenaikan tersebut di tengah kondisi masyarakat saat ini.
Hal tersebut diungkapkan pengamat ekonomi Drajad Wibowo dalam diskusi bersama FORKEM di Sukabumi, Sabtu (31/10/2009).
Menurut Drajad, paling tinggi kenaikan gaji menteri itu hanya memerlukan tambahan Rp 20 miliar per tahun dari APBN. Artinya, tambah Drajad, APBN sangat mampu untuk memenuhi alokasi dana tersebut. Termasuk penyediaan mobil baru bagi menteri. Itu masih sangat cukup dipenuhi APBN. Namun, Drajad mengungkapkan permasalahannya bukan mampu tidaknya APBN membiayai belanja tersebut, melainkan kepantasan kenaikan gaji tersebut yang menambah dana taktis para menteri yang saat ini sudah sangat besar.
"APBN masih sangat mampu. Tapi persoalannya bukan ini, tapi pantas atau tidak. Biar bagaimanapun juga menteri-menteri ini punya dana taktis sangat besar. Coba lihat deh ada menteri yang berkurang gak kekayaannya," ungkap Drajad.
Jika dibandingkan dengan gaji PNS yang hanya naik 5%, Drajad menambahkan, kenaikan gaji menteri ini juga akan menimbulkan ketimpangan. Hal tersebut karena kanaikan gaji menteri tidak sebanding dengan kenaikan gaji PNS.
"Memang banyak ketimpangan. Persoalan gaji menteri dan PNS ini akan menimbulkan ketimpangan," papar Drajad.
(nia/dro)
Hal tersebut diungkapkan pengamat ekonomi Drajad Wibowo dalam diskusi bersama FORKEM di Sukabumi, Sabtu (31/10/2009).
Menurut Drajad, paling tinggi kenaikan gaji menteri itu hanya memerlukan tambahan Rp 20 miliar per tahun dari APBN. Artinya, tambah Drajad, APBN sangat mampu untuk memenuhi alokasi dana tersebut. Termasuk penyediaan mobil baru bagi menteri. Itu masih sangat cukup dipenuhi APBN. Namun, Drajad mengungkapkan permasalahannya bukan mampu tidaknya APBN membiayai belanja tersebut, melainkan kepantasan kenaikan gaji tersebut yang menambah dana taktis para menteri yang saat ini sudah sangat besar.
"APBN masih sangat mampu. Tapi persoalannya bukan ini, tapi pantas atau tidak. Biar bagaimanapun juga menteri-menteri ini punya dana taktis sangat besar. Coba lihat deh ada menteri yang berkurang gak kekayaannya," ungkap Drajad.
Jika dibandingkan dengan gaji PNS yang hanya naik 5%, Drajad menambahkan, kenaikan gaji menteri ini juga akan menimbulkan ketimpangan. Hal tersebut karena kanaikan gaji menteri tidak sebanding dengan kenaikan gaji PNS.
"Memang banyak ketimpangan. Persoalan gaji menteri dan PNS ini akan menimbulkan ketimpangan," papar Drajad.
(nia/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespon Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 10:56 WIB
Kegagalan IPO Facebook Jadi Peringatan Awal Bagi Investor
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
