Ganasnya Bisnis Tengkorak si Pelindung Kepala
Senin, 02/11/2009 08:28 WIB
Produk helm tengkorak (Angga/detikcom)
Bandung - Helm tidak lagi menjadi sekedar sebuah alat pengaman kepala dalam berkendara saja. Seiring dengan berjalannya waktu, helm juga menjadi tren fashion tersendiri bagi penggunanya.
Sudah banyak ditemui berbagai macam jenis dan bentuk helm di dalam negeri, disajikan dalam berbagai ukuran dan warna. Jika anda bosa dengan bentuk helm konvensional, anda bisa mencoba keunikan helm tengkorak.
Salah satu yang menjadi keunikan helm ini, tidak hanya motif tengkorak saja yang terpampang di sekitar helm, namun juga ada yang berbentuk tengkorak utuh, seperti jenis helm full face.
Menurut produsen helm tengkorak Hendra Trismawan, selama ini ia telah memproduksi berbagai jenis helm tengkorak, mulai dari helm catok, half face hingga full face.
"Untuk tahun ini saja kita punya sekitar 15 model baru," katanya ketika ditemui detikFinance di tempat kerjanya, Jalan Terusan Dursasana, Bandung, Minggu (1/11/2009).
Menurutnya, bisnis helm tengkorak mulai digelutinya hampir 5 tahun yang lalu, atau sekitar tahun 2004. Pada waktu itu, pria kelahiran Bandung 27 tahun silam itu menyiapkan modal awal hanya sekitar Rp 1 juta.
Modal sebesar itu ia gunakan untuk membentuk 4 buah helm tengkorak dengan model yang serupa. Bahan yang diperlukan untuk membuat helm unik itu antara lain fiber glass untuk dicetak, silikon untuk bahan cetakan awal dan cat sebagai pewarna akhir.
"Kalau busa untuk bagian dalam helm biasanya dipesan langsung ke pabrik supaya lebih nyaman dipakai," tambahnya.
Awalnya, helm-helm tersebut dijual kepada teman dekat, seiring waktu permintaan model serta jangkauan distribusinya semakin meningkat.
"Khusus untuk tambahan model selalu kita sesuaikan dengan permintaan pasar," ujarnya.
Kini, Hendra bisa memproduksi sekitar 100 buah helm tengkorak per bulan. Dengan modal per bulan sekitar Rp 10 juta, ia bisa mengantongi omzet lebih dari dua kali lipat.
Jalur distribusinya pun meluas, bahkan hingga ke mancanegara. Menurutnya, negara yang menjadi pelanggan tetapnya antara lain Thailand, Jerman, Russia, Jepang dan Australia.
"Ekspor dikirimnya lewat Bali. Jadi kita tinggal kirim ke sana dulu saja," jelasnya.
Dalam setahun, Hendra bisa mengekspor hampir sekitar 1000 helm. Namun, tahun ini diperkirakan ekspor helmnya bakal turun. Salah satu penyebabnya, banyaknya plagiator yang meniru desain helmnya dan mencatut jalur distribusinya.
"Yang menjadi kendala selama ini memang banyak yang menjiplak, padahal kita yang pertama bikin desain helm tengkorak," tegasnya.
Dalam waktu dekat, ia berniat untuk mematenkan produk dan desainnya tersebut. Menurutnya, ia punya bukti kuat kalau desainnya merupakan yang pertama di Bandung. Ia masih menyimpan rapih cetakan awal serta struk penjualan pada tahun 2004 silam.
"Kalau orang lain klaim mereka yang pertama, saya punya bukti-bukti yang kuat dari dulu," imbuhnya.
Agar bisa lebih kompetitif, saat ini pria lulusan SMA itu sudah mulai memproduksi replika helm pilot pesawat tempur. Helm tersebut didesain semirip mungkin dengan aslinya, namun lebih ringan agar pengendara motor tidak pegal.
"Khusus helm pilot ini support mp3 player dan handsfree untuk handphone karena di dalamnya ada speaker disertai kabel yang menjulur keluar," ungkapnya.
Harga 1 buah helm tengkorak bervariasi, tergantung jenis dan ukuran, dipatok dengan harga Rp 100.000-300.000. Sementara helm pilot dipatok sekitar Rp 300.000-400.000 per buah, tergantung dari ukuran.
Tertarik dengan peluang usaha ini?
Hendra Trismawan
Jalan Terusan Dursasana No 34, Bandung 40173, Jawa Barat, Indonesia.
Facebook: Hendra Trismawan
Email: ndraa_retroholic@ yahoo.com
(ang/qom)
Sudah banyak ditemui berbagai macam jenis dan bentuk helm di dalam negeri, disajikan dalam berbagai ukuran dan warna. Jika anda bosa dengan bentuk helm konvensional, anda bisa mencoba keunikan helm tengkorak.
Salah satu yang menjadi keunikan helm ini, tidak hanya motif tengkorak saja yang terpampang di sekitar helm, namun juga ada yang berbentuk tengkorak utuh, seperti jenis helm full face.
Menurut produsen helm tengkorak Hendra Trismawan, selama ini ia telah memproduksi berbagai jenis helm tengkorak, mulai dari helm catok, half face hingga full face.
"Untuk tahun ini saja kita punya sekitar 15 model baru," katanya ketika ditemui detikFinance di tempat kerjanya, Jalan Terusan Dursasana, Bandung, Minggu (1/11/2009).
Menurutnya, bisnis helm tengkorak mulai digelutinya hampir 5 tahun yang lalu, atau sekitar tahun 2004. Pada waktu itu, pria kelahiran Bandung 27 tahun silam itu menyiapkan modal awal hanya sekitar Rp 1 juta.
Modal sebesar itu ia gunakan untuk membentuk 4 buah helm tengkorak dengan model yang serupa. Bahan yang diperlukan untuk membuat helm unik itu antara lain fiber glass untuk dicetak, silikon untuk bahan cetakan awal dan cat sebagai pewarna akhir.
"Kalau busa untuk bagian dalam helm biasanya dipesan langsung ke pabrik supaya lebih nyaman dipakai," tambahnya.
Awalnya, helm-helm tersebut dijual kepada teman dekat, seiring waktu permintaan model serta jangkauan distribusinya semakin meningkat.
"Khusus untuk tambahan model selalu kita sesuaikan dengan permintaan pasar," ujarnya.
Kini, Hendra bisa memproduksi sekitar 100 buah helm tengkorak per bulan. Dengan modal per bulan sekitar Rp 10 juta, ia bisa mengantongi omzet lebih dari dua kali lipat.
Jalur distribusinya pun meluas, bahkan hingga ke mancanegara. Menurutnya, negara yang menjadi pelanggan tetapnya antara lain Thailand, Jerman, Russia, Jepang dan Australia.
"Ekspor dikirimnya lewat Bali. Jadi kita tinggal kirim ke sana dulu saja," jelasnya.
Dalam setahun, Hendra bisa mengekspor hampir sekitar 1000 helm. Namun, tahun ini diperkirakan ekspor helmnya bakal turun. Salah satu penyebabnya, banyaknya plagiator yang meniru desain helmnya dan mencatut jalur distribusinya.
"Yang menjadi kendala selama ini memang banyak yang menjiplak, padahal kita yang pertama bikin desain helm tengkorak," tegasnya.
Dalam waktu dekat, ia berniat untuk mematenkan produk dan desainnya tersebut. Menurutnya, ia punya bukti kuat kalau desainnya merupakan yang pertama di Bandung. Ia masih menyimpan rapih cetakan awal serta struk penjualan pada tahun 2004 silam.
"Kalau orang lain klaim mereka yang pertama, saya punya bukti-bukti yang kuat dari dulu," imbuhnya.
Agar bisa lebih kompetitif, saat ini pria lulusan SMA itu sudah mulai memproduksi replika helm pilot pesawat tempur. Helm tersebut didesain semirip mungkin dengan aslinya, namun lebih ringan agar pengendara motor tidak pegal.
"Khusus helm pilot ini support mp3 player dan handsfree untuk handphone karena di dalamnya ada speaker disertai kabel yang menjulur keluar," ungkapnya.
Harga 1 buah helm tengkorak bervariasi, tergantung jenis dan ukuran, dipatok dengan harga Rp 100.000-300.000. Sementara helm pilot dipatok sekitar Rp 300.000-400.000 per buah, tergantung dari ukuran.
Tertarik dengan peluang usaha ini?
Hendra Trismawan
Jalan Terusan Dursasana No 34, Bandung 40173, Jawa Barat, Indonesia.
Facebook: Hendra Trismawan
Email: ndraa_retroholic@ yahoo.com
(ang/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespon Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
