BRI: Kesepakatan 14 Bank Pangkas Suku Bunga Bukan Kartel
Senin, 02/11/2009 09:28 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sofyan Basir membantah penurunan suku bunga deposito oleh 14 bank merupakan tindakan kartel perbankan. Menurutnya, kesepakatan yang diprakarsai oleh Bank Indonesia (BI) tidak merugikan masyarakat dan jauh sekali dari kartel.
"Kartel darimananya? sekarang bank kurang lebih ada 133-an, sementara hanya 14 bank yang mengikuti. Maka yang lain kan bebas mau matok bunga berapa saja," ungkapnya ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Minggu malam (01/11/2009).
Sofyan menegaskan jika kesepakatan tersebut merupakan sebuah tindakan kartel maka secara langsung akan merugikan dan pasti berdampak negatif.
"Kalo misalkan di Indonesia ada 7 perusahaan minyak goreng yang memberikan harga awal minyak goreng Rp 7000, kemudian ke-7 perusahaan tersebut secara kompak menaikkan harga menjadi Rp 14.000, itu baru kartel karena masyarakat dirugikan. Jika dihubungkan dengan kesepakatan ini saya jadi bingung, kartel dari mana?," tegas Sofyan.
Menurut Sofyan seharusnya masyarakat kini berterimakasih kepada ke-14 bank-bank tersebut karena menurunkan suku bunga depositonya dan diikuti suku bunga kreditnya.
"Karena masyarakat bebas memilih, misalnya bank-bank lain diluar ke-14 bank ini ada yang mematok bunganya di posisi 9 % sampai 10 %, itu sah-sah saja kepada masyarakat untuk memilih," ujarnya.
Kecuali, lanjut Sofyan, memang ke-14 bank tersebut didalam kesepakatannya ingin menaikkan tingkat suku bunga dan kreditnya. "Ini baru tidak masuk akal, padahal ke-14 bank tersebut bersepakat untuk menurunkan tingkat suku bunga deposito bukan menaikkan," tandasnya.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ikhsan. Ia mengatakan saat ini perbankan di Indonesia sangat kompetitif dan jauh sekali dari tindakan kartel.
"Tidak akan bisa perbankan melakukan tindakan kartel, karena saat ini perbankan saling berlomba-lomba untuk menggalang dana masyarakat," ujarnya.
Fauzi menambahkan, kondisi perbankan saat ini sangat kompetitif saling mengutamakan pelayanan dan fasilitas pendukungnya, maka dengan sama-sama menurunkan suku bunga depositonya mana mungkin tindakan tersebut mengarah kepada kartel.
Karena masyarakat bebas untuk memilih dimana mereka menempatkan dananya.
"Apakah ke-14 tersebut atau ke bank-bank lain termasuk kepada bank asing. Karena bank bukan cuma hanya ada 14 di Indonesia," katanya.
Saat ini, lanjut fauzi, perbankan sudah mulai kembali kearah normal pasca krisis global kemarin.
"Tingkat suku bunga dan pertumbuhan kredit juga sudah mulai kembali kearah normalnya. Kredit bisa tumbuh hingga 11 persen dan suku bunga kredit juga menurun walaupun lambat. Ini hanya masalah waktu saja," jelasnya.
(dru/dro)
"Kartel darimananya? sekarang bank kurang lebih ada 133-an, sementara hanya 14 bank yang mengikuti. Maka yang lain kan bebas mau matok bunga berapa saja," ungkapnya ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Minggu malam (01/11/2009).
Sofyan menegaskan jika kesepakatan tersebut merupakan sebuah tindakan kartel maka secara langsung akan merugikan dan pasti berdampak negatif.
"Kalo misalkan di Indonesia ada 7 perusahaan minyak goreng yang memberikan harga awal minyak goreng Rp 7000, kemudian ke-7 perusahaan tersebut secara kompak menaikkan harga menjadi Rp 14.000, itu baru kartel karena masyarakat dirugikan. Jika dihubungkan dengan kesepakatan ini saya jadi bingung, kartel dari mana?," tegas Sofyan.
Menurut Sofyan seharusnya masyarakat kini berterimakasih kepada ke-14 bank-bank tersebut karena menurunkan suku bunga depositonya dan diikuti suku bunga kreditnya.
"Karena masyarakat bebas memilih, misalnya bank-bank lain diluar ke-14 bank ini ada yang mematok bunganya di posisi 9 % sampai 10 %, itu sah-sah saja kepada masyarakat untuk memilih," ujarnya.
Kecuali, lanjut Sofyan, memang ke-14 bank tersebut didalam kesepakatannya ingin menaikkan tingkat suku bunga dan kreditnya. "Ini baru tidak masuk akal, padahal ke-14 bank tersebut bersepakat untuk menurunkan tingkat suku bunga deposito bukan menaikkan," tandasnya.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ikhsan. Ia mengatakan saat ini perbankan di Indonesia sangat kompetitif dan jauh sekali dari tindakan kartel.
"Tidak akan bisa perbankan melakukan tindakan kartel, karena saat ini perbankan saling berlomba-lomba untuk menggalang dana masyarakat," ujarnya.
Fauzi menambahkan, kondisi perbankan saat ini sangat kompetitif saling mengutamakan pelayanan dan fasilitas pendukungnya, maka dengan sama-sama menurunkan suku bunga depositonya mana mungkin tindakan tersebut mengarah kepada kartel.
Karena masyarakat bebas untuk memilih dimana mereka menempatkan dananya.
"Apakah ke-14 tersebut atau ke bank-bank lain termasuk kepada bank asing. Karena bank bukan cuma hanya ada 14 di Indonesia," katanya.
Saat ini, lanjut fauzi, perbankan sudah mulai kembali kearah normal pasca krisis global kemarin.
"Tingkat suku bunga dan pertumbuhan kredit juga sudah mulai kembali kearah normalnya. Kredit bisa tumbuh hingga 11 persen dan suku bunga kredit juga menurun walaupun lambat. Ini hanya masalah waktu saja," jelasnya.
(dru/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:55 WIB
Tanri Abeng: Belajar Networking Setelah itu Baru Jadi Entrepreneur
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 17:42 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
