Menperin Tekan BI Berikan Regulasi Kredit Longgar untuk IKM
Selasa, 03/11/2009 12:50 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat akan melakukan pembicaraan dengan Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan regulasi perbankan bagi industri kecil dan menengah (IKM). BI diminta untuk memberikan kelonggaran jaminan pinjaman dan suku bunga yang kompetitif.
Hidayat menjelaskan sektor IKM yang perlu diperhatikan antara lain sektor industri kretif bidang distro, karena selama ini perbankan akan selalu meminta jaminan pada saat meminjam kredit.
Setidaknya ada dua hal yang akan didesak oleh Hidayat kepada BI. Pertama, ia meminta industri kreatif akan diberikan kelonggaran persyarataan kredit misalnya kredit tanpa jaminan. Kedua, masalah regulasi modal ventura khusus sektor industri kreatif.
"Saya sudah janji dengan mendag, saya juga akan bicara dengan BI setelah national summit, saya akan keliling," katanya ditemui disela-sela acara pameran distro, di kantor depperin, Selasa (27/10/2009).
Selain itu kata dia, suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) agar diturunkan suku bunga pinjamannya dari saat ini sekitar 16% lebih menjadi minimal 12%. Menurutnya sektor IKM khususnya industri kreatif akan sangat sulit mendapat pinjaman bank jika regulasinya masih seperti sekarang.
"Karena kalau industri kreatif itu yang menjadi jaminannya adalah otaknya," katanya.
Ia mencontohkan keberpihakan perbankan di negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura sangat mengapresiasi sektor kreatif. Sedangkan di Indonesia kondisinya masih sangat jauh.
"Saya akan ke BI, minta ketentuan BI mencabut (jaminan) khususnya untuk sektor kreatif yang didominasi anak muda, yang umumnya tidak punya jaminan," katanya.
Dikatakannya kontribusi industri kreatif telah terbukti mendorong ekonomi nasional. Selain itu kontribusinya sangat signifikan bagi ekonomi, memperkuat citra bangsa Indonesia dan menambah lapangan kerja.
Ia mencontohkan sektor kreatif bidang distro pada tahun 2008 setidaknya telah menyerap 300.000 orang tenaga kerja dengan unit usaha sebanyak 400 unit usaha.
Khusus untuk kota Bandung saja, lanjut dia, omset sektor distro mencapai Rp 243 miliar per tahun, dimana dari semua itu umumnya digeluti oleh anak-anak muda yang mencerminkan kemandirian anak muda.
"Saya mengharapkan industri distro dan clothing akan terus berkembang dengan mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam menghadapi produk dari luar," katanya.
(hen/qom)
Hidayat menjelaskan sektor IKM yang perlu diperhatikan antara lain sektor industri kretif bidang distro, karena selama ini perbankan akan selalu meminta jaminan pada saat meminjam kredit.
Setidaknya ada dua hal yang akan didesak oleh Hidayat kepada BI. Pertama, ia meminta industri kreatif akan diberikan kelonggaran persyarataan kredit misalnya kredit tanpa jaminan. Kedua, masalah regulasi modal ventura khusus sektor industri kreatif.
"Saya sudah janji dengan mendag, saya juga akan bicara dengan BI setelah national summit, saya akan keliling," katanya ditemui disela-sela acara pameran distro, di kantor depperin, Selasa (27/10/2009).
Selain itu kata dia, suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) agar diturunkan suku bunga pinjamannya dari saat ini sekitar 16% lebih menjadi minimal 12%. Menurutnya sektor IKM khususnya industri kreatif akan sangat sulit mendapat pinjaman bank jika regulasinya masih seperti sekarang.
"Karena kalau industri kreatif itu yang menjadi jaminannya adalah otaknya," katanya.
Ia mencontohkan keberpihakan perbankan di negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura sangat mengapresiasi sektor kreatif. Sedangkan di Indonesia kondisinya masih sangat jauh.
"Saya akan ke BI, minta ketentuan BI mencabut (jaminan) khususnya untuk sektor kreatif yang didominasi anak muda, yang umumnya tidak punya jaminan," katanya.
Dikatakannya kontribusi industri kreatif telah terbukti mendorong ekonomi nasional. Selain itu kontribusinya sangat signifikan bagi ekonomi, memperkuat citra bangsa Indonesia dan menambah lapangan kerja.
Ia mencontohkan sektor kreatif bidang distro pada tahun 2008 setidaknya telah menyerap 300.000 orang tenaga kerja dengan unit usaha sebanyak 400 unit usaha.
Khusus untuk kota Bandung saja, lanjut dia, omset sektor distro mencapai Rp 243 miliar per tahun, dimana dari semua itu umumnya digeluti oleh anak-anak muda yang mencerminkan kemandirian anak muda.
"Saya mengharapkan industri distro dan clothing akan terus berkembang dengan mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam menghadapi produk dari luar," katanya.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 17:42 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
