Pertamina Bantah Kelangkaan BBM di Ambon
Selasa, 03/11/2009 13:45 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) membantah adanya kelangkaan BBM premium di Ambon . Saat ini stok Premium di Pertamina Transit Terminal Wayame Ambon sekitar 13.000 Kiloliter.
"Jadi secara stok, kondisi aman," ujar Vice Presiden Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra dalam pesan singkatnya kepada detikFinance , Selasa (3/11/2009).
Basuki mengakui, saat ini memang ada satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang rusak. Namun kerusakan tersebut, tidak mengganggu pendistribusian BBM ke konsumen, sebab ada beberapa SPBU lainnya di Ambon yang tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi tidak ada antrian," ungkap Basuki.
Sebelumnya diberitakan, BBM jenis premium di sejumlah SPBU di ibukota Maluku itu mengalami langka. Di tingkat pengecer, BBM tersebut dijual hingga Rp 7.000 per liter.
Pantauan detikcom, Selasa (3/11/2009), sejumlah SPBU masih ditutup. Hanya ada sekitar lima penjual eceran yang persediaannya masih ada.
Sayangnya, harga yang dipatok melambung hingga Rp 7 ribu per liter. Padahal biasanya harga bensin di pedagang eceran hanya Rp 5 ribu per liter.
Kendati demikian, para pengemudi sepeda motor bahkan mobil, tetap antri untuk membelinya. Pemandangan ini terjadi, pagi tadi di Jl Trikora Ambon.
(epi/dnl)
"Jadi secara stok, kondisi aman," ujar Vice Presiden Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra dalam pesan singkatnya kepada detikFinance , Selasa (3/11/2009).
Basuki mengakui, saat ini memang ada satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang rusak. Namun kerusakan tersebut, tidak mengganggu pendistribusian BBM ke konsumen, sebab ada beberapa SPBU lainnya di Ambon yang tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi tidak ada antrian," ungkap Basuki.
Sebelumnya diberitakan, BBM jenis premium di sejumlah SPBU di ibukota Maluku itu mengalami langka. Di tingkat pengecer, BBM tersebut dijual hingga Rp 7.000 per liter.
Pantauan detikcom, Selasa (3/11/2009), sejumlah SPBU masih ditutup. Hanya ada sekitar lima penjual eceran yang persediaannya masih ada.
Sayangnya, harga yang dipatok melambung hingga Rp 7 ribu per liter. Padahal biasanya harga bensin di pedagang eceran hanya Rp 5 ribu per liter.
Kendati demikian, para pengemudi sepeda motor bahkan mobil, tetap antri untuk membelinya. Pemandangan ini terjadi, pagi tadi di Jl Trikora Ambon.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespon Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
