Beli Saham Newmont, Antam Cari Tambahan Dana dari Bank
Rabu, 04/11/2009 10:19 WIB
Tambang Batu Hijau Newmont (dok detikcom)
Jakarta - PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk tetap menggandeng PT Bukit Asam (PTBA) dalam proses divestasi 14 persen saham Newmont. Konsorsium BUMN tambang tersebut akan mencari pinjaman dari perbankan untuk menutupi pendanaan pembelian 14 saham Newmont.
"Anggota Konsorsium masih yang lama, untuk sementara baru PTBA," kata Direktur Utama Antam, Alwinsyah Loebis saat dihubungi detikFinance, Rabu (4/11/2009).
Alwin mengaku hingga saat ini pihaknya masih belum menerima pemberitahuan resmi soal penunjukan Antam untuk menjadi wakil pemerintah dalam proses divestasi tahun 2008 dan 2009 tersebut.
"Sampai sekarang masih belum ada pemberitahuan resminya, nanti saya dibilang GR lagi," kata Alwin.
Namun jika ternyata benar Antam ditunjuk sebagai wakil pemerintah dalam proses divestasi 14 saham newmont itu, maka untuk pendanaannya kemungkinan konsorsium BUMN tersebut akan mencari pinjaman dari perbankan.
Untuk diketahui, PTBA bersedia mengalokasikan dana sebesar US$ 50 juta untuk proses divestasi itu dan kas internal Antam saat ini sekitar US$ 300 juta. Sementara harga divestasi 14 persen saham
Newmont sekitar US$ 493,64 juta.
"Dari kas internal kami yang US$ 300 juta, masih kami hitung-hitung berapa yang dialokasikan ke sana. Untuk menutupinya, kemungkinan akan mencari pinjaman dari perbankan," jelas Alwin.
Sementara itu, Dirut PTBA Soekrisno menyatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan pendanaan US$ 50 juta yang berasal dari internal kas perseroan.
"Nanti kalau dana untuk divestasi masih kurang maka kami bersedia untuk mencari pendanaan dari luar," ungkapnya.
Namun hingga saat ini, Soekrisno mengatakan masih belum ada pembicaraan teknis mengenai bagaimana proses pembelian divestasi tersebut.
"Kata Pak Alwin, nanti kalau sudah pasti kita ditunjuk, baru kita kumpul," jelas Soekrisno.
Menteri ESDM Darwin Saleh sebelumnya mengungkapkan, pemerintah akan mengikutsertakan Antam dalam pembelian saham divestasi Newmont, sementara Pemda NTB akan bertindak sebagai pemimpin konsorsium.
Saham Antam dan PT BA pagi ini terus bergerak lincah. Saham Antam (ANTM) terpantau naik Rp 125 menjadi Rp 2.300 dan PTBA naik Rp 100 menjadi Rp 14.650.
(epi/qom)
"Anggota Konsorsium masih yang lama, untuk sementara baru PTBA," kata Direktur Utama Antam, Alwinsyah Loebis saat dihubungi detikFinance, Rabu (4/11/2009).
Alwin mengaku hingga saat ini pihaknya masih belum menerima pemberitahuan resmi soal penunjukan Antam untuk menjadi wakil pemerintah dalam proses divestasi tahun 2008 dan 2009 tersebut.
"Sampai sekarang masih belum ada pemberitahuan resminya, nanti saya dibilang GR lagi," kata Alwin.
Namun jika ternyata benar Antam ditunjuk sebagai wakil pemerintah dalam proses divestasi 14 saham newmont itu, maka untuk pendanaannya kemungkinan konsorsium BUMN tersebut akan mencari pinjaman dari perbankan.
Untuk diketahui, PTBA bersedia mengalokasikan dana sebesar US$ 50 juta untuk proses divestasi itu dan kas internal Antam saat ini sekitar US$ 300 juta. Sementara harga divestasi 14 persen saham
Newmont sekitar US$ 493,64 juta.
"Dari kas internal kami yang US$ 300 juta, masih kami hitung-hitung berapa yang dialokasikan ke sana. Untuk menutupinya, kemungkinan akan mencari pinjaman dari perbankan," jelas Alwin.
Sementara itu, Dirut PTBA Soekrisno menyatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk memberikan pendanaan US$ 50 juta yang berasal dari internal kas perseroan.
"Nanti kalau dana untuk divestasi masih kurang maka kami bersedia untuk mencari pendanaan dari luar," ungkapnya.
Namun hingga saat ini, Soekrisno mengatakan masih belum ada pembicaraan teknis mengenai bagaimana proses pembelian divestasi tersebut.
"Kata Pak Alwin, nanti kalau sudah pasti kita ditunjuk, baru kita kumpul," jelas Soekrisno.
Menteri ESDM Darwin Saleh sebelumnya mengungkapkan, pemerintah akan mengikutsertakan Antam dalam pembelian saham divestasi Newmont, sementara Pemda NTB akan bertindak sebagai pemimpin konsorsium.
Saham Antam dan PT BA pagi ini terus bergerak lincah. Saham Antam (ANTM) terpantau naik Rp 125 menjadi Rp 2.300 dan PTBA naik Rp 100 menjadi Rp 14.650.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
BBM Non Subsidi Hanya Laku di Pedalaman & Pegunungan Kalimantan
-
Jumat, 25/05/2012 13:30 WIB
KPK dan Polisi Kurang Merespon Temuan BPK
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:47 WIB
Lunasi Utang Bank, Indosiar Minta Duit ke Bos SCTV
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
Jumat, 25/05/2012 12:34 WIB
Anggota DPR Usul Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 11:01 WIB
Sudah 20 Tahun Atlet Eropa Pakai Sepatu Made in Tangerang
-
Jumat, 25/05/2012 11:36 WIB
Sesi I
Investor Asing 'Kabur' Dari Bursa, IHSG Anjlok 92 Poin
-
Jumat, 25/05/2012 12:44 WIB
Berantas Korupsi Perjalanan Dinas PNS, Semua Tergantung Niat
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
