Pertamina Ambil Jatah BBM Subsidi Shell
Rabu, 04/11/2009 12:07 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mengambil jatah BBM bersubsidi tahun depan yang awalnya akan didistribusikan PT Shell Indonesia, setelah gugurnya Perusahaan Migas asal Belanda tersebut sebagai salah satu calon pendamping Pertamina dalam penyaluran BBM bersubsidi tahun depan.
"Jatah Shell kita serahkan kepada Pertamina," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/11/2009).
Menurut Tubagus, keputusan tersebut diambil karena dari dilihat segi infrastruktur penyaluran BBM, BUMN Migas tersebut dinilai yang paling siap.
"Kita memiliki data setiap agen penyalur minyak dan solar (APMS) per harinya mampu menyalurkan berapa. Tidak mungkin mereka kita kasih beban untuk menyalurkan 15.000 kiloliter (KL) per hari kalau kemampuan mereka terbatas," jelas Tubagus.
Tubagus menjelaskan, gugurnya Shell sebagai salah satu calon pendamping Pertamina tersebut karena hingga tenggat hingga 26 Oktober Shell belum memberikan pernyataan tertulis tentang kesanggupan mereka menyalurkan bahan bakar itu dan membangun infrastruktur yang diperlukan.
Bahkan perusahaan migas asal Belanda tersebut, meminta perpanjangan penundaan hak menjawab hingga 4 November 2009.
"Sebenarnya pada Senin (2/11/2009) sore, mereka mengirimkan surat kesiapan mereka, tapi saya sudah diskualifikasi mereka dan saya harus konsisten pada keputusan yang diambil," ungkapnya.
Meskipun begitu, Tubagus menegaskan pihaknya akan memberi kesempatan kepada PT Shell Indonesia untuk ikut terlibat dalam tender distributor BBM bersubsidi tahun 2011.
"Kami tetap akan memberikan kesempatan kepada siapapun yang ingin ikut tender," ungkapnya.
Seperti diketahui, pada 20 Oktober lalu, BPH Migas telah menetapkan Shell, Petronas, dan Aneka Kimia Raya Corporindo (AKR) menjadi calon pendamping Pertamina dalam pendistribusian BBM bersubsidi tahun depan.
Rencananya AKR akan menyalurkan 109.162 KL untuk wilayah Medan, Deli Serdang, Binjai, Lampung Tengah, Utara dan Selatan serta Pontianak dan Banjarmasin. Sementara Petronas dan Shell di wilayah Medan dengan kuota masing-masing 20.440 KL dan 5.110 KL.
(epi/dnl)
"Jatah Shell kita serahkan kepada Pertamina," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/11/2009).
Menurut Tubagus, keputusan tersebut diambil karena dari dilihat segi infrastruktur penyaluran BBM, BUMN Migas tersebut dinilai yang paling siap.
"Kita memiliki data setiap agen penyalur minyak dan solar (APMS) per harinya mampu menyalurkan berapa. Tidak mungkin mereka kita kasih beban untuk menyalurkan 15.000 kiloliter (KL) per hari kalau kemampuan mereka terbatas," jelas Tubagus.
Tubagus menjelaskan, gugurnya Shell sebagai salah satu calon pendamping Pertamina tersebut karena hingga tenggat hingga 26 Oktober Shell belum memberikan pernyataan tertulis tentang kesanggupan mereka menyalurkan bahan bakar itu dan membangun infrastruktur yang diperlukan.
Bahkan perusahaan migas asal Belanda tersebut, meminta perpanjangan penundaan hak menjawab hingga 4 November 2009.
"Sebenarnya pada Senin (2/11/2009) sore, mereka mengirimkan surat kesiapan mereka, tapi saya sudah diskualifikasi mereka dan saya harus konsisten pada keputusan yang diambil," ungkapnya.
Meskipun begitu, Tubagus menegaskan pihaknya akan memberi kesempatan kepada PT Shell Indonesia untuk ikut terlibat dalam tender distributor BBM bersubsidi tahun 2011.
"Kami tetap akan memberikan kesempatan kepada siapapun yang ingin ikut tender," ungkapnya.
Seperti diketahui, pada 20 Oktober lalu, BPH Migas telah menetapkan Shell, Petronas, dan Aneka Kimia Raya Corporindo (AKR) menjadi calon pendamping Pertamina dalam pendistribusian BBM bersubsidi tahun depan.
Rencananya AKR akan menyalurkan 109.162 KL untuk wilayah Medan, Deli Serdang, Binjai, Lampung Tengah, Utara dan Selatan serta Pontianak dan Banjarmasin. Sementara Petronas dan Shell di wilayah Medan dengan kuota masing-masing 20.440 KL dan 5.110 KL.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 17:42 WIB
Lebih Cepat, Kini Urus Sertifikat Halal Bisa Secara Online
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
