Utang TNI ke Pertamina Masih Rp 7 Triliun
Kamis, 05/11/2009 09:29 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Pemerintah mengakui jumlah utang yang belum dibayar (outstanding) milik TNI kepada PT Pertamina masih sebesar Rp 6-7 triliun. Utang tersebut merupakan hasil pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kegiatan operasionalnya.
Hal ini diungkapkan Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro saat konferensi pers di Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (4/11/2009).
Menurut Poernomo, selama ini TNI menghadapi posisi sulit pada kegiatan operasionalnya, karena membutuhkan bahan bakar melebihi anggaran yang disediakan. Pembelian bahan bakar itu pun menggunakan acuan harga internasional.
“Untuk BBM, outstanding utang TNI antara Rp 6-7 triliun. Memang kita pahami di satu sisi terkadang TNI perlu BBM yang besar sehingga lebih dari ceiling budget yang ada," ujar Poernomo.
Menanggapi masalah yang ada dalam tubuh TNI ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit seluruh kewajiban TNI. Hal ini diperlukan, tambah Ani, agar seluruh kewajiban bisa mendapat status yang jelas dan lunas, sehingga tidak ada lagi utang yang macet
“Kewajiban TNI yang masih outstanding seperti bahan bakar dengan industri strategis, kita akan lakukan inventarisasi kalau perlu audit oleh BPKP sehingga anggaran seluruhnya bisa diselesaikan. Dengan demikian anggaran TNI dan kinerja BUMN strategis bisa dapat status yang jelas dan lunas sehingga tidak ada outstanding pembayaran atau tagihan,” ujar Ani.
(nia/ang)
Hal ini diungkapkan Menteri Pertahanan Poernomo Yusgiantoro saat konferensi pers di Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (4/11/2009).
Menurut Poernomo, selama ini TNI menghadapi posisi sulit pada kegiatan operasionalnya, karena membutuhkan bahan bakar melebihi anggaran yang disediakan. Pembelian bahan bakar itu pun menggunakan acuan harga internasional.
“Untuk BBM, outstanding utang TNI antara Rp 6-7 triliun. Memang kita pahami di satu sisi terkadang TNI perlu BBM yang besar sehingga lebih dari ceiling budget yang ada," ujar Poernomo.
Menanggapi masalah yang ada dalam tubuh TNI ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengaudit seluruh kewajiban TNI. Hal ini diperlukan, tambah Ani, agar seluruh kewajiban bisa mendapat status yang jelas dan lunas, sehingga tidak ada lagi utang yang macet
“Kewajiban TNI yang masih outstanding seperti bahan bakar dengan industri strategis, kita akan lakukan inventarisasi kalau perlu audit oleh BPKP sehingga anggaran seluruhnya bisa diselesaikan. Dengan demikian anggaran TNI dan kinerja BUMN strategis bisa dapat status yang jelas dan lunas sehingga tidak ada outstanding pembayaran atau tagihan,” ujar Ani.
(nia/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
