Kebakaran GI Cawang Akibat Tingginya Beban
Kamis, 05/11/2009 15:03 WIB
Foto: dok.detikcom
Jakarta - Hasil audit teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebutkan awal kebakaran Interbus Transformer (IBT) nomor 2 Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Cawang karena terjadinya ledakan pada bushing fasa R .
Ledakan ini diduga disebabkan oleh meningkatnya dielectric lossses dan thermal instabilit y karena temperatur trafo yang cukup tinggi yaitu 98 derajat celcius.
Menurut Ahli Peneliti Utama BPPT Hamzah Hilal, peningkatan dielectric losses dan thermal instability ini mempengaruhi konduktor bushing yang akan menurunkan kapasitas isolasinya sehingga terjadi pemanasan di dalam bushing .
"Temperatur Trafo yang tinggi ini disebabkan oleh pembebanan pada trafo di GITET Cawang yang mencapai 90 persen dari kapasitasnya dalam waktu yang lama secara terus menerus sepanjang hari," ungkap Hamzah di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
Hamzah menyatakan pemanasan yang disebabkan oleh dielectric losse s dan thermal instability ini akan memuaikan seal yang menyebabkan minyak trafo merembes ke atas, dan mengakibatkan pemanasan lebih besar karena minyak bercampur dengan gas sehingga terjadi ledakan pada bushing.
"Ledakan bushing ini mengakibatkan kebocoran minyak lebih parah karena posisi tangki minyak berada di atas sehingga menimbulkan kebakaran lebih besar," jelas Hamzah.
Menurut dia, ledakan ini juga menyebabkan konduktor Gas Insulated Line (GIL) lepas dan menyentuh bodi sehingga terjadi hubungan singkat fasa satu ke tanah. "Kebakaran ini mengakibatkan ledakan-ledakan pada komponen lainnya seperti bushing netral sekunder dan arrester," paparnya.
Berdasarkan hasil audit tersebut, imbuh Hamzah, BPPT memberikan rekomendasi untuk dilakukan audit teknologi pada 4 GITET lainnya yang memasok listrik ke wilayah Jakarta yaitu GITET Gandul, Kembangan, Bekasi dan Depok. Hal ini dilakukan agar peristiwa ini tidak terulang lagi.
"Audit ini tidak hanya kepada 5 GITETdi Jakarta tapi juga seluruh GITET di wilayah Jawa Bali," ungkapnya.
Sementara khusus untuk Gardu Induk Cawang diperlukan paling sedikit satu trafo dengan kapasitas 500 MVA. Satu unit ini berfungsi untuk menurunkan pembebanan pada trafo yang ada pada saat ini sehingga masing-masing akan memikul maksimum 60 persen beban. Tidak seperti kondisi saat ini dimana trafo dibebani hingga 94 persen dari kapasitasnya (384 MW).
"Namun idealnya diperlukan trafo satu unit lagi yang berfungsi sebagai cadangan sehingga pemeliharaan dapat dilakukan sesuai SOP (Standard Operation and Procedure )," tandasnya.
(epi/dnl)
Ledakan ini diduga disebabkan oleh meningkatnya dielectric lossses dan thermal instabilit y karena temperatur trafo yang cukup tinggi yaitu 98 derajat celcius.
Menurut Ahli Peneliti Utama BPPT Hamzah Hilal, peningkatan dielectric losses dan thermal instability ini mempengaruhi konduktor bushing yang akan menurunkan kapasitas isolasinya sehingga terjadi pemanasan di dalam bushing .
"Temperatur Trafo yang tinggi ini disebabkan oleh pembebanan pada trafo di GITET Cawang yang mencapai 90 persen dari kapasitasnya dalam waktu yang lama secara terus menerus sepanjang hari," ungkap Hamzah di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
Hamzah menyatakan pemanasan yang disebabkan oleh dielectric losse s dan thermal instability ini akan memuaikan seal yang menyebabkan minyak trafo merembes ke atas, dan mengakibatkan pemanasan lebih besar karena minyak bercampur dengan gas sehingga terjadi ledakan pada bushing.
"Ledakan bushing ini mengakibatkan kebocoran minyak lebih parah karena posisi tangki minyak berada di atas sehingga menimbulkan kebakaran lebih besar," jelas Hamzah.
Menurut dia, ledakan ini juga menyebabkan konduktor Gas Insulated Line (GIL) lepas dan menyentuh bodi sehingga terjadi hubungan singkat fasa satu ke tanah. "Kebakaran ini mengakibatkan ledakan-ledakan pada komponen lainnya seperti bushing netral sekunder dan arrester," paparnya.
Berdasarkan hasil audit tersebut, imbuh Hamzah, BPPT memberikan rekomendasi untuk dilakukan audit teknologi pada 4 GITET lainnya yang memasok listrik ke wilayah Jakarta yaitu GITET Gandul, Kembangan, Bekasi dan Depok. Hal ini dilakukan agar peristiwa ini tidak terulang lagi.
"Audit ini tidak hanya kepada 5 GITETdi Jakarta tapi juga seluruh GITET di wilayah Jawa Bali," ungkapnya.
Sementara khusus untuk Gardu Induk Cawang diperlukan paling sedikit satu trafo dengan kapasitas 500 MVA. Satu unit ini berfungsi untuk menurunkan pembebanan pada trafo yang ada pada saat ini sehingga masing-masing akan memikul maksimum 60 persen beban. Tidak seperti kondisi saat ini dimana trafo dibebani hingga 94 persen dari kapasitasnya (384 MW).
"Namun idealnya diperlukan trafo satu unit lagi yang berfungsi sebagai cadangan sehingga pemeliharaan dapat dilakukan sesuai SOP (Standard Operation and Procedure )," tandasnya.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
