Benahi Listrik di Jakarta, PLN Butuh Rp 5,6 Triliun
Kamis, 05/11/2009 15:20 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT PLN (Persero) membutuhkan dana sekitar Rp 5,6 triliun untuk memperkuat struktur jaringan yang memasok listrik di wilayah Jakarta.
General Manager Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Jawa Bali, Nur Pamudji menyatakan dari kebutuhan dana itu PLN telah mengalokasikan dana sekitar Rp 800 miliar dari kas internalnya.
"Sebesar Rp 3 triliun dari sumber pendanaan kredit ekspor dan ini sudah diusulkan ke pemerintah. Sementara sisanya masih dicarikan sumber pendanaannya," jelas Nur Pamudji di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
Menurut dia, pendanaan tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas semua trafo di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Bekasi, Cawang, Gandul dan Kembangan, menambah trafo pada GITET Muara Tawar sehingga PLTGU Muara Tawar dapat memasok langsung kota Jakarta melalui jaringan 150 KV.
"Dana itu juga untuk melakukan looping pada jaringan 150 KV dan menambah kapasitas jaringan 150 KV," ungkapnya.
Nur Pamudji menyatakan program ini harus segera direalisasikan mengingat besarnya pertumbuhan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang mencapai hingga 5 persen per tahun. "Sehingga beban puncak sistem Jakarta telah mencapai lebih dari 5.200 MW," jelasnya.
Kondisi ini menyebabkan pembebanan semua Interbus Transformer 500 KV yang memasok kota Jakarta yang ada di Cawang, Bekasi, Gandul, dan Kembangan sejak tahun 2007 mengalami pembebanan yang cukup kritis yaitu rata-rata di atas 90 persen.
"Hal ini berarti cadangan kapasitas (reserve margin ) pada trafo-trafo IBT Jakarta sangat marginal, kurang dari 10 persen," katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan kemampuan pendanaan PLN dalam beberapa tahun ini telah menyebabkan program-program investasi untuk penguatan struktur jaringan tidak dapat dilakukan.
Kondisi ini menyebabkan PLN sulit mendapatkan waktu atau kesempatan untuk melakukan pemeliharaan trafo tanpa harus melakukan pemadaman.
"Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan, PLN sulit melakukan manuver jaringan karena semua trafo sudah berbeban penuh." ungkapnya.
(epi/dnl)
General Manager Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Jawa Bali, Nur Pamudji menyatakan dari kebutuhan dana itu PLN telah mengalokasikan dana sekitar Rp 800 miliar dari kas internalnya.
"Sebesar Rp 3 triliun dari sumber pendanaan kredit ekspor dan ini sudah diusulkan ke pemerintah. Sementara sisanya masih dicarikan sumber pendanaannya," jelas Nur Pamudji di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
Menurut dia, pendanaan tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas semua trafo di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Bekasi, Cawang, Gandul dan Kembangan, menambah trafo pada GITET Muara Tawar sehingga PLTGU Muara Tawar dapat memasok langsung kota Jakarta melalui jaringan 150 KV.
"Dana itu juga untuk melakukan looping pada jaringan 150 KV dan menambah kapasitas jaringan 150 KV," ungkapnya.
Nur Pamudji menyatakan program ini harus segera direalisasikan mengingat besarnya pertumbuhan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang mencapai hingga 5 persen per tahun. "Sehingga beban puncak sistem Jakarta telah mencapai lebih dari 5.200 MW," jelasnya.
Kondisi ini menyebabkan pembebanan semua Interbus Transformer 500 KV yang memasok kota Jakarta yang ada di Cawang, Bekasi, Gandul, dan Kembangan sejak tahun 2007 mengalami pembebanan yang cukup kritis yaitu rata-rata di atas 90 persen.
"Hal ini berarti cadangan kapasitas (reserve margin ) pada trafo-trafo IBT Jakarta sangat marginal, kurang dari 10 persen," katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan kemampuan pendanaan PLN dalam beberapa tahun ini telah menyebabkan program-program investasi untuk penguatan struktur jaringan tidak dapat dilakukan.
Kondisi ini menyebabkan PLN sulit mendapatkan waktu atau kesempatan untuk melakukan pemeliharaan trafo tanpa harus melakukan pemadaman.
"Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan, PLN sulit melakukan manuver jaringan karena semua trafo sudah berbeban penuh." ungkapnya.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 18:08 WIB
Kasihan, Baru 34% Rumah di Papua Teraliri Listrik
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 17:23 WIB
SCTV Rebut Hak Siar Liga Champions dari Hary Tanoe
-
Kamis, 24/05/2012 17:04 WIB
PNS Tak Habis Akal 'Bobol' Anggaran Perjalanan Dinas
-
Kamis, 24/05/2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
